Kucurkan Rp2 Miliar, Banjarmasin Tancap Gas Perpanjang PPKM Mikro Lagi, Polres Tabalong Tangkap Pemilik Senjata Api Ilegal Blakblakan Duta Mall Banjarmasin Terpaksa Tutup Selama Lebaran Viral Pria Bersajam Vs Polisi-Warga di Nagasari Banjarmasin, Pelaku Diancam Pasal Berlapis! Sidang Kedua, Eks Dirut Baramarta Kukuh Hasil Korupsi Dinikmati Berjemaah

Penetapan Rektor Uniska Ditunda, Anggota Senat Bentuk Tim Investigasi

- Apahabar.com Sabtu, 17 April 2021 - 18:15 WIB

Penetapan Rektor Uniska Ditunda, Anggota Senat Bentuk Tim Investigasi

Uniska. Foto-Bahaudin Qusairi/apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemilihan Rektor Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari periode 2021-2025 ditunda.

Setumpuk persoalan membuat penentuan orang nomor satu di Uniska tersebut terkatung-katung.

Dalam rapat senat dengan agenda pemilihan rektor pada 5 April 2021, petahana Abdul Malik berhasil unggul.

Acara yang berlangsung di Hotel Golden Tulip Banjarmasin tersebut belum tuntas karena salah satu calon rektor, yakni Sanusi, merasa keberatan.

Surat keberatan tersebut dilayangkan Sanusi pada Rabu (7/4) lalu.

Kemudian, untuk menindaklanjuti keberatan itu, pada 17 April anggota senat bersama anggota Yayasan Uniska MAB menggelar rapat terbatas di Hotel Best Western Banjarmasin.

Saat dikonfirmasi, Sanusi mengungkap dua poin keberatan dalam surat tersebut.

Pertama, kedua calon tidak diberi kesempatan menandatangani berita acara saat pemungutan suara di pemilihan rektor.

“Padahal tandatangan itu adalah pengakuan sah atau tidaknya pemilihan. Itu berlaku,” ujarnya.

Kedua, Sanusi merasa keberatan saat surat suara langsung dimusnahkan setelah pemungutan selesai.

“Padahal itu adalah dokumen negara yang harus dilindungi. Kalau itu dimusnahkan, berarti ada yang disembunyikan atau apa?,” ucapnya.

Sementara Ketua Senat Universitas, Hanafi Arief, menilai surat keberatan yang dilayangkan Sanusi memang perlu ditindaklanjuti.

Dia mengakui terdapat mal prosedural atau cacat prosedur dalam proses pemungutan suara calon rektor Uniska MAB.

“Kami dari senat mengakui bahwa banyak kelemahan dalam pemilihan calon rektor,” ungkapnya.

Selain itu, kata Hanafi, senat mendapat laporan tentang adanya kejanggalan administratif kepegawaian terhadap salah satu calon rektor.

Sayangnya, ia tidak ingin berbicara lebih jauh soal itu. Sebab, pihaknya masih perlu melakukan klarifikasi dengan membentuk tim investigasi.

“Tidak bisa disampaikan terlebih dahulu. Harus perlu diinvestigasikan,” singkatnya.

Atas hal ini, jadwal penetapan Rektor Uniska 2021-2025 yang seharusnya pada 10 April lalu terpaksa harus ditunda. Hanafi bilang tim investigasi butuh waktu sekira 7 hari untuk melakukan tugasnya.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Malam Ramadan, Polisi Obok-Obok Gudang Miras di Kotabaru Hulu
apahabar.com

Kalsel

Dihadiri Ratusan Jamaah, Ceramah Ustaz DR Firanda Andirja di Banjarmasin Dikawal Polisi
Gedung Idham Chalid di Kompleks Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru yang dipastikan menjadi lokasi SKD CPNSD Barito Kuala.

Kalsel

Tempat Sudah Pasti, CPNS Batola Tunggu Tanggal Seleksi
apahabar.com

Kalsel

TNI-Polri di Amuntai Tanam Pohon, Dandim : Cegah Banjir 
apahabar.com

Kalsel

Zulfa Asma Vikra Institut Sebut Banjir HSU Buntut Tambang Ilegal

Kalsel

Duh, Sekda Kapuas Tak Kunjung Dilantik, Ini Penyebabnya
apahabar.com

Kalsel

Baru Dilantik, Anggota DPRD Banjarbaru Alergi dengan Mahasiswa?
apahabar.com

Kalsel

Komisi I Desak SPBU ‘Nakal’ di Kalimantan Selatan Ditera Ulang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com