Jelang Imsak, Jago Merah Ngamuk di Ratu Zaleha Banjarmasin Kebakaran di Ratu Zaleha Banjarmasin: 2 Bangunan Hangus, Relawan Dilaporkan Luka Bakar Tangkap Bupati Nganjuk, KPK Sita Tumpukan Duit Rp 50-100 Ribu Motor Vs Motor di Paharuangan Kandangan, Pemuda Simpur Tewas Seketika Duduk Perkara Viral Pria Bersajam Ngamuk di Nagasari Banjarmasin hingga Bergumul dengan Polisi

Presiden Jokowi Sebut Pengendalian Covid-19 Kunci Bergeraknya Kembali Ekonomi

- Apahabar.com Rabu, 21 April 2021 - 09:07 WIB

Presiden Jokowi Sebut Pengendalian Covid-19 Kunci Bergeraknya Kembali Ekonomi

Presiden Joko Widodo menyaksikan penyuntikan vaksin Covid-19 untuk aktor Nicholas Saputra sebagai perwakilan seniman dan budayawan yang mendapat vaksinasi di Galeri Nasional Indonesia Jakarta, Senin (19/4/2021). Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden/Agus Suparto via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan pengendalian kasus Covid-19 menjadi kunci bergeraknya perekonomian Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi mencatatkan angka yang optimistis. Sementara tren kasus harian Covid-19 terus menurun,” kata Presiden Jokowi di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (21/4).

Presiden Jokowi menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 minus 2,1 persen.

“Kita hanya kalah dari RRT yang plus. Yang lainnya, AS, Jepang, Jerman, Italia, Prancis itu minus banyak semuanya,” ujar Presiden Jokowi.

Saat ini, Kepala Negara menambahkan angka kasus harian Covid-19 berada di kisaran 4.000 hingga 5.000, atau jauh menurun bila dibandingkan pada Januari-Februari lalu yang masih di atas 10 ribuan.

“Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat skala Mikro masih menjadi kunci pengendalian Covid-19,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi berharap kondisi ini dapat dijaga dan ditingkatkan terus sehingga pertumbuhan ekonomi bisa terus bergerak ke arah positif.

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam menyambut momentum Hari Raya Idulfitri 2021 ini, Presiden Jokowi meminta masyarakat untuk benar-benar mematuhi larangan mudik yang sudah ditetapkan pemerintah.

Menurut Presiden, larangan mudik ini dinilai penting demi mencegah lonjakan kasus seperti yang terjadi pada Januari-Februari 2021 lalu.

“Pertumbuhan ekonomi kita sudah bagus, jangan diganggu Covid-19 lagi,” kata Presiden.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, lanjut Presiden, peningkatan mobilitas masyarakat di masa libur telah menyebabkan terjadinya peningkatan angka kasus harian Covid-19.

Presiden mencatat misalnya pada libur Idulfitri 22-25 Mei tahun lalu, rata-rata kasus positif naik sebesar 68 hingga 93 persen.

Kemudian masa libur Tahun Baru Islam pada 20-23 Agustus 2020, rata-rata kasus positif naik sebesar 58-119 persen.

Sementara itu libur memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 Oktober-1 November 2020, juga telah meningkatkan angkanya sebesar 37-95 persen.

Karena itu, Presiden Joko Widodo pun mendorong larangan mudik ini terus disuarakan berkali-kali kepada masyarakat.

“Ini [larangan mudik] diperlukan karena menurut survei yang kita lakukan, ada 11 persen masyarakat yang masih berkeinginan untuk mudik tahun ini,” jelas Presiden.

Bila dikonversi, angka survei 11 persen itu sama dengan 17 juta jiwa, Presiden menambahkan.

“Kalau mudik tidak dilarang, hitung-hitungan kami bakal ada lonjakan angka menjadi 120 ribu hingga 140 ribu kasus Covid-19 per hari. Jadi memang harus kita tekan terus,” tutup Presiden.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Horeee, Temuan Vaksin Bikin Rupiah Berpeluang Menguat
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Ungkap Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19
apahabar.com

Nasional

Ratusan Hewan di Medan Zoo Terancam Kelaparan Akibat Pandemi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Rencana Detail Vaksinasi Covid-19 Siap dalam 2 Pekan
apahabar.com

Nasional

Habib Rizieq Shihab Didenda Rp 50 Juta, Simak Isi Lengkap Suratnya

Nasional

Sah! Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro hingga 8 Maret 2021
PPKM

Nasional

Tangani Covid-19, Jokowi Minta PPKM Berbasis Mikro
apahabar.com

Nasional

Tanggapan Kepala BKKBN Terkait Usia Nikah 19 Tahun yang Disahkan DPR
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com