Kucurkan Rp2 Miliar, Banjarmasin Tancap Gas Perpanjang PPKM Mikro Lagi, Polres Tabalong Tangkap Pemilik Senjata Api Ilegal Blakblakan Duta Mall Banjarmasin Terpaksa Tutup Selama Lebaran Viral Pria Bersajam Vs Polisi-Warga di Nagasari Banjarmasin, Pelaku Diancam Pasal Berlapis! Sidang Kedua, Eks Dirut Baramarta Kukuh Hasil Korupsi Dinikmati Berjemaah

PUPR Respons Curhat Pembayar Pajak Terbesar Kedua Kalsel

- Apahabar.com Selasa, 20 April 2021 - 13:17 WIB

PUPR Respons Curhat Pembayar Pajak Terbesar Kedua Kalsel

Pengendara melintas pelan di samping satu unit truk yang terperosok di Jalan Gubernur Sarkawi yang rusak di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (8/2). Pasca-banjir Ruas jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan dengan Provinsi Kalimantan Tengah tersebut rusak parah akibatnya aktivitas ekonomi terganggu karena menurut pengakuan sopir truk, mereka harus berjibaku bahkan sampai tiga hari lamanya untuk melintas di jalan yang merupakan akses utama angkutan barang. Foto: Bayu Pratama/Antara

apahabar.com, BANJARBARU – Tersendatnya distribusi elpiji akibat ‘jalan bubur’ Gubernur Syarkawi mendapat respons dari Dinas Pekerjaan Umum, dan Penataan Ruang Kalimantan Selatan (PUPR Kalsel).

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib lebih dulu menjelaskan jika Jalan Gubernur Sarkawi sebenarnya bukan ranah pihaknya.

“Itu bukan ranah kita [Pemprov], tapi balai jalan. Karena itu merupakan jalan nasional,” ujarnya kepada apahaabr.com.

Yasin enggan memberikan komentar terlalu jauh mengenai rusak parahnya jalan tersebut mengingat bukan domain pihaknya.

“Silakan konfirmasi ke balai jalan saja,” ujarnya.

Meski begitu, Toyib memastikan Dinas PUPR Kalsel bakal mengebut perbaikan Jembatan Sungai Salim.

Jika jembatan penghubung Banjarmasin-Hulu Sungai itu rampung maka pendistribusian barang akan segera lancar.

“Tak menumpuk di Jalan Gubernur Sarkawi saja,” ujarnya.

Untuk diketahui, realisasi pembangunan fisik Jembatan Sungai Salim itu telah mencapai 98 persen.

PUPR Kalsel

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib

Sebelumnya, Ketua Hiswana Migas Kalsel Saibani blakblakan mengenai besaran setoran pajaknya ke pemerintah daerah.

Setiap tahun, pihaknya menggelontorkan Rp700 miliar untuk pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB). Itu belum termasuk pungutan 7,5 persen dari setiap liter kucuran BBM yang masuk ke tangki kendaraan.

Di Kalsel, kata dia, pajak yang disetorkan Hiswana dan Pertamina adalah yang terbesar kedua setelah tambang batu bara. Namun demikian, infrastruktur jalan masih mengecewakan. Ambil contoh, Jalan Gubernur Syarkawi. Distribusi elpiji subsidi maupun nonsubsidi tersendat sejak awal April lalu.

“Pemerintah jangan meminta saja, kami kontribusi pada pemerintah Rp600-700 miliar per tahun. Satu bulannya Rp 50-60 miliar kita setor pada pemerintah lewat Bank BPD Kalsel,” ungkap Ketua Hiswana Migas Kalsel, Saibani, Minggu (18/4).

Hampir Rampung, Realisasi Fisik Jembatan Mataraman Capai 98 Persen

Jalan Gubernur Syarkawi merupakan jalur distribusi utama dari Depo Elpiji Pertamina di Kabupaten Barito Kuala ke beberapa Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Banjarbaru, Tanah Laut hingga Tanah Bumbu.

Terhambatnya jalur distribusi di Jalan Gubernur Syarkawi secara otomatis juga menghambat distribusi ke seluruh daerah tersebut. Mestinya, kata Saibani, pajak miliaran rupiah itu bisa diprioritaskan Pemprov Kalsel untuk pembenahan infrastruktur jalan.

“Kalau jalan mulus distribusi gas elpiji ke daerah lancar, perekonomian pun masyarakat meningkat,” ujarnya.

Saibani kembali memohon kepada pemerintah daerah untuk cepat tanggap merespons berbagai keluhan kerusakan jalan rusak. .

“Sudah dua hari terakhir distribusi gas elpiji terhambat ke wilayah Banua Enam dan sebagian Kalteng, jalan di jalur Sungai Gampa Batola masih rusak pasca-banjir,” ujarnya.

Wilayah hulu sungai terlebih Kalteng masih bergantung pasokan elpiji dari Hiswana Migas. Kebutuhan gasnya, 300-400 ton/hari dengan alur pendistribusian menggunakan truk tangki berkapasitas 13 ton.

“Bila kondisi tak segera diatasi, akan terjadi kelangkaan stok elpiji di Banua Enam hingga sebagian Kalteng seperti Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara hingga Murung Raya,” kata Saibani.

Kerusakan Jalan Gubernur Syarkawi dilaporkan memengaruhi realisasi distribusi LPG untuk Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura dan pesisir Pelaihari, Batulicin dan Kotabaru hingga hanya mencapai 50 persen. Akibatnya, dua hari terakhir stok gas di depo Pertamina masih mencapai 3000 metrik ton.

“Stok gas elpiji kita berlimpah di depo dan cukup 10 hari ke depan, bahkan setiap hari datang. Hiswana Migas sedih dengan kondisi ini karena tak bisa menyalurkan untuk masyarakat dengan harga subsidi,” Saibani lagi.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Dinas PUPR Kalsel

Dinas PUPR Rehabilitasi DIR Polder Tambak Anyar Kabupaten Banjar
Pembangunan Infrastruktur Penanganan Banjir di Kalsel Telan Dana Ratusan Miliar

Dinas PUPR Kalsel

Pembangunan Infrastruktur Penanganan Banjir di Kalsel Telan Dana Ratusan Miliar
apahabar.com

Dinas PUPR Kalsel

Proyek Tol Banjarbaru-Batulicin Dilanjutkan, Diprediksi Rampung Akhir Tahun
Perkuat Peran Organisasi Perangkat Daerah, PUPR Kalsel Gelar Rakor

Dinas PUPR Kalsel

Perkuat Peran Organisasi Perangkat Daerah, PUPR Kalsel Gelar Rakor
apahabar.com

Dinas PUPR Kalsel

Kelanjutan Proyek Bendungan Kusan, Tanbu Belum Dapat Kepastian
apahabar.com

Dinas PUPR Kalsel

Paman Birin Resmikan Dua Jembatan Alternatif Menuju Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Dinas PUPR Kalsel

Bendungan Tapin Rampung, BWS Kalimantan II: Wajib Uji Kelayakan Sebelum Perendaman
Banjir Kalsel

Dinas PUPR Kalsel

Dilanda Banjir, Kadis PUPR Kalsel Turun Tangan Tinjau Infrastruktur Rusak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com