Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Siap-Siap, Bawaslu Kalsel Evaluasi Kinerja Pengawas Ad Hoc Sebelum Perekrutan

- Apahabar.com Jumat, 2 April 2021 - 16:33 WIB

Siap-Siap, Bawaslu Kalsel Evaluasi Kinerja Pengawas Ad Hoc Sebelum Perekrutan

Proses pemungutan suara saat Pilkada 2020 Kalsel. Foto-Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Meski proses pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) di 3 Kabupaten/Kota di Kalsel mulai berjalan, Bawaslu Kalsel masih belum melakukan perekrutan pengawas ad hoc.

Alasannya, karena surat edaran dari Bawaslu RI terkait aturan main perekrutan pengawas masih belum turun.

“Kami masih menunggu instruksi Bawaslu RI,” ujar Komisioner Bawaslu Kalsel, Divisi sumber daya manusia (SDM) dan Organisasi, Iwan Setiawan.

Meski begitu, Iwan memastikan perekrutan bakal dilakukan dalam waktu dekat. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dan sejumlah persiapan.

“Sejak kemarin sudah dikoordinasikan persiapannya. Jadi jika edaran keluar langsung dikerjakan,” katanya.

Iwan bilang sesuai hasil koordinasi dengan Bawaslu RI, formasi pengawasan pelaksanaan PSU agak berbeda dari Pilkada sebelumnya.

Untuk PSU kali ini pengawas yang dipakai hanya di level kecamatan dan tempat pemungutan suara (TPS).

“Kalau pengawas kelurahan desa tidak ada lagi,” bebernya.

Seperti diketahui di Kalsel ada 7 Kecamatan yang melaksanakan PSU dengan total 827 TPS.

Menyesuaikan jumlah itu, maka Bawaslu perlu merekrut 21 pengawas kecamatan, dan 827 pengawas TPS.

“Setiap TPS diisi satu pengawas TPS. Kalau pengawas kecamatan ada tiga setiap kecamatan. Artinya ada 21 orang,” jelasnya.

Pekerjaan Bawaslu dalam hal perekrutan tenaga ad hoc memang lebih enteng ketimbang KPU.

Sebab sesuai perintah Mahkamah Konstitusi (MK), KPU harus merekrut petugas baru. Sementara untuk Bawaslu tak demikian.

Kendati begitu, Bawaslu tak mau sekonyong-konyong menarik pengawas yang lama. Kinerja pengawas lama bakal dievaluasi terlebih dahulu.

Integritas mereka sebagai pengawas pemilu saat Pilkada lalu dipertaruhkan. Apabila baik maka bakal dipertahankan, sebaliknya apabila tidak jangan harap punya kesempatan kedua.

“Kalau memang ada terindikasi penangan pelanggaran yang tak becus dan memihak maka ini jadi catatan kami,” bebernya.

Lebjh jauh dijelaskan Iwan, jika memang ada di pengawas yang dinilai kinerjanya kurang baik dan Bawaslu harus melakukan pergantian maka penggantinya bakal di ambil dari kecamatan terdekat.

“Misal ada pengawas di Kecamatan Banjamasin Selatan yang tak direkrut lagi. Nanti diambil dari kecamatan terdekat, bisa diambil dari Banjarmasin Timur,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Brakk!! Perwira TNI Kotabaru Luka Parah Diseruduk Pemuda Mabuk

Kalsel

Pemilih Difabel Kritik Simulasi Pemungutan Suara di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Melonjak Lagi, Kalsel Tambah 123 Pasien Covid-19 Sore Ini
Cara Warga Haliau HST Ungkapkan Syukur Saat Musim Buah

Kalsel

Cara Warga Haliau HST Ungkapkan Syukur Saat Musim Buah
apahabar.com

Kalsel

Hilangkan Penat, Satgas TMMD Mancing
apahabar.com

Kalsel

Senin, Puskesmas Martapura 2 Siap Beroperasi di Gedung Baru
apahabar.com

Kalsel

SMSI Wadah Bernaung Perusahaan Media Online Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Warganet Desak Polisi Usut Akun IG @Riskii25 Penghina Guru Sekumpul dan 4 Ulama Besar Kalimantan di Medsos
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com