Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan Duh, Nelayan Dirgahayu Kotabaru Lenyap di Perairan Samber Gelap Rujuk Ditolak! Pemuda di Kelua Tabalong Jambret Ibu Muda Viral, Foto Anji Tersenyum Usai Ditangkap Polisi karena Narkoba Bawa Timnas Brasil Sikat Venezuela, Neymar Ancam Pele

165 Ribu Karyawan Disuntik Vaksin Gotong Royong Tahap I

- Apahabar.com Selasa, 18 Mei 2021 - 15:30 WIB

165 Ribu Karyawan Disuntik Vaksin Gotong Royong Tahap I

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Vaksinasi gotong royong sudah mulai dilakukan per Senin kemarin. Tercatat sudah 165.000 peserta atau karyawan swasta divaksin Covid-19 pada tahap awal.

Dari jumlah peserta itu, ada 330.000 dosis vaksin Sinopharm yang disediakan PT Bio Farma (Persero). Sementara, total perusahaan yang dibidik Kadin pada tahap satu sebanyak 180.000 perusahaan.

Wakil Ketua Umum Kadin Shinta Widjaja Kamdani menyebut jumlah peserta yang mendaftar pada tahap awal masih tercatat sedikit jika dibandingkan dengan target partisipasi perusahaan dalam program vaksinasi mandiri tersebut.

“Jadi, di tahap satu yang datang itu perusahaan swasta. Perusahaan swasta itu hanya dapat 165.000 peserta. Jadi, dengan jumlah yang seperti itukan sedikit ya, memang belum banyak yang datang, jadi memang secara bertahap. Untuk itu ada sekitar 180.000 perusahaan di luar UKM yang akan di vaksin di tahap awal,” ujar Shinta dikutip dari Okezone, Selasa (18/5/2021).

Kadin sudah membuka pendataan bagi perusahaan untuk mendaftarkan karyawan dan keluarga karyawan dalam vaksinasi gotong royong. Hingga saat ini pendataan memasuki tahap tiga dan berakhir pada 21 Mei 2021 mendatang.

Meski begitu, Shinta enggan menyebut total keseluruhan perusahaan yang sudah mendaftarkan diri hingga pada tahap ketiga. Kadin, kata dia, akan berupaya merealisasikan target pemerintah untuk menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada 20 juta karyawan

Kadin juga akan memberhentikan sementara vaksinasi gotong royong usai proses vaksinasi tahap tiga dilakukan. Pemberhentian itu karena pertimbangan supply vaksin dan proses evaluasi pelaksanaannya.

“Kalau targetnya dari pemerintah kalau untuk gotong royong itu 20 juta. Tapi, kita lihat sekarang itu tergantung pada supply vaksinnya. Makanya, kita akan setop setelah tahap tiga. Kita evaluasi kembali kapan vaksin akan datang lagi. Bagaimana prosesnya, itu kita harus menunggu dari pemerintah. Karena penyediaan vaksin ada di Bio Farma,” katanya.

Holding BUMN Farmasi memang sudah menyediakan 500.000 dosis vaksin Sinopharm. Jumlah itu dikhususkan bagi pelaksanaan vaksinasi mandiri.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Lagi, Istri Nyinyir di Medsos, Prajurit Kena Tahan
apahabar.com

Nasional

Kaltim Jadi Ibu Kota RI, Intip Harapan Masyarakat Adat Dayak

Nasional

Gegara Buang Air Kecil, Ayah Aniaya Anak Kandung hingga Tewas
politik uang

Nasional

Potensi Politik Uang Pilkada di Tengah Pandemi Diprediksi Meningkat
apahabar.com

Nasional

Penegakan Sanksi Pelanggaran Netralitas ASN Masih Lemah
apahabar.com

Nasional

Aparat Tembak Mati KKB Eksekutor Pekerja Freeport
apahabar.com

Nasional

Ada 33 Lembaga Survei Quick Count Terdaftar di KPU
apahabar.com

Nasional

Jokowi dan Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup di Gedung Agung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com