Cuaca Kalsel Hari Pertama Lebaran, Simak Prediksi BMKG…. Deretan Masjid di Banjarmasin yang Gelar Salat Id Pagi Ini, Tetap Prokes Ya! Malam Lebaran, Kebakaran Gegerkan Warga Kuin Banjarmasin! Ngenes! Mau Tutup, Pengunjung Duta Mall Banjarmasin Malah Menurun H-1 Lebaran, Puluhan Pemudik Diputarbalik di Pos Penyekatan Tabalong!

Warning Menaker: Pengusaha Tak Boleh Cicil THR!

- Apahabar.com Senin, 12 April 2021 - 11:42 WIB

Warning Menaker: Pengusaha Tak Boleh Cicil THR!

Ilustrasi rupiah. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengingatkan kepada pengusaha agar tidak mencicil pembayaran tunjangan hari raya (THR). THR harus diterima pekerja secara penuh sesuai haknya.

Ida menjelaskan pemerintah sudah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk kepada pengusaha. Dukungan itu untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 agar perekonomian bergerak.

Oleh karenanya, dia meminta komitmen pengusaha untuk membayar THR secara penuh kepada karyawan.

“Seiring dengan kebijakan pemerintah terkait dengan penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, untuk itu diperlukan komitmen para pengusaha untuk membayar THR secara penuh dan tepat waktu kepada para pekerja atau buruh,” kata Ida dalam konferensi pers virtual yang dikutip dari detik.com, Senin (12/4/2021).

Dia menjelaskan pada 2020, pemerintah telah mengizinkan pengusaha mencicil dan menunda pembayaran THR karena terdampak pandemi Covid-19. Tapi sekarang ekonomi sudah mulai pulih.

“Alhamdulillah pemerintah melakukan banyak hal. Roda perekonomian sudah mulai bergerak, kegiatan ekonomi masyarakat juga sudah mulai membaik kembali, meski secara terbatas menuju ke arah pemulihan ekonomi dan kembali ke zona positif pertumbuhan ekonomi nasional kita,” paparnya.

Meskipun THR tak boleh dicicil, perusahaan yang tidak mampu hanya diperbolehkan menunda pembayaran THR sebelum Hari Raya Idul Fitri atau H-1 Lebaran. Itu pun harus dibuktikan dengan data yang menyatakan bahwa perusahaan yang bersangkutan memang tidak mampu membayar tepat waktu, yaitu H-7 Lebaran.

“Bagi pengusaha yang tidak mampu membayar agar melakukan dialog dengan pekerja atau buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan disertai itikad baik. Kesepakatan dibuat secara tertulis mengenai waktu pembayaran THR keagamaan dengan syarat paling lambat dibayar sebelum hari raya keagamaan tahun 2021,” katanya.

Dia menegaskan kesepakatan tersebut tidak menghilangkan ke kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan kepada pekerja dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Artinya THR harus dibayar penuh.

“Kesepakatan ini tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan tahun 2021 kepada pekerja atau buruh dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tambah Ida.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Berlaku Mei, YLKI Tanggapi Model Tarif Ojol yang Baru
apahabar.com

Nasional

Kerusuhan Pecah di Manokwari, Gedung DPRD Terbakar
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Sembuh 7.015, Positif 25.773 Orang
apahabar.com

Nasional

Pasca Kerusuhan, Situasi Pontianak Kembali Normal
apahabar.com

Nasional

Daendels, Jenderal Hindia Belanda Mendadak Trending di Twitter Gegara Omnibus Law
apahabar.com

Nasional

Spesies Lele Baru Ditemukan di Calon Ibu Kota RI
apahabar.com

Nasional

Hingga November 2020, Menkeu Sebut Insentif Nakes Terealisasi Rp5,55 Triliun
apahabar.com

Nasional

Sopir Mabuk, Truk Pasir Terguling
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com