Kebakaran Veteran Banjarmasin: 3 Rumah Ludes, Salah Satunya Milik Pol PP Dikira Asap dari Pembakaran Sampah, Ternyata 1 Rumah di Tanah Grogot Ludes Jelang Malam Tak Pulang, Pria Paruh Baya di HSS Ditemukan Jadi Mayat Banjarmasin Nyaris Kecolongan, Penumpang dari Surabaya Tak Punya Surat Bebas Covid-19 Misteri Surat Sakti Penggelembungan 5 Ribu Suara Banjar di Kamar 519

Resmi, YouTuber Jozeph Paul Zhang yang Ngaku Nabi ke-26 Jadi Tersangka

- Apahabar.com Selasa, 20 April 2021 - 11:27 WIB

Resmi, YouTuber Jozeph Paul Zhang yang Ngaku Nabi ke-26 Jadi Tersangka

Joseph Paul Zhang yang mengaku Nabi ke-26. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Polisi secara resmi menetapkan YouTuber Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoelyono sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan penistaan agama.

“Iya sudah (tersangka), kemarin,” ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dilansir apahabar.com dari Detik.com, Selasa (20/4).

Menurut Rusdi, Jozeph Paul Zhang menjadi tersangka karena diduga melakukan ujaran kebencian melalui video di YouTube.

Selain itu, Jozeph juga melontarkan sejumlah kalimat yang bersifat penodaan agama.

“Ujaran kebencian dan penodaan agama,” tutupnya singkat.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memblokir konten YouTube milik Jozeph Paul Zang.

“Pada tanggal 18 April 2021, Kominfo telah mengirimkan permintaan blokir terhadap 7 konten di YouTube yang berisi ujaran kebencian tersebut, termasuk 1 konten berjudul “Puasa Lalim Islam” di akun milik Paul Zhang,” ungkap Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi.

“Pada tanggal 19 April 2021, 7 konten di YouTube tersebut telah diblokir dan tidak dapat diakses lagi oleh warganet,” lanjutnya.

Aksi Shindy Paul Soerjomoeljono itu melanggar Pasal 28 ayat 2 jo. Pasal 45A Undang-undang (UU) ITE.

Belied tersebut berbunyi: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Dedy menegaskan, UU ITE menerapkan azas extrateritorial.

“Jadi Undang-undang ini berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia; yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia; dan merugikan kepentingan Indonesia,” jelasnya.

Saat ini, tambah dia, Kominfo terus melakukan patroli siber untuk menemukan konten-konten yang berisi ujaran kebencian Jozeph Paul Zhang.

Jika masih ditemukan, pihaknya dan akan segera memproses pemblokiran.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan terus menjaga perdamaian baik di ruang fisik maupun ruang digital. Jika terdapat konten yang melanggar Undang-undang, termasuk ujaran kebencian, masyarakat dapat melaporkannya melalui aduankonten.id,” tandasnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Tak Kapok, Residivis Narkoba Kini Bertekuk Lutut
apahabar.com

Hukum

Peredaran Uang Palsu di Kalsel Jelang Pemilu 2019 Meningkat
apahabar.com

Hukum

Nekat, Sales Kelontong di Banjarmasin Gelapkan Uang Perusahaan
apahabar.com

Hukum

Tidak Ada Barang Bukti Sabu, Polisi: Andi Arief Bisa Direhab Bahkan Tak Dilanjutkan Kasusnya
apahabar.com

Hukum

Dalam Sejam, Puluhan Pengendara Kena Tilang
apahabar.com

Hukum

Siap Transaksi, 2 Budak Sabu di Astambul Diringkus Polisi
apahabar.com

Hukum

Asyik Rebahan di Hotel, Dua Pemuda di Batulicin ‘Digaruk’ Polisi
apahabar.com

Hukum

Kontra Memori Keberatan Bergulir, Tim BirinMU Yakin Laporan Denny Rontok Lagi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com