Serangan Udara Israel di Gaza, Ratusan Warga Palestina Tewas H+3 Idulfitri, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Masih Sepi Bawa Sabu dari Kaltim, Warga HST Ditangkap di Pos Penyekatan Jaro Tabalong Banjir Satui Tanbu, Ratusan Warga Masih Mengungsi, Puluhan Ribu Terdampak Cuaca Cerah, Banjir di Satui Tanbu Berangsur Surut

Polda Kalsel Patroli di Wilayah PKP2B PT AGM Tapin

- Apahabar.com Jumat, 23 April 2021 - 16:15 WIB

Polda Kalsel Patroli di Wilayah PKP2B PT AGM Tapin

Lokasi bekas tambang ilegal di Tapin dipasang garis polisi, Jumat (23/4). Foto-apahabar.com/Sandy

apahabar.com, RANTAU – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan melakukan patroli untuk menjaga wilayahnya dari aktivitas penambang ilegal di salah satu perusahaan Tambang batubara di Kabupaten Tapin, Kamis (22/4).

Perwira Pengendali (Padal) Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Kalsel, AKP Sriyanto mengatakan pihaknya bersama anggota lainya melakukan patroli pemetaan lokasi yang rawan adanya penambang ilegal atau tanpa ijin (PETI).

“Sesuai arahan Kapolda Kalsel kami lakukan patroli ini di area PKP2B PT. AGM karena di sini adalah objek vital nasional, makanya kami ditugaskan di sini.

Pada tahun 2020 itu aktifitas PETI (penambang ilegal) sudah banyak yang berproses mungkin lebih dari 10 yang sudah inkrah,” ungkapnya.

Diketahui, PT. Antang Gunung Meratus (AGM) salah satu perusahan tambang batubara pemegang PKP2B yang memiliki luasan lahan mencakup Kabupaten Tapin, Banjar dan Hulu Sungai Selatan di Kalimantan Selatan.

“Sementara di Tahun 2021 aman. Tapi kita tetap melaksanakan kewajiban patroli rutin,” ujarnya.

Terpisah, Kuasa Hukum PT. AGM, Suhardi mengatakan sejak 2020 lalu tim satuan tugas pengamanan penambang ilegal di PT AGM tercatat ada 17 kasus yang dilaporkan.

“Ada 17 LP untuk khusus PETI, yang sudah divonis ada 14 sudah berkekuatan hukum tetap. Yang 3 nya itu masuk kawasan hutan dan sudah dilaporkan ke pihak polisi kehutanan,” ungkapnya.

Ia berharap kepada penegak hukum agar memberikan hukuman maksimal kepada para pelaku penambang ilegal mengingat karena olah lingkungan menjadi dampaknya.

“Lingkungan hingga aliran sungai menjadi dampaknya. Karena aktivitas mereka (penambang ilegal) melakukan pengerukan yang tidak sesuai dengan standar,” ujarnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Bupati Balangan Segera Diadili, Kuasa Hukum Siapkan Puluhan Saksi
apahabar.com

Kalsel

Sukseskan Haul Sekumpul ke-15, PLN Perkuat Sistem Pengamanan Listrik
Polres HSU

Kalsel

Sempat Nyebur ke Rawa, Pemilik Narkoba Ditangkap Polres HSU
apahabar.com

Kalsel

Respon Kemenag Tala, Jika Larangan Cadar dan Cingkrang Diterapkan
Covid-19

Kalsel

Update Covid-19 Tanbu, Total Sudah 1.444 Warga Terpapar
apahabar.com

Kalsel

Jembatan Runtuh di Tabalong, Anggota Kodim 1008 Tanjung Berjaga Dilokasi
apahabar.com

Kalsel

Kabar Terbaru Covid-19 di Tanbu: 1 Sembuh, 3 Positif
apahabar.com

Kalsel

Sipir Pengeroyok Napi di Tanjung Ketawa-Ketiwi Saat Ditahan, Keluarga Kecewa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com