Kebakaran Veteran Banjarmasin: 3 Rumah Ludes, Salah Satunya Milik Pol PP Dikira Asap dari Pembakaran Sampah, Ternyata 1 Rumah di Tanah Grogot Ludes Jelang Malam Tak Pulang, Pria Paruh Baya di HSS Ditemukan Jadi Mayat Banjarmasin Nyaris Kecolongan, Penumpang dari Surabaya Tak Punya Surat Bebas Covid-19 Misteri Surat Sakti Penggelembungan 5 Ribu Suara Banjar di Kamar 519

Operasi Senyap di Cempaka Besar, Polisi Sita 1,83 Kg Sabu hingga Ribuan Ekstasi

- Apahabar.com Kamis, 15 April 2021 - 19:52 WIB

Operasi Senyap di Cempaka Besar, Polisi Sita 1,83 Kg Sabu hingga Ribuan Ekstasi

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel, AKBP Ridwan Raja Dewa menunjukkan barang bukti sabu dan ekstasi. apahabar.com/Muhammad Syahbani

 

apahabar.com, BANJARMASIN – Direktorat Narkoba Polda Kalsel kembali mencatatkan tangkapan kelas kakap.

Dalam sebuah operasi senyap baru tadi, polisi menyita sabu seberat 1,83 kilogram beserta 866 butir ekstasi.

Sabu sebanyak itu didapat petugas dari tangan tersangka berinisial H (35). H diringkus saat akan bertransaksi di pinggir Jalan Cempaka Besar, Banjarmasin Tengah, 14 April.

Saat penangkapan tersebut, tim yang dipimpin langsung Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel, AKBP Ridwan Raja Dewa berhasil menyita barang bukti yang disimpan dalam dua paket besar tersebut.

“Sekitar pukul 17.00 Wita kami dapat informasi. Kami selidiki dan di jalan Cempaka Besar kami berhasil menangkap pelaku laki-laki berinisial H ini,” ujar Direktur Resnarkoba Polda Kalsel Tri Wahyudi melalui Kasubdit II, AKBP Ridwan Raja Dewa, Kamis (15/4) sore.

Tak cukup sampai di situ, polisi kemudian melakukan pengembangan dan interogasi terhadap pelaku dan melakukan penggeledahan di indekos De’Rambai Kamar Jalan Djok Mentaya Banjarmasin Tengah.

Benar saja, petugas kembali menemukan sabu dalam jumlah jumbo dan ratusan pil ekstasi di dalam kamar tersebut.

Tak hanya itu, di situ petugas menemukan duit sekitar Rp40 juta yang diduga hasil transaksi barang haram tersebut.

“Juga ada 10 buku tabungan, mesin pres untuk pembungkus. Timbangan, dan kemasan kacang untuk menyimpan barang bukti dan buku catatan penjualan yang kami jadikan barang bukti,” beber Ridwan.

Dikatakan Ridwan, pihaknya masih terus mengusut jaringan peredaran barang tersebut. Apakah peredaran yang dilakukan pelaku tersebut masuk dalam jaringan internasional atau tidak.

“Dia sebagai pengedar. Dia melalui perantara. Dan terus kami dalami. Karena dengan barang sebanyak ini tak mungkin dia tak punya bos lagi,” bebernya.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 137 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara.

“Kami berharap masyarakat membantu dalam upaya memberantas peredaran narkotika. Khususnya di Kalimantan Selatan. Karena seperti kita diketahui begitu bahayanya ancaman dari penyalahguna narkotika ini,” imbuhnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Banjarmasin

Kalah PSU, Ibnu-Ariffin Tetap Juarai Pilwali Banjarmasin Versi QC!
apahabar.com

Banjarmasin

Digugat, Begini Respon Satgas Normalisasi Sungai Banjarmasin
Sungai Andai

Banjarmasin

Pelaku Penombak Pemuda di Sungai Andai Banjarmasin Diringkus, Simak Pemicunya
Buaya

Banjarmasin

Tak Diberi Makan, Buaya Seberat 25 Kg Diamankan BPBD Banjarmasin

Banjarmasin

Logistik PSU Pilwali Banjarmasin Mulai Didistribusikan
Banjarmasin

Banjarmasin

Lebih Dulu Terendus, Tim Ibnu-Ariffin Beber Dugaan Permainan DPT Jelang PSU Banjarmasin
Banjarmasin

Banjarmasin

Echa Si Putri Tidur Banjarmasin Akhirnya Sadarkan Diri
Banjarmasin

Banjarmasin

Kronologi Tenggelamnya Anggota Buser Banjarmasin Saat Memburu Buron Penganiayaan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com