Motor Vs Motor di Paharuangan Kandangan, Pemuda Simpur Tewas Seketika Duduk Perkara Viral Pria Bersajam Ngamuk di Nagasari Banjarmasin hingga Bergumul dengan Polisi Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Setinggi 500 Meter Kepung Serda Nurhadi, Belasan Pelaku Diamankan Polisi dan TNI Jalan Tikus Masuk Kalteng di Kapuas Juga Dijaga Ketat Petugas

Tak Kunjung Rampung, Masjid di Kuripan Batola Dijual

- Apahabar.com Selasa, 20 April 2021 - 17:33 WIB

Tak Kunjung Rampung, Masjid di Kuripan Batola Dijual

Pengumuman penjualan Masjid Al Ikhwan yang dilego seharga Rp9,3 miliar tersebar di media sosial. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Nyaris tujuh tahun tidak rampung dibangun, sebuah masjid di Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, akhirnya diputuskan dijual.

Melalui reklame yang disebar melalui media sosial, masjid bernama Al Ikhwan tersebut dijual seharga Rp9.375.000.000.

Memiliki luas 25 x 25 meter, orang berhak membeli seluruh bangunan atau per meter saja. Oleh si penjual, harga per meter dibanderol Rp15 juta.

Dalam reklame penjualan itu, lengkap tertera dua nomor rekening masjid dan beberapa nama pengurus masjid.

“Silakan membeli berapa meter persegi, atau seluruh bangunan sesuai harga yang dituliskan,” ungkap pembina pengurus Masjid Al Ikhwan, Hamdi, ketika dihubungi apahabar.com, Selasa (20/4).

Namun belakangan diketahui penjualan Masjid Al Ikhwan tersebut tidak menjual dalam arti sesungguhnya.

Pemasangan reklame penjualan hanya bertujuan menarik simpati donatur, lantaran masjid tersebut tak kunjung rampung dibangun dalam 7 tahun terakhir.

“Kami mengikuti trik serupa yang dilakukan beberapa pengurus masjid di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan ternyata cukup berhasil menjaring donatur,” sahut Hamdi.

“Donatur tidak perlu datang ke Kuripan untuk menyerahkan bantuan. Kami sudah menyediakan dua nomor rekening pengurus masjid,” sambungnya.

Mulai dikerjakan sejak pertengahan 2014, pembangunan Masjid Al Ikhwan sempat terbengkalai akibat kekurangan dana. Bahkan pondasi yang sudah dibangun, kalah tinggi dibanding rerumputan.

“Lantas dalam tiga tahun terakhir, kami berusaha melanjutkan pembangunan,” jelas Hamdi yang juga Camat Kuripan.

“Sejumlah bantuan juga diterima dari Pemprov Kalsel, Pemkab Batola, swasta maupun perorangan. Namun akibat kebutuhan yang cukup banyak dan ketersedian dana tak memadai, pembangunan pun tersendat-sendat,” imbuhnya.

Diharapkan trik dari reklame penjualan itu berhasil memperoleh perhatian banyak donatur, sehingga pembangunan masjid kembali dapat dilakukan.

“Harga penjualan yang kami pasang merupakan estimasi biaya pembangunan masjid sampai selesai,” tandas Hamdi.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Batola

Sambut Hari Santri, Ponpes At Thohiriyah Mekarsari Batola Dapat Hadiah Spesial

Batola

Nama Salah Dipanggil, Seorang Warga Semangat Dalam Batola Tusuk Tetangga
apahabar.com

Batola

Masuki Tahun Keempat Kepemimpinan, Noormiliyani Tekankan Kalimat Inspirasi Presiden AS
apahabar.com

Batola

Persiapan Hari Jadi, Pembangunan GOR di Batola Capai 80 Persen
Jembatan Alalak Lama

Batola

Didorong Buka Jembatan Alalak Lama, Begini Jawaban BPJN Kalsel

Batola

Tabrakan Warga Sekampung di Marabahan Batola, Satu Meninggal Dunia
Gampa

Batola

Macet Parah di Gampa Asahi Batola, Warga Swadaya Tutupi Lubang Jalan
Mayat di Sungai

Batola

Identitas Mayat di Sungai Anjir Pasar Batola Terungkap, Polisi Beber Kronologisnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com