Cuaca Kalsel Hari Pertama Lebaran, Simak Prediksi BMKG…. Deretan Masjid di Banjarmasin yang Gelar Salat Id Pagi Ini, Tetap Prokes Ya! Malam Lebaran, Kebakaran Gegerkan Warga Kuin Banjarmasin! Ngenes! Mau Tutup, Pengunjung Duta Mall Banjarmasin Malah Menurun H-1 Lebaran, Puluhan Pemudik Diputarbalik di Pos Penyekatan Tabalong!

Pakar: Gempa Malang Karena Tumbukan Lempeng Eurasia-Australia

- Apahabar.com Sabtu, 10 April 2021 - 23:08 WIB

Pakar: Gempa Malang Karena Tumbukan Lempeng Eurasia-Australia

Gempa yang mengguncang Malang menyebabkan banyak bangunan rusak. Foto-Ist

apahabar.com, SURABAYA – Peneliti senior Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr Amien Widodo, menyebut gempa Malang terjadi akibat aktivitas zona subduksi yang terbentur akibat tumbukan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia.

Ia menyebut tumbukan lempeng tersebut terjadi sekitar 200 kilometer dari pantai selatan Jawa.

“Karena posisi tumbukan miring, maka sepanjang jalur tumbukan dua lempeng tersebut terjadilah gempa,” kata Amien yang juga dosen Departemen Teknik Geofisika ITS ini, dikutip dari detik.com, Sabtu (10/4).

Kejadian ini, kata Amien, adalah hal yang lumrah, mengingat letak geografis Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, gempa yang tidak berpotensi tsunami ini terasa hingga di 17 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang dan berpusat di Laut Banda yang berada di lepas pantai dengan kedalaman 25 kilometer.

“Titik gempa ini memang sudah lumrah menjadi penyebab terjadinya gempa di daerah sekitarnya,” kata Amien.

Tumbukan dua lempeng tersebut terus mengalami pergeseran dengan kecepatan mencapai 7 sentimeter per tahun. Pergeseran akan terus terjadi hingga ada bagian tumbukan yang pecah dan menimbulkan gempa.

“Jalur tumbukan ini berada dari daerah Banten hingga Banyuwangi,” kata dia.

Amien melanjutkan gempa berkekuatan magnitudo 6,1 ini tidak berpotensi tsunami, lantaran pergeseran lapisan terjadi secara horizontal.

Amien pun berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih waspada dan mengenali potensi-potensi bencana alam agar mampu meminimalisir korban jiwa.

“Indonesia terletak di daerah rawan bencana alam, maka masyarakat harus bisa mengenali ancaman-ancaman ini dan beradaptasi dengannya,” pungkas dia.

 

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nakes

Nasional

Hingga Akhir Januari, 493.133 Nakes Sudah Divaksinasi
Juliari Batubara

Nasional

Kasus Korupsi Bansos, Besok Sidang Perdana Penyuap Juliari Batubara
apahabar.com

Nasional

HIV/AIDS Papua Barat Kian Menyedihkan, Gubernur: Ayo Periksa
apahabar.com

Nasional

Cara Cek Pengumuman Hasil SNMPTN 2019
apahabar.com

Nasional

Kaltim Ibu Kota, Kadin Kalsel Soroti Kesiapan SDM dan Infrastruktur Kalsel
apahabar.com

Nasional

Natal dan Tahun Baru 2018: Intip Cara Pertamina Perkuat Distribusi BBM
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Salat Iduladha di Bogor Bersama Keluarga
apahabar.com

Nasional

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Barat Laut Melonguane Sulut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com