Serangan Udara Israel di Gaza, Ratusan Warga Palestina Tewas H+3 Idulfitri, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Masih Sepi Bawa Sabu dari Kaltim, Warga HST Ditangkap di Pos Penyekatan Jaro Tabalong Banjir Satui Tanbu, Ratusan Warga Masih Mengungsi, Puluhan Ribu Terdampak Cuaca Cerah, Banjir di Satui Tanbu Berangsur Surut

Peluncuran Vaksin AS Picu Kenaikan Harga Minyak

- Apahabar.com Selasa, 13 April 2021 - 07:50 WIB

Peluncuran Vaksin AS Picu Kenaikan Harga Minyak

Kenaikan harga minyak juga dipicu oleh gerakan Houthi yang berpihak pada Iran di Yaman. Mereka dilaporkan telah menembakkan 17 drone dan dua rudal balistik ke Saudi, termasuk ke kilang Saudi Aramco di Jubail dan Jeddah. Foto: Reuters

apahabar.com, JAKARTA – Amerika Serikat telah memvaksinasi penuh 22 persen dari populasinya. Sedangkan Inggris dilaporkan telah mencapai 11 persen.

“Harga minyak naik hari ini sebagai hasil dari kemajuan dalam kampanye vaksinasi di AS, yang membantu rencana pengeluaran negara,” kata Louise Dickson, analis pasar minyak Rystad Energy, Selasa (13/4) dilansir Antara.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni dilaporkan naik 33 sen menjadi ditutup pada 63,28 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei bertambah 38 sen menjadi menetap di 59,70 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Namun, harga minyak mentah masih bergerak di kisaran sempit dalam tiga minggu terakhir, karena meningkatnya ekspektasi akan melonjaknya aktivitas ekonomi AS diimbangi oleh lambatnya tingkat vaksinasi di Eropa dan antisipasi pasokan tambahan dari Iran dalam beberapa bulan mendatang.

Meski begitu, negara-negara lainnya tidak bernasib baik. Seperti Prancis dan Jerman yang baru sekitar 6,0 persen divaksinasi.

“Momentum kenaikan (vaksinasi) di negara lain cukup menjanjikan, tetapi perbedaan besar tetap terjadi secara global,” tambah Dickson.

Selain itu, kenaikan harga minyak juga dipicu oleh gerakan Houthi yang berpihak pada Iran di Yaman. Mereka dilaporkan telah menembakkan 17 drone dan dua rudal balistik ke Saudi, termasuk ke kilang Saudi Aramco di Jubail dan Jeddah.

Tidak ada konfirmasi langsung dari Saudi. Saudi Aramco, perusahaan minyak milik negara, tidak berkomentar saat dihubungi oleh Reuters.

“Meskipun masih banyak alasan untuk menjadi bullish, pelaku pasar menjadi lebih berhati-hati karena infeksi telah melonjak di Eropa, India dan beberapa pasar negara berkembang, sementara peluncuran vaksin terbukti lebih lambat dari yang diperkirakan,” kata Stephen Brennock dari pialang minyak PVM.

India sekarang menyumbang satu dari setiap enam infeksi virus corona harian di seluruh dunia, dan kasus juga meningkat di bagian lain Asia.

“Dilihat dari kinerja harga, pasar minyak saat ini dalam keadaan seimbang, dengan faktor positif dan negatif saling mengimbangi,” kata Eugen Weinberg, analis energi di Commerzbank Research, dalam sebuah catatan.

Di satu sisi, harga minyak juga mendapat dukungan dari faktor eksternal seperti dolar AS yang lebih lemah. Dan toleransi risiko yang lebih tinggi di antara investor, ditambah disiplin produksi OPEC yang terus berlanjut menambahkan pembatasan yang sedang berlangsung untuk mobilitas dan rencana peningkatan signifikan dalam produksi OPEC+ membebani harga.

Permintaan minyak Asia tetap lemah dan beberapa pembeli telah meminta volume yang lebih rendah pada Mei, sebagian karena pemeliharaan kilang dan harga yang lebih tinggi.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada Minggu (11/4), Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan ekonomi AS berada pada titik perubahan di tengah ekspektasi bahwa pertumbuhan dan perekrutan akan dipercepat dalam beberapa bulan ke depan. Meski, menghadapi risiko pembukaan kembali terlalu cepat dan memicu kebangkitan kembali kasus Covid-19.

Di sisi pasokan, produksi minyak AS dari tujuh formasi minyak serpih utama diperkirakan naik untuk bulan ketiga berturut-turut, bertambah sekitar 13.000 barel per hari (bph) pada Mei menjadi 7,61 juta barel per hari.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

PT Telkom Agresif Modernisasi Jaringan untuk Persiapan Layanan 5G
apahabar.com

Ekbis

Indosat Luncurkan Asisten Google, Cara Baru Cari Informasi Lewat Telepon Gratis
apahabar.com

Ekbis

Bursa Saham Global Naik, IHSG Awal Pekan Ikut Menguat
Cicilan dan Sederet Kredit Ditangguhkan Jokowi, Berikut Aturannya

Ekbis

Cicilan dan Sederet Kredit Ditangguhkan Jokowi, Berikut Aturannya
apahabar.com

Ekbis

Sriwijaya Air Group Bantah Kabar Berhenti Beroperasi
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, BI Kalsel Siapkan Rp 3,5 Triliun Uang Pecahan Baru
apahabar.com

Ekbis

Mudahkan Belajar Daring, Telkomsel Perluas Inisiatif Paket Ilmupedia
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Perkasa, Menguat ke Rp14.715/USD
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com