Motor Vs Motor di Paharuangan Kandangan, Pemuda Simpur Tewas Seketika Duduk Perkara Viral Pria Bersajam Ngamuk di Nagasari Banjarmasin hingga Bergumul dengan Polisi Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Setinggi 500 Meter Kepung Serda Nurhadi, Belasan Pelaku Diamankan Polisi dan TNI Jalan Tikus Masuk Kalteng di Kapuas Juga Dijaga Ketat Petugas

Sri Mulyani Ungkap Biang Keladi UMKM Indonesia Susah Ekspor

- Apahabar.com Selasa, 20 April 2021 - 12:06 WIB

Sri Mulyani Ungkap Biang Keladi UMKM Indonesia Susah Ekspor

Ilustrasi UMKM. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap ada beberapa penyebab yang membuat pelaku UMKM sulit melakukan ekspor.

“Sekarang yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama agar UMKM yang memiliki peran penting yaitu produktivitas meningkat,” kata Sri Mulyani dalam acara konferensi 500K eksportir baru: Memacu Ekspor UKM, dilansir dari detik finance, Selasa (20/4/2021).

Saat ini, kata Sri Mulyani, Indonesia sedang menjalin hubungan dengan banyak negara untuk menyelesaikan free trade agreement (FTA). Diharapkan dengan perjanjian ini, banyak UMKM nasional yang menjadi eksportir.

“Pemerintah berharap UMKM melakukan penetrasi di pasar global, ini bukan sesuatu yang muskil, diharapkan UMKM memiliki kepercayaan diri dan siap berkompetisi di pasar global,” ujarnya.

Adapun lima penyebab UMKM nasional tumbuh menjadi eksportir, kata Sri Mulyani, yang pertama adalah legalitas. Dia menjelaskan, banyak pelaku usaha yang belum mengetahui mengenai legalitas seperti memiliki NPWP hingga pengurusan sertifikat produk.

“Ini pekerjaan rumah bagi pemerintah, bagaimana untuk menyederhanakan dan UMKM harus memperhatikan legalitas,” jelasnya.

Kedua, adalah akses pembiayaan. Sri Mulyani mengatakan banyak UMKM nasional yang masih sulit mengakses pembiayaan kepada lembaga keuangan atau perbankan nasional. Rendahnya modal dan agunan, serta tingginya suku bunga menjadi penyebab UMKM nasional berkembang.

Ketiga, adalah pendampingan. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut pendampingan UMKM sangat penting dalam meningkatkan tata kelola perusahaan dan meningkatkan daya saing produk.

Keempat, adalah masalah produksi. Sri Mulyani mengatakan minimnya standarisasi produk menjadi penghalang UMKM nasional menembus pasar global.

“Terjadi inkonsistensi dari produksi, dan tidak terjadi kontinuitas dari kualitas produknya,” katanya.

Kelima, dikatakan Sri Mulyani adalah pemasaran. Menurut dia, terbatasnya informasi UMKM terhadap peluang pasar menjadi salah satu penyebab produknya sulit menembus pasar global. Selain itu, minimnya infrastruktur logistik juga membuat daya saing produk UMKM nasional rendah.

“Pemerintah terus membangun nasional logistik sehingga daya saing dan biaya distribusi bisa menurun,” ungkapnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

FLUKTUASI RUPIAH: Perkasa bersama Rupee dan Renminbi
apahabar.com

Ekbis

Jokowi: Diskon Tiket Tidak Akan Tambah Penyebaran Virus Corona
apahabar.com

Ekbis

Lebur Tiga Bank, Jokowi Ingin Bank Syariah Raksasa
apahabar.com

Ekbis

Wow, Ternyata Orang Ini Menjadi Penyumbang Terbanyak di Dunia
apahabar.com

Ekbis

Sore Ini, IHSG Ditutup di Level 5.176
apahabar.com

Ekbis

Perluas Transaksi Nontunai, BI Pacu Instrumen Kebijakan
apahabar.com

Ekbis

Safe Travel Campaign Bikin Jumlah Penumpang AP II Melesat
apahabar.com

Ekbis

Brand Lokal Banjarmasin, SNH Projects Usung Nada Perjuangan dan Etnik Nusantara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com