Kapolres Angkat Bicara, Kapolsek Bungkam Soal Penembakan Maut Martapura Dugaan Skimming Bank Kalsel, Bank Sentral Angkat Bicara Pemerintah Canangkan Subtitusi Komoditas Impor Beralih ke Produk Dalam Negeri Kementerian Investasi Kantongi 700 Pengaduan Keberatan IUP yang Dicabut   Jawa Barat dan Sumatera Selatan Kurangi Impor Melalui Barter Komoditas UMKM
agustus

Safari Tarawih, Kang Emil: Prokes Jalan, Musafir di Jabar Terbantukan

apahabar.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil berpesan kepada pengurus masjid atau dewan kemakmuran..
- Apahabar.com     Selasa, 13 April 2021 - 11:24 WITA

Safari Tarawih, Kang Emil: Prokes Jalan, Musafir di Jabar Terbantukan

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat melaksanakan salat tarawih perdana bulan Ramadan 1442 hijriah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Senin (12/4) malam. (Dok Humas Pemprov Jabar)

apahabar.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil berpesan kepada pengurus masjid atau dewan kemakmuran masjid (DKM) untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan selama Ramadan 1442 hijriah.

“Termasuk saat menyediakan takjil saat berbuka puasa untuk jemaahnya,” ujar Kang Emil sapaan akrab Ridwan, Selasa (13/4) dilansir Antara.

Jika hal tersebut dilakukan, menurutnya, musafir tetap terbantu dan penularan Covid-19 dapat dicegah dan berharap kemenangan di bulan suci ini dapat diraih semua umat muslim.

“Titip agar tradisi takjil diatur, tetap ada, tapi dengan proses yang baik sehingga kita bisa tetap menolong para musafir,” kata Kang Emil.

Kang Emil melaksanakan salat tarawih perdana bulan Ramadan 1442 Hijriah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Senin (12/4) malam.

Dia mengatakan salat tarawih bersama masyarakat tersebut menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Selain pembatasan, yakni 50 persen dari kapasitas masjid, jemaah disiplin memakai masker dan membawa sejadah masing-masing.

“Untuk menjaga diri kita dan jemaah, jadi mohon maskernya tetap digunakan, menjaga jarak, dan titip ke DKM masjid mana pun agar kapasitas harus 50 persen,” kata Kang Emil.

Kang Emil mengatakan kendati Ramadan tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, masyarakat harus tetap produktif dan beribadah dengan aman serta nyaman.

“Pandemi ini mengajarkan kita agar tidak boleh patah dan kalah. Tetap melaksanakan apa saja, tapi jauhi kemudaratan dengan menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Kang Emil mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum melatih kesabaran, berlomba-lomba dalam kebaikan, dan meningkatkan ibadah, baik di masjid maupun di rumah.

“Kami ingin bulan Ramadan ini menjadi momentum memperkuat kesabaran, kebaikan, ibadah dan menolong fakir miskin,” tuturnya.

Selain itu, Kang Emil juga melaporkan kepada masyarakat bahwa vaksinasi Covid-19 di Jabar sejauh ini berjalan lancar.

“Dalam sebulan ini juga sudah tidak ada zona merah, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak produktif,” tuturnya.

“Mohon izin berikutnya saya akan berkeliling salat tarawih berjemaah ke daerah menyapa warga Muslim Jabar,” kata dia.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bebas, Abu Bakar Ba’asyir Langsung ke Ngruki
apahabar.com

Nasional

Ke Jepang, Pemprov Tawarkan Proyek Kereta Api Kalsel
apahabar.com

Nasional

Jakarta Banjir, Lebih dari 159 Sekolah Diliburkan
apahabar.com

Nasional

Jubir Pemerintah: Kantor dan Pasar Rawan Penularan Covid-19
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Beberkan Lokasi Calon Ibu Kota Baru di Kukar
apahabar.com

Nasional

Viral Pesan Minta Tolong Saat Live, Najwa Shihab Disorot Netizen
Ariani, Bang, Bang, Bang, Bang, Bung, Izul, Ka, Pa, Puja, Rifad, Uploader, +62 812-5116-603, +62 812-5665-9788, +62 813-4722-2844, +62 813-5063-3833, +62 831-3118-3955, +62 857-0581-1173, +62 857-9223-0054, +62 878-3409-2015, Anda HARI INI HARI INI Bung Zainal Geger, Penemuan Mayat di Bawah Kolong Rumah Warga Manggar Balikpapan apahabar.com, BALIKPAPAN - Warga RT 26 Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kaltim, mendadak geger. Menyusul penemuan mayat pria di bawah kolong rumah warga, Senin (22/11) sekira pukul 08.30 WITA. Korban diketahui bernama Fendi (16) yang ditemukan tewas mengenakan kaos warna hitam. Peristiwa tersebut baru diketahui saat salah seorang warga bernama Akmal (27) sedang mencuci perahu. Saat itu Akmal melihat ada seseorang yang sedang telungkup di kolong perumahan warga RT 26. "Saksi menghubungi Polsek Balikpapan Timur untuk melaporkan adanya orang yang mengapung di kolong perumahan warga. Lalu kami melakukan tindaklanjut," ujar Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Hart… Baca selengkapnya 11.33 Bung Zainal 11.33 Bung Zainal 11.33 Puja Mandela KPK Panggil Anggota DPRD Tabalong Terkait Kasus Bupati HSU apahabar.com, JAKARTA - KPK memanggil anggota DPRD Tabalong Fraksi PDIP, Rini Irawanty (Jamela) sebagai saksi terkait kasus korupsi Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid (AW). "Hari ini (22/11) pemeriksaan saksi TPK terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel tahun 2021-2022, untuk tersangka AW," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dikutip dari detikcom, Senin (22/11). Selain itu KPK juga memanggil 15 saksi lainnya terkait perkara ini. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan di Polres Hulu Sungai Utara. Saksi itu di antaranya: 1. Gusti Iskandar (PT Khuripan Jaya) 2. Erik Priyanto (Kontraktor/Direktur PT Putera Dharma Raya) 3. Khairil (CV Aulia Putra) 4. Kariansyah/Haji Angkar (CV Khuripan Jaya) 5. Akhmad Farhani alias H Farhan (PT CPN/PT Surya Sapta Tosantalina) 6. Akhmad Syaiho (Karyawan PT Cahya Purna Nusaraya) 7. Rohana (PNS pada Dinas PTSP dan Penanaman Modal Kabupaten Hulu Sungai Utara) 8. Wahyuni (Swasta) 9. Heri Wahyuni (Pensiunan PNS (Mantan Plt Kepala BKPP Kabupaten Hulu Sungai Utara) 10. Ratna Dewi Yanti (Konsultan Pengawas Rehabilitasi Jaringan Irigasi DIR Banjang Desa Karias Dalam Kecamatan Banjang) 11. Muhammad Mathori (Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran pada BPN Kabupaten Amuntai) 12. Lukman Hakim (Swasta) 13. Anshari alias Ahok (Swasta) 14. Baihaqi Syazeli (Swasta) 15. Hidayatul Fitri (Swasta) Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid sebagai tersangka terkait dugaan menerima suap Rp 18,9 miliar. Abdul Wahid juga ditahan. KPK juga telah menetapkan Plt Kadis Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Hulu Sungai Utara, Maliki, sebagai tersangka. Selain Maliki, KPK menetapkan Marhaini dan Fachriadi sebagai tersangka dari pihak swasta. Marhaini dan Fachriadi selaku pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 65 KUHP. Maliki selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 64 dan Pasal 65 KUHP. Newswire Puja M Nasional Ilustrasi gedung KPK. Foto-Istimewa

Nasional

KPK Panggil Anggota DPRD Tabalong Terkait Kasus Bupati HSU
apahabar.com

Nasional

Ini Dia Sejarah Nyepi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com