Serangan Udara Israel di Gaza, Ratusan Warga Palestina Tewas H+3 Idulfitri, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Masih Sepi Bawa Sabu dari Kaltim, Warga HST Ditangkap di Pos Penyekatan Jaro Tabalong Banjir Satui Tanbu, Ratusan Warga Masih Mengungsi, Puluhan Ribu Terdampak Cuaca Cerah, Banjir di Satui Tanbu Berangsur Surut

WALHI: Penting Turunkan Emisi dari Penggunaan Lahan dan Kehutanan

- Apahabar.com Rabu, 21 April 2021 - 17:22 WIB

WALHI: Penting Turunkan Emisi dari Penggunaan Lahan dan Kehutanan

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nur Hidayati. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nur Hidayati mengatakan pentingnya menurunkan emisi dari sektor penggunaan lahan dan kehutanan untuk mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia.

Indonesia menargetkan penurunan emisi dalam nationally determined contribution (NDC) sebesar 29 persen dengan usaha sendiri tau setara 834 juta CO2 ekuivalen (CO2e) dan 41 persen dengan bantuan internasional pada 2030.

Dalam diskusi virtual tentang ambisi net-zero emission atau netralitas karbon yang dipantau dari Jakarta pada Rabu, Nur Hidayati mengatakan meski telah dilakukan berbagai langkah untuk mengurangi deforestasi dalam bentuk penghentian pemberian izin baru tapi masih ada pembukaan dengan memanfaatkan izin yang telah keluar sebelumnya.

“Ini yang saya pikir perlu menjadi concern kita semua karena tanpa benar-benar menurunkan emisi dari sektor land use dan forestry akan sangat sulit sebenarnya bagi Indonesia untuk memenuhi target 29 persen dan 41 persen sebagaimana yang terdapat dalam NDC,” ujarnya, dilansir dari Antara.

Guru Besar Hukum Lingkungan Universitas Indonesia (UI) Andri Wibisana dalam diskusi yang sama juga menyatakan jika tetap menjalankan kegiatan seperti biasa tanpa langkah mengambil langkah drastis terdapat kemungkinan Indonesia tidak akan mencapai target penurunan emisi. Kalau hal tersebut diteruskan maka yang dicapai adalah kenaikan suhu bisa lebih dari 3-4 derajat.

Terkait pencapaian net-zero emission atau netralitas karbon Indonesia yang ditargetkan dicapai pada 2070, Andri mengatakan rentang waktu tersebut terlalu jauh.

“Harusnya bisa lebih cepat dari itu,” ujarnya.

Dia menyoroti beberapa kebijakan yang dianggapnnya tidak mendukung usaha untuk mencapai netralitas karbon, seperti masih diberikannya kemudahan untuk industri ekstraktif seperti yang terkait batu bara.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi: Persoalan Banjir Harus Diselesaikan Bersama
apahabar.com

Nasional

Imbas Kenaikan Harga Rokok, PHK Massal Mengancam
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Nikmati Senja di Kaimana
Populer Kalsel

Nasional

Diduga Korban Pesawat Jatuh, Belasan Ribu Komentar Banjiri IG Bos Soto Banjar Asal Pontianak
Jurnalis Tempo

Nasional

Mahfud MD Pastikan Kasus Penganiyaan Jurnalis Tempo Nurhadi Berlanjut
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Ajak GP Anshor Jaga Ruang Kebebasan Berpendapat
apahabar.com

Nasional

Pelantikan Presiden dan Anggota DPR 2024 Memungkinkan di Ibu Kota Baru
apahabar.com

Nasional

Akibat Pasien Tidak Jujur, 46 Dokter Terinfeksi Covid-19 di Semarang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com