Dikira Ijazah, Ternyata SKCK Prof Denny Berserakan di Martapura, Bawaslu Angkat Bicara Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus

Wakil Rakyat Kalsel Minta Penanganan Covid-19 Dievaluasi Total

- Apahabar.com Minggu, 4 April 2021 - 22:41 WIB

Wakil Rakyat Kalsel Minta Penanganan Covid-19 Dievaluasi Total

Anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Firman Yusi. Foto-Ist

Wakil Rakyat Kalsel Minta Penanganan Covid-19 Dievaluasi Total

 

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Firman Yusi, meminta pemerintah segera mengevaluasi penanganan Covid-19.

Belajar dari pelaksanaan MTQ Nasional XXXIII tingkat Provinsi di Kabupaten Tanah Bumbu yang gagal dilaksanakan secara off air, pemerintah, kata dia, harus segera melakukan evaluasi secara menyeluruh.

“Yang jadi masalah, kasus ini justru mengungkap persoalan lain, di mana ada dua uji PCR terhadap peserta dalam rentang waktu yg tidak terlalu lama. Hanya selisih hitungan hari, namun hasilnya jauh berbeda,” beber Sekretaris Komisi IV yang juga membidangi kesehatan.

Dia menilai perbedaan data itu menyebabkan salah satu hasil tes diragukan akurasinya. Perbedaan data yang dimaksud ialah hasil PCR kafilah di Kabupaten Tabalong.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Bapelkes Banjarbaru, ada 54 orang terkonfirmasi positif. Beberapa hari kemudian, Pemkab Tabalong melakukan uji PCR di rumah sakit swasta milik Pertamina. Hasilnya hanya ada empat orang yang positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan, sekaligus Juru Bicara Satgas Covid-19 Tabalong, Taufiqurrahman Hamdie, mencoba menengahi. Dia bilang tes PCR itu dilakukan dalam rentang waktu berbeda.

“Untuk lebih lanjut perlu dicari solusi atas perbedaan tersebut,” terangnya.

Firman menilai data hasil PCR yang diperoleh sangat penting, karena akan memengaruhi cara kerja menangani pandemi, termasuk pengerahan sumber daya, baik biaya maupun SDM dari pemerintah.

Ia juga menghubungkan dengan rencana pembelajaran tatap muka yang jika dipaksa diselenggarakan dalam kondisi data yang diragukan, berpotensi mengundang bahaya.

“Dari data dan informasi yang saya dapat, ada daerah kabupaten yang perkembangan kasusnya patut kita ragukan,” ujarnya tanpa menyebut daerah yang dimaksud.

Ia berharap Pemprov Kalsel segera melakukan evaluasi dan koordinasi, termasuk tentang metode tracing yang diterapkan, kapasitas dari alat uji yang tersedia yang digunakan untuk penanganan kasus selama ini.

Merespons hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel HM Muslim akan menurunkan tim untuk memonitoring hasil-hasil dari tes laboratorium dengan uji profisiensi.

“Kami akan melakukan uji pemantapan mutunya. Apakah sudah jalan dan sebagainya. Pemantapan mutu kita lakukan untuk semua lab di Kalsel,” terang Muslim kepada apahabar.com.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ibadah Malam Nisfu Syakban Berjemaah di Banjar Tunggu Arahan Ulama

Kalsel

Ibadah Malam Nisfu Syakban Berjemaah di Banjar Tunggu Arahan Ulama
apahabar.com

Kalsel

Di Tanbu, Yayasan Haji Maming Serahkan Ratusan APD dan Ribuan Alat Rapid Test
apahabar.com

Kalsel

Geger, Warga Pantai Oka Oka Kotabaru Temukan Mayat
apahabar.com

Kalsel

SDN Tinggiran II 1 Tamban Menagih Rehab

Kalsel

Pilbup HST 2020: Tim Sabil Laporkan Dugaan Pelanggaran Kampanye ke Bawaslu
apahabar.com

Kalsel

Yayasan Mahabbah Kalsel Sebar Masker dan Sembako
apahabar.com

Kalsel

Jasad dalam Karung di Kurau Pelaihari, Polisi Susuri Warung Jablai
apahabar.com

Kalsel

Pelanggan Teladan PDAM Bandarmasih Dihadiahi Umrah hingga Sepeda, Intip Nama-namanya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com