Sudah Ditemukan, Jasad Korban Longsor di Batu Bini HSS Dievakuasi Besok Banjir di Haruyan HST Berangsur-Angsur Surut, BPBD Imbau Warga Tetap Siaga Lebaran di Lapas Balikpapan, Antre Video Call Lepas Rindu Kasus Covid di Balikpapan Melandai, Hari Ini Hanya Bertambah 5 Orang Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi

Operasi Sikat Intan, Dua Pemuda HST Kedapatan Bawa Sajam

- Apahabar.com Minggu, 18 April 2021 - 07:24 WIB

Operasi Sikat Intan, Dua Pemuda HST Kedapatan Bawa Sajam

Senjata tajam yang diamankan anggota Polres HST saat giat Sikat Intan 2021. Foto-Istimewa

apahabar.com, BARABAI – Dua pemuda di Hulu Sungai Tengah (HST) kedapatan polisi membawa senjata tajam (sajam).

Adalah AK alias Alik dan MH alias Hihin. Keduanya tertangkap tangan oleh anggota Polres HST yang melakukan razia penyakit masyarakat (pekat) selama Ramadan dalam Operasi Sikat Intan 2021, Rabu (17/4) malam.

Kasat Reskrim Polres HST, AKP Dany Sulistiono menyebutkan keduanya diringkus saat berada di Terminal Pedesaan Pasar Keramat Barabai.

“Kedua pelaku membawa sajam jenis pisau penusuk tanpa ada izin kepemilikannya,” kata Dany kepada apahabar.com, Minggu (18/4).

Dany merinci, pengungkapan berawal dari anggota Polres menyisir tempat-tempat rawan di pusat Kota HST, pukul 22.00.

Setiba di terminal, wilayah Kelurahan Barabai Utara, petugas mencurigai gerak-gerik AK yang tengah santai.

Anggota pun melakukan pemeriksaan terhadap warga Matang Ginalun Kecamatan Pandawan.

Kemudian melakukan penggeledahan terhadap AK. Tiba-tiba, sebilah pisau jatuh dari badan AK.

“Pisau itu diselipkannya di pinggang dan jatuh,” terang Dany.

Dalam waktu yang bersamaan, petugas lainnya yang tengah memeriksa MH yang juga tengah santai di terminal itu. Petugas, juga menemukan sebilah sajam.

Pemuda dari Desa Awang Baru Kecamatan Batang Alai Utara (BAU) ini pun tak berkutik ketika didapati pisau yang terselip di badannya.

“MH juga tak bisa menunjukkan izin kepemilikan pisau penusuk yang diselipkan di perutnya bagian depan sebelah kiri itu,” tegas Dany.

AK dan MH dijerat Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951. Keduanya terancam pidana penjara paling lama 10 tahun.

“Kedua pelaku dan barang buktinya kami amankan di Polres HST. Akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tutup Dany.

Untuk diketahui, pelaku tindak pidana tersebut belum terbukti bersalah sampai diputuskan di pengadilan.

 

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

54 Titik Rawan di Kalsel, Pemudik Wajib Tahu
apahabar.com

Kalsel

Keuangan RSUD Ulin ‘Di Ujung Tanduk’, Memelas BPJS Kesehatan Bayar Tunggakan
apahabar.com

Kalsel

ODP dan PDP Melonjak, Gugus Tugas Banjarbaru Tracking Pasien Positif
apahabar.com

Kalsel

Pupuk Kebersamaan ASN Lewat Senam Jumat Pagi
apahabar.com

Kalsel

Mayat Mengambang di HST Diduga Anak Keterbelakangan Mental
apahabar.com

Kalsel

Kapolres Batola Serahkan Bantuan pada Warga terdampak Covid-19 di Wilayahnya
apahabar.com

Kalsel

Pansus Terbentuk, Pengawasan Satuan Tugas Covid-19 di HST Dimaksimalkan
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Tanbu: Sembuh 7, Positif 4
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com