Serangan Udara Israel di Gaza, Ratusan Warga Palestina Tewas H+3 Idulfitri, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Masih Sepi Bawa Sabu dari Kaltim, Warga HST Ditangkap di Pos Penyekatan Jaro Tabalong Banjir Satui Tanbu, Ratusan Warga Masih Mengungsi, Puluhan Ribu Terdampak Cuaca Cerah, Banjir di Satui Tanbu Berangsur Surut

Percayakan Kesehatan di JKN-KIS, Warga HST Ini 3 Kali Ganti Status Kepesertaan

- Apahabar.com Sabtu, 17 April 2021 - 08:44 WIB

Percayakan Kesehatan di JKN-KIS, Warga HST Ini 3 Kali Ganti Status Kepesertaan

Yusbihani saat di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai. Foto-Feri for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Yusbihani (32) mempercayakan jaminan kesehatan keluarganya pada selembar kartu JKN-KIS yang digawangi BPJS Kesehatan.

Pemuda asal Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah (HST) yang baru menjadi PNS di Kabupaten Balangan ini rupanya sudah lama terdaftar pada JKN.

Dia pernah terdaftar sebagai peserta mandiri setelah keluar dari biaya tanggungan orang tuanya yang juga PNS. Itu sebelum Yusbihani berkeluarga.

Kemudian, dia juga pernah terdaftar pada segmen penerima bantuan iuran (PBI). Iuran bulanannya dibayar oleh pemerintah daerah sesuai domisilinya yang sudah teken jaminan kesehatan semesta atau UHC dengan BPJS Kesehatan.

“Karena sekarang PNS, jadi saya alihkan status kepesertaan menjadi segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Istri dan anak saya juga menjadi tanggungan saya,” kata Yusbihani saat mengurus administrasinya di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai baru-baru tadi.

Selain sebagai kewajiban seorang PNS, perubahan status kepesertaan itu juga dilakukan agar alokasi kepesertaan PBI bisa dialihkan kepada penduduk yang memerlukan.

Tidak hanya sebagai kewajiban, komitmen memiliki jaminan kesehatan itu dirasanya satu hal yang sangat penting dan harus. Terlebih jaminan itu merupakan program gotong-royong yang diselenggarakan pemerintah.

Sekalipun Yusbihani dan keluarganya jarang menggunakan KIS.

“Saya dan keluarga memang terbilang sangat jarang sekali menggunakan KIS ini, karena alhamdulillah kami sehat terus. Tetapi, kami tetap percayakan pada JKN-KIS ini,” terang Yusbihani.

Yusbihani tetap menjaga agar status kepesertaan JKN-KIS keluarganya tetap aktif. Hal itu dilakukan agar tidak ada kendala saat mendapatkan fasilitas kesehatan saat berobat.

“Sakit bisa kapan saja datang walaupun kita semua tentu tidak ingin mengharapkannya,” kata Yusbihani.

Terkait pelayanan, Yusbihani mengungkapkan, keseluruhan proses pelayanan di BPJS Kesehatan Cabang Barabai cukup baik dan memudahkannya.

“Pelayanannya dari awal sampai akhir sangat baik, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga pelayanan di petugas yang memproses, sangat mudah,” ucap Yusbihani.

Dia juga memgapresiasi BPJS Kesehatan yang terus melakukan perbaikan dan inovasi. Seperti aplikasi Mobile JKN untuk cek status kepesertaan dan Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (Pandawa).

“Itu sangat memudahkan layanan,” tutup Yusbihani.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Operasi Jantung Senilai 200 Juta Tanpa Biaya?
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Upaya BPJS Kesehatan Barabai Jaga Keberlangsungan JKN-KIS

BPJS Kesehatan Barabai

Biaya Melahirkan Istri Alfianur Dijamin, si Bayi Langsung Didaftarkan ke JKN-KIS
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Proses Melahirkan Caesar Beres, Ayah 5 Anak di Hantakan HST Andalkan KIS
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Cerita Mustofa, Pengayuh Becak yang Iuran Kesehatannya Dibayar Pemkab HST
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Warga HST Ini Rasakan Manfaat JKN-KIS BPJS Kesehatan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Cukup Lakukan Ini, Masyarakat Banua Anam Tak Perlu Repot ke Kantor BPJS Kesehatan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

UHC Kurang Dana Rp9 Miliar, DPRD HSU Kunjungi BPJS Kesehatan Barabai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com