Duh, Trio ‘Penjagal’ Paman Es Kandangan Terancam Lolos Pasal Pembunuhan Berencana Sssttt.. Catcalling Mahasiswi di Banjarmasin Cuma Satu dari Sekian Banyak Kasus KPK Rilis Hasil Penggeledahan Kedua di Amuntai HSU Kritik Pedas Pengamat Soal Komunitas Moge Lintasi Jembatan Alalak Baru Dua Hari Menghilang, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Bawah Kolong Rumah Banjarmasin Utara

8000 Keluarga Jadi Pengungsi Akibat Konflik Afghanistan

- Apahabar.com     Senin, 24 Mei 2021 - 00:00 WITA

8000 Keluarga Jadi Pengungsi Akibat Konflik Afghanistan

Ilustrasi, pengungsi Afghanistan. Foto-Net

apahabar.com, KABUL — Lebih dari 8000 keluarga di Afghanistan mengungsi akibat meningkatnya pertempuran pasukan keamanan negeri itu dengan Taliban.

Dilansir Republika yang mengutip Ani News, Minggu (23/05), di tengah rencana penarikan pasukan Amerika Serikat (AS), banyak keluarga di Afghanistan yang harus menghadapi kekurangan tempat tinggal, akses ke layanan kesehatan, pendidikan, dan fasilitas lain untuk kehidupan normal mereka.

Lonjakan insiden kekerasan dalam beberapa pekan terakhir juga terjadi. Kondisi itu menyebabkan korban jiwa baik dari anggota pasukan keamanan maupun warga sipil.

Penarikan pasukan AS sedang berlangsung dan dijadwalkan selesai pada 11 September mendatang. Menurut laporan, bentrokan hebat masih terus berlanjut di lima provinsi Afghanistan yakni Baghlan, Helmand, Kunduz, Kandahar, dan Laghman setelah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.

“Sebanyak 8.500 keluarga telah mengungsi. Dari jumlah tersebut, 3.500 keluarga telah mengungsi karena kekerasan baru,” ujar Sharifullah Shafiq, kepala direktorat pengungsi dan repatriasi di Provinsi Baghlan.

Pemerintah Afghanistan telah berjanji untuk memenuhi kebutuhan keluarga pengungsi. Menurut juru bicara Kementerian Pengungsi dan Pemulangan, Sayed Abdul Basit Haidari, pihaknya bekerja sama dengan LSM asing untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Sebelumnya, Departemen Pertahanan AS mengatakan pascapenarikan pasukan di Afghanistan, ada sejumlah kemungkinan yang muncul. Termasuk di antaranya adalah pengambilalihan negara oleh Taliban atau justru kekalahan kelompok itu oleh tentara nasional.

“Saya akan mengakui berbagai hasil potensial dalam beberapa bulan ke depan. Saya akan mengatakan ANDSF (pasukan keamanan Afghanistan) adalah kekuatan yang mampu,” jelas Matthew Trollinger, wakil direktur urusan politik-militer AS untuk Timur Tengah.

Trollinger mengatakan ANDSF memiliki pasukan operasi darat, udara, dan operasi khusus yang mampu. Beberapa waktu terakhir, mereka juga disebut secara efektif bertahan melawan serangan Taliban dan menganggu aktivitas kelompok ini.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Tata Kelola Gambut Indonesia Rujukan Dunia
apahabar.com

Global

Marc Marquez Motivasi Korban Tsunami Banten
apahabar.com

Global

Wow! Raup Penghasilan Rp 314 M, Bocah 7 Tahun Jadi YouTuber Terkaya

Global

Dibeli Super Mahal, Gelang Berlian Ratu Marie Antoinette Kini Siap Dilelang
apahabar.com

Global

Norwegia Bantu Program Lanskap Sumsel
Umrah

Global

Arab Saudi Lanjutkan Aturan Vaksin Covid-19 untuk Umrah
Drone Tempur Baru

Global

Tunjukkan Drone Tempur Baru, Iran Beri Nama ‘Gaza’
Joe Biden

Global

Hari Pertama Jabat Presiden, Joe Biden Cabut Larangan Masuk Negara Muslim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com