Gegara Rapid Antigen Bekas, Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Brakkkk!! Mobil Relawan Kebakaran di Banjarmasin Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas Lakalantas di Angkinang HSS, Warga Haruyan HST Tewas di Tempat H+4 Idulfitri, Arus Balik Mudik dari Kalsel ke Kaltim Meningkat Sejumlah Pegawai di Banjarmasin Balikin Duit THR, Kok Bisa?

Tekan Inflasi, Kalsel Atensi Sistem Supply Chain Bahan Pokok

- Apahabar.com Selasa, 13 April 2021 - 07:14 WIB

Tekan Inflasi, Kalsel Atensi Sistem Supply Chain Bahan Pokok

Pada Maret 2021 Kalimantan Selatan dilaporkan mengalami inflasi 0,09. Tiga daerah memengaruhi inflasi di Kalimantan Selatan, yaitu Banjarmasin 0,59 persen, Tabalong sebesar 0,03, dan Kotabaru sebesar 0,09 persen. Foto: apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketersediaan barang pokok saat Ramadan menjadi atensi Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan (Pj Gubernur Kalsel) Safrizal mengendalikan inflasi.

Untuk bisa mengendalikan inflasi, menurutnya semua regulasi harus terintegrasi untuk memudahkan koordinasi hingga pelaksanaan tugas.

“Langkah kita harus terintegrasi, Tanah Laut punya apa Tabalong punya apa, lalu kita petakan, kemudian sistemnya saling memenuhi, kurangnya apa bisa dipasok kabupaten tetangganya,” ujarnya dalam “High Level Meeting dan Rakorda Tim Pengendali Inflasi Daerah” di Banjarmasin, Selasa (13/4), dilansir Antara.

Selain itu, perlukan inovasi untuk mengendalikan inflasi. Terutama jika terjadi lonjakan permintaan barang dan jasa saat momen Ramadan. Penguatan supply chain atau rantai pasokan makanan juga harus dibarengi infrastruktur yang baik.

“Kita memang terkendala arus distribusi karena banjir kemarin, Alhamdulillah beberapa jembatan mulai rampung dalam waktu dekat, sehingga dapat memperlancar arus barang dan jasa yang berpengaruh terhadap inflasi,” sebut pria asal Banda Aceh itu.

Safrizal menekankan pentingnya menjalankan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Pada Maret 2021 Kalimantan Selatan dilaporkan mengalami inflasi 0,09 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 107,24. Tiga daerah memengaruhi inflasi di Kalimantan Selatan, yaitu Banjarmasin 0,59 persen, Tabalong sebesar 0,03, dan Kotabaru sebesar 0,09 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel Amanlison Sembiring mengatakan kerja sama antardaerah menjadi salah satu strategi untuk menekan laju inflasi.

Selain itu, juga bisa dilakukan dengan peningkatan produksi, operasi pasar, dan pengawasan intensif bersama dengan pihak terkait terhadap ketersediaan stok.

Dia menegaskan bahwa peran TPID sangat penting dalam menjalankan program pengendalian inflasi. Keberhasilan TPID dapat terwujud melalui sinergi yang baik dengan mitra strategis serta satgas pangan.

Ketersediaan pasokan, dia menyarankan agar pemda dapat meningkatkan perluasan lahan dan didukung dengan kelancaran jalur distribusi.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pascabanjir

Pemprov Kalsel

Pascabanjir, Sektor Peternakan Kalsel Rugi Miliaran
Sejuta Pohon

Pemprov Kalsel

Tanam Sejuta Pohon, Safrizal: Setelah Ditanam Harus Dikontrol
Banjir

Pemprov Kalsel

Jangan Khawatir! Disdukcapil Kalsel Ganti Kartu Kependudukan Korban Banjir
Pemprov Kalsel

Pemprov Kalsel

Bertekad Raih WTP, Pemprov Kalsel Serahkan LKPD ke BPK RI
SK PPPK

Pemprov Kalsel

Gubernur Kalsel Serahkan 42 SK PPPK untuk Guru dan Penyuluh Pertanian
Sekda Kalsel

Pemprov Kalsel

Sah, Sekda Kalsel Lantik 2 Dokter Pendidik Klinis Ahli Utama
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Wow! Pemprov Kalsel Segera Bangun Kereta Bandara Tahun Depan
Rakornis Pariwisata

Pemprov Kalsel

Rakornis Pariwisata, Kalsel Usung Geopark Meratus Sebagai Destinasi Internasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com