Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

POPULER SEPEKAN: MTQ di Tanah Bumbu Ditunda hingga Ricuh di Subuh Keliling Denny Indrayana!

- Apahabar.com Minggu, 4 April 2021 - 12:55 WIB

POPULER SEPEKAN: MTQ di Tanah Bumbu Ditunda hingga Ricuh di Subuh Keliling Denny Indrayana!

Sebagian peserta yang terlanjur tiba di lokasi acara MTQN Ke-XXXII di Tanah Bumbu, Kalsel bakal dipulangkan secara bertahap. Foto: Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-XXXIII di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan mendadak ditunda. Penundaannya begitu menyita perhatian publik lantaran bertepatan di hari pergelaran.

“Dengan berat hati, dengan bersedih hati, maka kami nyatakan ditunda pelaksanaannya dan akan dilakukan secara virtual,” kata PJ Gubernur Kalsel Safrizal dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (3/4) sore.

Meningkatnya kasus Covid-19 jadi alasan utama event tahunan berskala nasional tersebut ditunda bahkan terancam batal digelar.

Sementara, kericuhan di safari subuh Denny Indrayana jadi berita terpopuler lainnya. Ya, tensi perpolitikkan di Kalimantan Selatan tengah memanas. Sebab, Mahkamah Konstitusi memutuskan agar pemilihan umum gubernur Kalsel digelar ulang. Utamanya, di sejumlah daerah yang terindikasi kecurangan. Yakni, Kota Banjarmasin, Kabupaten Tapin, dan Banjar.

Belakangan, ribut-ribut di ‘Subuh Keliling’ Denny tersebut berbuntut laporan polisi. Namun begitu, polisi sudah berjanji netral.

Lebih jauh, tewasnya seorang warga di Desa Danau Rawah, Kecamatan Mantangai juga jadi sorotan pembaca sepekan. Maklum, pemuda itu tewas akibat senjata tajamnya sendiri.

Tak kalah bikin mengernyitkan dahi pembaca ialah temuan jasad terlilit rumput yang diduga korban pembunuhan di Kompleks Serai, Kota Banjarmasin. Berikut 5 berita terpopuler sepekan ini:

1. MTQ Nasional Ditunda

Ratusan Kafilah Positif Covid-19, MTQN ke-33 di Tanbu Ditunda

MTQ Nasional ke-XXXIII di Tanah Bumbu mendadak ditunda. Melonjaknya kasus terinfeksi Covid-19 jadi alasan utama. Tak cuma peserta, para panitia juga dinyatakan terinfeksi virus berukuran 125 nanometer tersebut.

Hasil swab PCR, ratusan kafilah MTQ dinyatakan positif Covid-19. Meminjam data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel per 1-2 April, terdapat 170 orang terkonfirmasi Covid-19 dari 1.168 yang diperiksa. Sementara, 19 orang dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) juga dilaporkan ikut terjangkit.

Dari jumlah tersebut, Tabalong menjadi daerah penyumbang pasien Covid-19 terbanyak dengan 54 orang positif, disusul Kota Banjarbaru 48 orang, Kabupaten Tapin 12 orang.

Informasi terbaru yang diperoleh apahabar.com, saat ini Pemprov menunggu kepastian dari LPTQ. Sedangkan, kepanitiaan yang terbentuk di Tanah Bumbu baru akan menggelar rapat esok untuk menentukan nasib MTQ ke-XXXIII.

Sebagai pengingat, pembukaan MTQ ke-33 semula akan dilakukan pada Sabtu malam di Kabupaten Tanah Bumbu. Acara akan berlangsung hingga 9 April mendatang.

Salah satu syarat yang diajukan Pemprov Kalsel yakni peserta wajib mengantongi hasil swab PCR negatif untuk ikut meramaikan agenda ini.

“Mencermati hasil Swab PCR dan kondisi lain, maka berdasarkan Inmendagri nomor 6 tahun 2021, bahwa Kalsel dimasukkan sebagai daerah prioritas pemberlakuan PPKM Mikro. Di mana salah satu poinnya adalah pembatasan kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan sosial dan budaya,” terang Safrizal.

Dia menegaskan keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi yang wajib dipatuhi. Penundaan ini juga berdasarkan hasil keputusan bersama dengan Forkopimda Kalsel dan Tanah Bumbu, serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ).

“MTQ adalah salah satu wahana atau sarana dalam rangka syiar islam. Ini sangat tinggi dan dihargai, sama pentingnya seperti menjaga keselamatan para peserta, serta masyarakat di Tanah Bumbu dan seluruh Kalsel,” ucapnya.

Terkait pelaksanaan MTQN secara virtual, Safrizal belum bisa memastikan kapan akan digelar. Pihaknya masih menunggu hasil laporan yang nanti disampaikan oleh LPTQ, terkait tata cara perlombaan.

“Walaupun terasa kurang gegap gempitanya, namun tidak mengurangi hikmah dari MTQ. LPTQ akan segera melaporkan kepada Pj Gubernur, kapan siap untuk pelaksanaan MTQ secara virtual dari kabupaten masing-masing dan nanti dewan juri dengan protokol kesehatan dapat berkumpul pada satu tempat setelah dilakukan Swab PCR,” ungkap pria asal Aceh ini.

Untuk diketahui, sebagian peserta atau kafilah yang akan bertanding dalam MTQN sudah berangkat menuju lokasi kegiatan acara.

Menurut Safrizal, nantinya sebagian dari mereka yang dinyatakan negatif Covid-19 akan dipulangkan ke kabupaten masing-masing secara bertahap.

” Sementara yang positif akan dirawat atau dikarantina di tempat isolasi mandiri atau isolasi terpusat di Tanbu sampai dengan sembuh. Kalau dalam keadaan positif dipulangkan akan bahaya dan penyebarannya berlanjut,” imbuhnya.

Dia mengimbau kepada peserta yang belum berangkat menuju lokasi acara agar dapat menunda perjalanannya.

“Ada beberapa bupati yang melaporkan akan segera berangkat. Kami minta untuk tidak usah dan kembali ke tempat masing-masing,” sambungnya.

2. Ricuh Subuh Keliling Denny

Siapa Sosok Aman? Seteru Jurkani di Ricuh ‘Subuh Keliling’ Denny Indrayana

Safari subuh penantang petahana di Jalan Prona 1, Pemurus Baru, Banjarmasin Selatan mendapat gangguan. Koordinator Hukum Denny-Difriadi (H2D) terlibat cekcok dengan warga setempat bernama Aman di Masjid Nurul Iman, Rabu (31/3) pagi.

Dari video yang beredar, baku hantam yang melibatkan Aman dengan Jurkani hingga akhirnya berhasil dilerai warga itu tampak dipicu hanya karena persoalan sepele. Terlebih, Aman mengaku sebagai warga biasa. Dugaan pemukulan pun lebih mengarah ke Jurkani yang hendak membuka masker Aman.

“Gerak-geriknya mencurigakan jadi saya tanya siapa dia. Untuk apa saya tiba-tiba memukul orang? justru saya yang ditendang dan dipukul,” ujar Jurkani ditemui media ini di Mapolresta Banjarmasin. Ya, buntut ribut-ribut itu, Aman memolisikan Jurkani.

Dari beberapa fakta yang diungkap H2D, terungkap jika Aman diduga adalah tim pemenangan BirinMu saat Pilgub Kalsel 2020 yang terpaksa diulang karena Mahkamah Konstitusi (MK) menemukan sejumlah pelanggaran pemilu. PSU dijadwalkan digelar 9 Juni mendatang.

Dugaan itu terlontar dari H2D setelah menemukan sejumlah kejanggalan, antara lain foto spanduk BirinMu yang terpampang di rumah Aman.

Rumah Aman berjarak selemparan batu dari Masjid Qomarudin, tempat di mana Denny Indrayana menunaikan salat subuh. Dari masjid itu, Denny mengawali safari subuhnya di Masjid Nurul Iman untuk mendatangi sejumlah warga yang sudah menunggu kehadirannya. Sebagai informasi, wilayah itu dikenal sebagai basis BirinMu.

Dari Masjid Qomarudin, rombongan Denny diduga sudah dibuntuti sejumlah orang termasuk Aman. Sekitar pukul 06.30, Jurkani melihat segerombolan orang mondar-mandir di lingkungan itu yang ia duga adalah preman. Mereka sebut Jurkani tampak sudah mengawasi lingkungan masjid sejak dini hari.

“Lalu dua orang mondar-mandir di halaman masjid dan masuk satu orang, satu orang tetap di luar,” ujar Jurkani.

Yang membuatnya heran, Aman masuk ke masjid ketika ceramah hampir usai. Belum cukup, saat melapor ke Mapolres Banjarmasin terkait dugaan pemukulan oleh Jurkani, Aman tampak didampingi Ricky Teguh sebagai penasihat hukum.

Belakang diketahui, Ricky merupakan salah satu dari Tim Hukum BirinMU saat bersengketa di Bawaslu Kalsel. Hal itu kian mempertegas siapa Aman sebenarnya. Lantas apakah benar Aman Tim Sukses BirinMU?

Dalami Kasus Pemukulan Tim Sukses H2D, Polisi Janji Objektif

Pertanyaan itu coba disodorkan kepada Andi Syafrani. Andi salah satu Tim Hukum BirinMu. Andi tegas membantah. Ia menyatakan bahwa Aman bukan dari Tim Sukses BirinMu.

“Iya dong (bukan tim sukses, red),” ujar Andi dihubungi media ini, Kamis (1/4).

Mengapa demikian? ujar Andi perlu dipahami masyarakat. Bahwa di tahapan pemungutan suara ulang (PSU) aturan pemilu sudah jelas: tak ada lagi kampanye. Menjadi aneh jika ada disebut tim kampanye atau tim sukses dalam tahapan PSU.

“Karena itu tidak memenuhi ketentuan. Bahwa tidak ada lagi berdasarkan ketentuan ini tim kampanye, karena tidak ada kampanye,” ucapnya.

Menanggapi Ricky Teguh yang menjadi penasihat hukum Aman saat membuat laporan di Mapolres Banjarmasin, menurut Andi itu hal yang biasa. Sah-sah saja.

Pasalnya, setiap orang memiliki hak untuk menunjuk kuasa hukumnya. Dan sebelumnya si pengacara punya hak memilih kliennya.

“Itu hak setiap advokat juga untuk melakukan pembelaan, termasuk hak korban untuk mengangkat siapa yang menjadi kuasanya,” jelasnya.

Andi pun keberatan jika permasalahan ini selalu dihubung-hubungkan dengan BirinMu. Dikatakannya pihaknya juga bisa menyebut bahwa H2D melibatkan timnya dalam perkara itu.

“Kalau dihubung-hubungkan, tim kami juga bisa. Kenapa yang bicara di sebelah saja Jurkani. Kan sama saja. Kenapa tim kuasa hukum mereka (Muhamad Raziv Barokah, red) melakukan respons,” katanya.

Termasuk soal adanya pernyataan Raziv bahwa bahwa kericuhan yang terjadi di Masjid Nurul Iman terkesan terorganisir, menurut Andi itu harus dibuktikan secara hukum.

“Kalau itu dilihat dari fakta yang ada. Fakta hukumnya kan jelas. Kenapa sampai terjadi pemukulan. Fakta pemukulan kan ada, motifnya apa ya itu harus dikejar,” bebernya.

Lebih jauh dikatakan Andi, adanya pelarangan kampanye pada saat PSU mengakibatkan munculnya “penyelundupan kampanye”.

Kericuhan yang terjadi di Masjid Nurul Iman kemarin merupakan ekses dari adanya pelarangan kampanye di PSU.

“Karena ada pelarangan, sehingga kegiatan salat pun akhirnya dipahami dari bagian dari kampanye. Ini jadi sesuatu yang aneh,” katanya.

“Ada kesan yang salat di situ hanya pendukung saja. Ini kan tidak sehat akhirnya kan masyarakat terkotak-kotak dengan kegiatan-kegiatan. Apalagi di tempat ibadah. Jelas itu tindakan tidak baik,” tambahannya.

Sehingga menurut Andi, untuk kasus ini harus diproses secara hukum. Dan laporan yang ada harus ditindaklanjuti oleh penegak hukum.

3. Senjata Makan Tuan

Senjata Makan Tuan! Pria Kapuas Tewas Akibat Sajam Sendiri

Senjata makan tuan, begitulah kronologi dugaan pembunuhan di Dusun Tapian Karahau, Desa Sei Gita Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalteng.

RK (33), warga Desa Danau Rawah, Kecamatan Mantangai yang menjadi korban, tewas akibat senjata tajamnya sendiri, setelah ngamuk di depan rumah MS.

Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti melalui Kasat Reskrim AKP Kristanto Situmeang pada, Kamis (1/4) di Mapolres Kapuas mengurai ihwal pertumpahan darah itu.

Kejadian berawal, Selasa (30/3) sekitar pukul 22.30 WIB, RK datang ke rumah tersangka MS di Dusun Tapian Karahau RT 01 Desa Sei Gita, Mantangai.

Entah kenapa, korban lalu mengamuk di rumah tersangka sambil membawa senjata tajam (sajam). Bahkan ia menantang MS untuk berkelahi di depan rumahnya.

Korban melayangkan senjata tajam yang dibawa ke arah tersangka. MS pun berusaha menyelamatkan diri dengan melakukan perlawanan.

Sambil menghindar, tersangka berusaha merebut senjata tajam dari tangan korban.

Saat perebutan senjata tajam itu, tersangka mengarahkan sajamnya ke arah tubuh korban, dan mengenai tangan sebelah kirinya.

“Kemudian sajam tersebut ditarik oleh terlapor, sehingga luka pada tangan korban semakin membesar yang mengakibatkannya meninggal dunia lantaran banyak mengeluarkan darah,” kata Kristanto.

Tersangka diamankan aparat kepolisian di rumahnya, Rabu (31/3) sekitar pukul 16.30 WIB.

“Tersangka beserta barang bukti sudah kita amankan untuk proses lebih lanjut,” ujar Kristanto.

Perbuatan tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHPidana tentang tindak pidana barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.

4. Lowongan BUMA

Hore! PT BUMA Buka Lowongan Kerja di Tabalong dan Balangan

Lowongan kerja yang bakal dibuka oleh PT BUMA ternyata cukup disambut antusias oleh warga khususnya di Tabalong. Maklum, 31 Juli nanti kontrak kerja sama PAMA dengan ADARO bakal segera berakhir.

“Sehubungan dengan penambahan target produksi PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), membuka lowongan pekerjaan dengan posisi Operator dan Kualifikasi Mekanik , Welder, Electrician,” ujar Project Manager PT BUMA, Wella Sukamto, dalam suratnya yang ditujukan kepada kepala Disnaker Kabupaten Tabalong dan Balangan, Rabu 31 Maret 2021.

Untuk posisi operator syaratnya, pendidikan minimal SMA/STM sederajat, laki-laki usia maksimal 40 tahun, memiliki sertifikat operator pengalaman kerja minimal 2 tahun dan memiliki SIM BII yang masih berlaku serta memiliki KTP.

Sementara bagi Kualifikasi Mekanik , Welder, Electrician, syaratnya pendidikan minimal SMA/STM sederajat, laki-laki usia maksimal 40 tahun, pengalaman kerja minimal 2 tahun, memiliki sertifikat mekanik untuk welder wajib memiliki sertifikat juru las dari instansi dan memiliki KTP

Selain itu,tidak terikat hubungan kerja dengan perusahaan atau instansi lain, tidak dalam proses hukum dan atau status hukuman pidana, sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba dan obat-obatan terlarang, bersedia mengikuti proses recruitment PT. Bukit Makmur Mandiri Utama dan Bersedia mematuhi peraturan perusahaan.

Adapun waktu pengumpulan lamaran maksimal tanggal 14 April 2021 di Kantor Disnaker setempat.

Superintendent IER BUMA,SG Sinaga, membenarkan adanya surat pemberitahuan lowongan pekerjaan tersebut.

“Ia benar, surat tersebut memang dari BUMA, ” ujarnya singkat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Rabu (31/3).

Sebagai pengingat, BUMA bakal merekrut karyawan secara besar-besaran di Tabalong jika PAMA tidak memperpanjang kontrak sejumlah karyawannya.

Salah satu kontraktor pertambangan batu bara terbesar di Indonesia itu berjanji memprioritaskan tenaga lokal. Selaku kontraktor pertambangan, PAMA memiliki sebanyak 2.800 karyawan. Itu belum termasuk jumlah karyawan di subkontraktor mereka, dan tenaga kontrak mereka.

Artinya sejak Juli 2021 mendatang, segala pekerjaan PAMA yang berhubungan dengan pertambangan akan diambil alih BUMA.

Sementara pekerjaan angkutan batu bara melewati jalan hauling ADARO ke Pelabuhan Kelanis tidak dilanjutkan PT BUMA.

5. Jasad Terlilit Rumput

Mayat Terlilit Rumput di Banjarmasin Timur Diduga Korban Pembunuhan, Polisi: Masih Didalami

Meski ditemukan sejumlah kejanggalan, sampai hari ini kabut misteri masih menyelimuti kematian Bayu Marfian (27), warga Mantuil, Banjarmasin Selatan.

Sebagai pengingat, jasad Bayu ditemukan terbenam di areal rawa ujung Kompleks Serai, Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin Timur, Senin 29 Maret kemarin.

Dari bau menyengat yang dicium sejumlah relawan, kuat dugaan jika jasad Bayu sudah berhari-hari di sana. Saat ditemukan jasad masih tampak utuh mengenakan kaus lengan panjang dan celana jeans. Di tubuhnya, tak ada selembar pun kartu identitas. Isi tas, hanya berisi kabel charger handphone.

Jasad Bayu yang sudah terlilit akar rumput dan semak belukar itu kali pertama ditemukan oleh Syamsir. Menjelang petang, Syamsir dan ketiga rekannya sedang asyik memancing.

“Ada kaki yang mengapung dikelilingi semak-semak,” ujar warga Sungai Miai ini kepada apahabar.com di lokasi kejadian. Sejurus kemudian, ia melaporkannya ke RT setempat.

Bayu adalah warga Kalimantan Tengah yang berdomisili di kawasan Mantuil, Banjarmasin Selatan. Ia terakhir terlihat pada Kamis (24/3) silam atau lima hari sebelumnya jasadnya ditemukan sejumlah warga yang memancing di areal rawa Kompleks Serai. Kejanggalan muncul usai ditemukan seperti bekas jeratan tali pada lehernya.

Selain itu, Anang Fadli juga mengaku tak mencium bau menyengat sebelum tubuh Bayu ditemukan di semak belukar rawa tersebut. Padahal rumah ketua RT itu hanya berjarak selemparan batu dari lokasi penemuan jasad. Warga sekitar pun sebut dia tampak tenang-tenang saja.

“Gang Serai ini buntu, heran juga jika korban bisa sampai ke lokasi ini. Warga kami juga dalam beberapa hari sebelum menemukan tidak ada mendengar keributan atau kegaduhan bahkan teriakan, kemungkinan saja dia masuk ke Gang ini malam hari,” katanya.

Usai jasad teridentifikasi sebagai Bayu Marfian, warga langsung bergegas melacak hilir-mudik warga lewat kamera pengawas. Rekaman CCTV mendapati tiga lelaki tak dikenal keluar dari dalam kompleks sekitar pukul 00.00, Sabtu 27 Maret, atau dua hari sebelum jasad Bayu ditemukan.

Warga mencurigai gerak-gerik ketiganya. Terlebih, dua di antaranya keluar dalam kondisi basah kuyup. Seorang lagi tampak mendorong sepeda motor yang sebelumnya dikemudikan mereka.

“Ada tiga orang tak dikenal menaiki satu unit sepeda motor masuk ke dalam kompleks. Kemudian keluar pada pukul 02.00 dengan baju yang basah dan kendaraannya hanya didorong,” bebernya.

Soal dugaan Bayu tewas dibunuh, polisi belum bisa banyak bicara. Hasil pemeriksaan dari rumah sakit belum ke luar.

“Kita masih melakukan penyelidikan,” singkat Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Alfian Tri Permadi dihubungi terpisah.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

KSOP 1 Banjarmasin Pastikan Gelombang Laut Rendah
apahabar.com

Kalsel

Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Terganggu, Agenda Keberangkatan dan Kedatangan pun Delay
apahabar.com

Kalsel

Politeknik Batulicin Perpanjang Pendaftaran, Silakan Pilih 4 Program Studi
apahabar.com

Kalsel

Musim Penghujan, Dinkes Banjarmasin Ingatkan 3M untuk Cegah DBD  
apahabar.com

Kalsel

Haul Sultan Sulaiman Rahmatullah, Andin Sofyanoor Disambut Hangat Alim Ulama
apahabar.com

Kalsel

BPBD Segera Pasok Logistik untuk Korban Kebakaran di Batulicin
apahabar.com

Kalsel

6 Pelamar CPNS Disabilitas Batola Bertarung di Jalur Umum
apahabar.com

Kalsel

Catatan Manis Iptu Alam Sakti Swara Sebelum Purna Tugas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com