Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Tetap Sekat Pemudik! Lucky Birthday Bjb 60versary Tawarkan Hadiah Jutaan Rupiah, Ayo Ikuti Promonya

Perjuangan Berat Maulana, Bocah di Kotabaru Jajakan Klepon Demi Keluarga

- Apahabar.com Rabu, 28 April 2021 - 17:39 WIB

Perjuangan Berat Maulana, Bocah di Kotabaru Jajakan Klepon Demi Keluarga

Maulana, bocah kelas 5 SD di Kotabaru rela jualan kue klepon siang malam untuk membantu ekonomi keluarga. Foto-Masduki

apahabar.com, KOTABARU – Warga Kotabaru tentu tidak asing dengan sosok bocah yang sering mangkal jualan kue klepon di lampu merah, pusat Kotabaru.

Informasi dihimpun apahabar.com, bocah itu tinggal di Mega Indah, Kecamatan Pulau Laut Utara. Ia bernama Maulana, berusia 11 tahun, dan masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar (SD).

Maulana bisa jualan kue, lantaran sampai saat ini sekolah belum bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka sebab masih pandemi.

Maulana, bocah luar biasa ini ternyata rela menjajakan kue Klepon siang malam karena faktor ekonomi keluarga, dan membantu orang tua.

Sang Ayah Maulana sendiri disebutnya bekerja sebagai buruh pencari batu, dan ibunya sebagai ibu rumah tangga.

“Saya tiap hari jualan bantu ibu. Dari pagi sampai menjelang buka puasa jualan di lampu merah. Lalu, malam hari jualan lagi jalan kaki keliling hingga jam dini hari,” ujar Maulana, tersenyum polos, dijumpai apahabar.com, Selasa (27/4) malam.

Maulana mengaku, sudah berjualan lebih setahun. Sementara per hari, ia membawa jualan kue klepon sebanyak 40 bungkus, dan per bungkusnya dijual dengan harga Rp10 ribu.

“Dari 40 bungkus itu, terkadang yang laku hanya 20 sampai 30 bungkus sehari, dan semua uangnya saya serahkan ke ibu untuk belanja,” ujar Maulana.

Sementara, yang bikin meleleh, selama pandemi Covid-19, dan bulan Ramadan, Maulana, yang punya cita-cita ingin jadi petugas pemadam kebakaran ini harus berjualan setiap hari, karena tuntutan orang tua.

“Saya harus jualan siang malam. Sebab, kalau saya mainan, saya dimarahi ibu. Saya harus jualan dulu, baru boleh mainan,” lirih, Maulana.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Temuan 20 Karung Sabu di Banjarmasin, Intip Kekecewaan Wali Kota
apahabar.com

Kalsel

Lawan Covid-19, Mahasiswa ULM Buat APD Khusus Tenaga Medis
apahabar.com

Kalsel

Reservoir IPA Ahmad Yani Dikuras, Pelanggan PDAM Bandarmasih Siap-Siap Krisis Air
apahabar.com

Kalsel

Tingkat Kesembuhan Capai 87 Persen, Pemprov Kalsel Berupaya Tekan Penularan Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Asyik Cari Korban Tenggelam di Barito Hulu, 5 Relawan Kesurupan!
apahabar.com

Kalsel

Pilu di Balik Puing Bangunan PAUD Terpadu Aisyiyah 2 Banjarmasin
Nakes

Kalsel

Dear Nakes Banjarbaru, Insentif Segera Dibayar
apahabar.com

Kalsel

RSUD Sultan Suriansyah Belum Bisa Layani Pasien JKN-KIS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com