Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan Penumpang Kapal Feri Kotabaru-Batulicin Menyusut 60 Persen Rayakan HUT ke-60, Bank Bjb Gelar Promo di Ratusan Merchant Duh, Keripik Singkong Tanpa Label Usang Dijual Bebas di Banjarmasin Pj Gubernur Kalsel: Larangan Mudik Berlaku Lintas Provinsi dan Kabupaten

Pakar: Meski Pandemi, Jangan Lewatkan Vaksinasi Selain Covid-19!

- Apahabar.com Jumat, 23 April 2021 - 23:28 WIB

Pakar: Meski Pandemi, Jangan Lewatkan Vaksinasi Selain Covid-19!

Ilustrasi vaksin. Foto-Pexel

apahabar.com, JAKARTA – Pakar kesehatan mengingatkan terutama yang sudah dewasa tak abai pada vaksinasi lain di luar vaksin Covid-19.

Salah satunya, yakni vaksinasi influenza sebagai upaya mengurangi penyebaran virus influenza.

“Selama pandemi Covid-19, WHO merekomendasikan vaksinasi influenza untuk populasi rentan seperti tenaga kesehatan, lansia, anak kecil, ibu hamil, dan mereka yang mengalami kondisi medis kronis tertentu,” ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Immunologi RS Cipto Mangunkusumo, Samsuridjal Djauzi dalam sebuah acara daring, seperti dilansir Antara, Jumat (23/4).

Orang dewasa berisiko terkena penyakit karena adanya risiko penurunan daya tahan tubuh yang disebabkan oleh faktor usia, pekerjaan, gaya hidup, perjalanan, atau kondisi kesehatan. Dengan vaksinasi, seseorang dapat menurunkan peluang terkena penyakit tertentu.

Vaksin flu misalnya, dapat menurunkan risiko serangan jantung atau komplikasi berat pada penderita diabetes dan penyakit paru-paru kronis.

Selain itu, vaksinasi juga dapat menurunkan kemungkinan menyebarkan penyakit, terutama pada orang atau komunitas yang mungkin tidak bisa mendapatkan vaksin tertentu karena usia atau kondisi kesehatan mereka.

Tak hanya vaksin flu, Anda juga disarankan tidak melupakan pentingnya pemberian vaksin rutin lain untuk dewasa seperti Hepatitis A, Hepatitis B, Meningitis, Tdap dan PCV.

Hanya saja, Samsuridjal mencatat, selama pandemi terjadi penurunan vaksinasi secara umum, karena berbagai sebab antara lain ketakutan terpapar virus selama berada di fasilitas kesehatan, adanya pembatasan kerumunan dan kurangnya sumber daya manusia tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan.

Padahal, vaksin memiliki peranan penting untuk merangsang sistem imun membentuk antibodi yang bersifat spesifik. Kalaupun seseorang yang sudah divaksin masih terserang penyakit tertentu, maka diharapkan angka kesakitannya tak berat.

“Vaksin bekerja dengan cara membuat sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit tertentu secara efektif dan spesifik sehingga mencegah perkembangan penyakit atau mengurangi keganasan penyakit. Ini tidak hanya membantu melindungi individu, tetapi juga melindungi komunitas yang lebih luas dengan meminimalkan penyebaran penyakit,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro.

Mengomentari temuan terkait menurunnya cakupan vaksinasi, Sri mengaku khawatir kondisi ini memunculkan kejadian luar biasa (KLB) atau wabah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi terutama campak, polio dan difteri.

Agar hal ini tak terjadi, dia mengatakan imunisasi menjadi layanan kesehatan inti yang perlu diprioritaskan selama pandemi Covid-19.

Apabila penyedia layanan imunisasi terkena dampak negatif Covid-19, maka negara perlu merancang strategi untuk mengejar ketertinggalan vaksinasi untuk periode pasca pandemi dan membuat rencana yang mengantisipasi pemulihan secara bertahap.

Sri merekomendasikan strategi imunisasi selama pandemi antara lain: mengatur jadwal kedatangan supaya tidak berkumpul terlalu lama, periksa apakah ada kontak dengan orang yang terkena Covid-19, bila ada riwayat maka tunggu 14 hari.

Kemudian, apabila tidak ada kontraindikasi, lakukan imunisasi sesuai jadwal, sediakan hand sanitizer, menjaga jarak 1-2 meter selama berada di ruang tunggu fasilitas kesehatan, jauhi orang yang sedang batuk pilek.

“Strategi pemberian imunisasi mungkin perlu diadaptasi dan harus dilakukan dalam kondisi aman, tanpa membahayakan petugas kesehatan, pengasuh dan masyarakat,” pungkas Sri.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Rian D’Masiv Sahur Hanya dengan Segelas Susu
apahabar.com

Gaya

Dosen IPB Buat Formula Anti Penuaan Dini dengan Batang Nyirih
Google-Apple Berkolaborasi Buat Pelacak Penyebaran Covid-19, Jangkau 1/3 Warga Dunia

Gaya

Google-Apple Berkolaborasi Buat Pelacak Penyebaran Covid-19, Jangkau 1/3 Warga Dunia
apahabar.com

Gaya

Mengintip Busana Kolaborasi Ria Miranda dan CottonInk
apahabar.com

Gaya

Menginap di Best Western, Salat Subuh di Masjid Sabilal Muhtadin
apahabar.com

Gaya

HST Tertinggi Penyakit Hipertensi, Waspadai Penyebabnya
apahabar.com

Gaya

Oppo Segera Membawa Reno4 F ke Indonesia
apahabar.com

Gaya

Ini 5 Tanda Ayam Sudah Tak Layak Dikonsumsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com