Jelang Imsak, Jago Merah Ngamuk di Ratu Zaleha Banjarmasin Motor Vs Motor di Paharuangan Kandangan, Pemuda Simpur Tewas Seketika Duduk Perkara Viral Pria Bersajam Ngamuk di Nagasari Banjarmasin hingga Bergumul dengan Polisi Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Setinggi 500 Meter Kepung Serda Nurhadi, Belasan Pelaku Diamankan Polisi dan TNI

Vaksinasi Covid-19, Disdik Banjarbaru Prioritaskan Guru Piloting

- Apahabar.com Selasa, 13 April 2021 - 14:14 WIB

Vaksinasi Covid-19, Disdik Banjarbaru Prioritaskan Guru Piloting

Setelah vaksinasi Covid-19, pembelajaran tatap muka dijadwalkan dimulai kembali Juli 2021. Foto: apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Menyambut pembelajaran tatap muka mulai Juli 2021, Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru memprioritaskan 300 guru piloting.

Jumlah tersebut sudah dinilai realistis, mengingat sebelumnya vaksinasi diusulkan untuk 4.500 guru, baik negeri maupun swasta.

“Kami sudah menyurati Dinas Kesehatan Banjarbaru agar mengutamakan tenaga pendidik di sekolah piloting. Hanya 300 untuk civitas akademika,” jelas Kadisdik Banjarbaru, M Aswan, Selasa (13/4).

Diharapkan usulan tersebut terpenuhi, mengingat salah satu syarat pembelajaran tatap muka adalah vaksinasi Covid-19 untuk tenaga pendidik.

“Semua guru dan civitas akademik seperti tukang kebun, tukang sapu dan administrasi harus divaksin,” papar Aswan.

“PTM juga merupakan gabungan tatap muka dan daring. Sedangkan jadwal belajar tidak full seperti sebelum pandemi,” tambahnya.

Adapun sekolah piloting di Banjarbaru berjumlah 98 unit. Terdiri dari 59 unit Paud/TK, 22 unit SD dan 17 unit SMP.

Sementara Dinas Kesehatan Banjarbaru berusaha memenuhi keinginan Dinas Pendidikan. Tak cuma 300, bahkan ditargetkan seluruh tenaga pendidik harus mendapatkan vaksin Covid-19.

“Masalahnya vaksin yang diinginkan belum tersedia. Bukan hanya di Banjarbaru, seluruh Indonesia belum menerima vaksin tahap selanjutnya,” tukas Rizana Mirza.

Dari sekitar 3.500 vaksin yang diterima Banjarbaru, sebanyak 1.381 di antaranya telah digunakan untuk tenaga medis dan petugas pelayanan publik.

“Situasi ini disebabkan negara pembuat vaksin mengalami peningkatan kasus konfirmasi, pengiriman vaksin ke Indonesia lambat,” tandas Rizana Mirza.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarbaru

Satpol PP Banjarbaru Pergoki Warung Sakadup, Pedagang Berkelit Jualan Online
RTH Taman Pintar Banjarbaru

Banjarbaru

Baru Setahun Diresmikan, Misbar Taman Pintar Banjarbaru Rusak Tak Terurus

Banjarbaru

Lagi, Polisi Amankan Puluhan Motor Balap Liar Banjarbaru
Corona B117

Banjarbaru

Varian Baru Corona B117 Masuk Kalsel, Banjarbaru Nihil Temuan
apahabar.com

Banjarbaru

Tak Terbukti Bersalah, Darmawan Jaya Ingin Pilkada Banjarbaru Kondusif
Cuaca

Banjarbaru

Cuaca Kalsel Hari Ini, Waspada Potensi Hujan Petir di 4 Kabupaten
apahabar.com

Banjarbaru

Sah, Bernhard E Rondonuwu Emban Pjs Wali Kota Banjarbaru
Covid-19

Banjarbaru

Pariwisata Lumpuh Tergerus Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Cari Solusi di Rakornis Pariwisata 2021
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com