Kucurkan Rp2 Miliar, Banjarmasin Tancap Gas Perpanjang PPKM Mikro Lagi, Polres Tabalong Tangkap Pemilik Senjata Api Ilegal Blakblakan Duta Mall Banjarmasin Terpaksa Tutup Selama Lebaran Viral Pria Bersajam Vs Polisi-Warga di Nagasari Banjarmasin, Pelaku Diancam Pasal Berlapis! Sidang Kedua, Eks Dirut Baramarta Kukuh Hasil Korupsi Dinikmati Berjemaah

Presiden Jokowi Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Tercapai

- Apahabar.com Kamis, 29 April 2021 - 08:51 WIB

Presiden Jokowi Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Tercapai

Presiden Joko Widodo memberikan arahan secara virtual kepada kepala daerah se-Indonesia dari Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4/2021). Foto-Antara/Ho-Biro Pers Sekretariat Presiden.

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis target pertumbuhan ekonomi tahun 2021 sebesar 4,5-5,5 persen tercapai.

Hal itu dikarenakan lantaran sejumlah parameter pemulihan ekonomi menunjukkan hasil menggembirakan.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan arahan secara virtual kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia pada Rabu (28/4), sebagaimana video yang diunggah melalui Youtube Sekretariat Presiden, di Jakarta, Kamis (29/4).

“Kenapa kita optimistis? Karena sudah kelihatan sekarang pabrik, industri, atau manufaktur sudah bergerak. Itu tercermin di dalam yang namanya purchasing manager index yang sebelum pandemi itu berada di angka 51 sekarang justru berada di atas kenormalan sebelum pandemi, yaitu di angka 53,2,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir Antara.

Kondisi serupa diperoleh dari tingkat konsumsi listrik baik industri, rumah tangga, maupun pemerintahan, juga kenaikan terhadap impor barang modal yang diperlukan untuk menggerakkan sektor industri hingga sebesar 33,7 persen setelah sebelumnya mencatat nilai negatif.

Demikian pula dengan kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen dari sebelumnya 84,9 yang kini telah berada di angka 93 serta Indeks Penjualan Ritel yang juga meningkat di bulan Maret ini.

“Artinya ada demand di situ, ada permintaan di situ, ada belanja di situ, ada konsumsi. Kelihatan di Indeks Penjualan Ritel,” tuturnya.

Oleh sebab itu, untuk menjaga momentum positif tersebut, Presiden Joko Widodo mengingatkan kepala daerah untuk menyegerakan belanja APBD, khususnya belanja modal.

Kepala Negara mencermati bahwa per akhir Maret lalu, belanja modal baru terealisasi sebesar 5,3 persen. Padahal, menurutnya, perputaran uang yang dihasilkan melalui belanja modal tersebut akan sangat menentukan pertumbuhan ekonomi.

“Jadi transfer dari pusat ke daerah itu tidak dibelanjakan, tapi ditaruh di bank. Ini yang menyebabkan nanti mengerem laju pertumbuhan ekonomi. Akhir Maret saya lihat di perbankan daerah ada Rp 182 triliun. Tidak segera dibelanjakan,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, bantuan sosial untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi menurutnya, juga harus segera disalurkan. Konsumsi masyarakat melalui sejumlah bantuan tersebut, kata Presiden Jokowi, selain dapat membantu masyarakat, nantinya juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Yang saya lihat per April kemarin yang sudah tersalurkan baru 32 persen. Masih kecil sekali, baru Rp1,5 triliun. Angka-angka seperti ini selalu saya ikuti, sehingga saya ingatkan kembali karena itu penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” ujar Kepala Negara.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

tilang

Nasional

Tilang Elektronik Nasional Dimulai Maret 2021
apahabar.com

Nasional

10 Narapidana Lapas Abepura Kabur
apahabar.com

Nasional

Edhy Prabowo Hadapi Sidang Dakwaan Kasus Suap Ekspor Benur Hari Ini
apahabar.com

Nasional

Cek Situs BUMN, 11 Ribu Lowongan Kerja Bakal Dibuka
apahabar.com

Nasional

Pengakuan Pelaku Vandalisme Mushala di Tangerang, Coret Dinding dan Sobek Alquran, Polisi Dalami Motif
apahabar.com

Nasional

Terbang Bersama Garuda Wajib Punya Ini
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Segenap Bangsa Harus Bekerja Sama untuk Wujudkan Indonesia Sentris
apahabar.com

Nasional

Dipecat dari TNI, Pelaku Pencabulan Anak Diserahkan ke Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com