Serangan Udara Israel di Gaza, Ratusan Warga Palestina Tewas H+3 Idulfitri, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Masih Sepi Bawa Sabu dari Kaltim, Warga HST Ditangkap di Pos Penyekatan Jaro Tabalong Banjir Satui Tanbu, Ratusan Warga Masih Mengungsi, Puluhan Ribu Terdampak Cuaca Cerah, Banjir di Satui Tanbu Berangsur Surut

Soal Santri Boleh Mudik, Wapres: Fasilitasi Sebelum Masa Larangan

- Apahabar.com Sabtu, 24 April 2021 - 09:59 WIB

Soal Santri Boleh Mudik, Wapres: Fasilitasi Sebelum Masa Larangan

Setelah berbulan-bulan menuntut ilmu, termasuk selama Ramadan, mudik menjelang Idulfitri sudah menjadi tradisi santri. Foto: Valid

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin ingin memfasilitasi santri mudik, sebelum larangan berlaku dalam kurun 6 hingga 17 Mei 2021.

Keinginan tersebut merupakan klarifikasi dari permintaan dispensasi atau kelonggaran larangan mudik kepada santri.

“Rencana memfasilitasi mudik ini disebabkan keresahan para santri. Mereka khawatir tidak dapat berkumpul dengan keluarga selama Idulfitri,” jelas juru bicara Wapres, Masduki Baidlowi, seperti dilansir CNN, Sabtu (24/4).

“Wapres mencoba memberi jalan tengah dengan memfasilitasi kepulangan santri dari instansi yang berwenang sebelum masa larangan mudik, bukan dispensasi dalam masa larangan mudik,” tegasnya.

Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan Addendum Surat Edaran No. 13 Tahun 2021 baru-baru ini.

Adendum itu berisi aturan pengetatan mudik yang berlaku mulai H-14 atau 22 April hingga 5 Mei 2021, serta H+7 atau 18 hingga 24 Mei 2021.

“Banyak santri yang bertanya, terkait kepulangan seusai pengajian Ramadan. Mereka khawatir tak bisa pulang, karena umumnya pengajian Ramadan berakhir hari 21 Ramadan atau 3 Mei 2021,” jelas Masduki.

Direncanakan santri mulai pulang dari pesantren sebelum 6 Mei 2021, mengingat pengajian Ramadan sudah selesai 3 Mei 2021.

“Sekali lagi ditegaskan bahwa kepulangan santri dari pesantren bukan di kurun waktu larangan mudik, tetapi dalam rentang waktu pengetatan mudik sekitar 4 hingga 5 Mei 2021,” beber Masduki.

Namun sebelum pulang, para santri tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan ketat, termasuk melakukan swab tes PCR, antigen, atau GeNose.

“Pengetesan itu harus dilakukan, kendati pesantren merupakan komunitas tertutup, sehingga lalu lintas keluar masuk orang dari dan ke fasilitas itu terbatas,” tandas Masduki.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Siap Gerakan Ekonomi Daerah, Mardani H Maming Dapat Rekomendasi 22 BPD Hipmi
apahabar.com

Nasional

Gita Wirjawan: Reportase Berkualitas Media Siber Dibutuhkan di Era Pandemi
apahabar.com

Nasional

Digugat Investor Rp5 Miliar, Ustaz Yusuf Mansyur: Saya Nggak Lari
apahabar.com

Nasional

Jadi Klaster Covid-19, IDI: Protokol Kesehatan di Kantor Harus Dijaga
apahabar.com

Nasional

Sosok Emen, Buruh Pembunuh PSK Online Gara-Gara Tisu Magic
apahabar.com

Nasional

Gunung Merapi Meluncurkan Empat Kali Guguran Lava
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Diundang Raja Salman ke Arab Saudi
Habib Rizieq

Nasional

Kuasa Hukum Enggan Beberkan Keberadaan Habib Rizieq
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com