Belasan Terduga Pelaku Prostitusi Online Diamankan Polres Banjarbaru, 6 Masih di Bawah Umur Jelang Iduladha, Kalsel Siapkan Belasan Ribu Hewan Kurban MK Tunda Sidang, H2D Tetap Pede Diskualifikasi BirinMU Prostitusi Online di Banjarmasin Seret Anak-Anak, Sudah Puluhan Remaja Terjaring! 8 Tuntutan Mahasiswa Kalsel Saat Aksi #SaveKPK Sampai ke Sekretariat Presiden

Antisipasi Ledakan Peziarah, Aula Kubah Datu Gadung di Tapin Diberi Tanda Jarak

- Apahabar.com Minggu, 9 Mei 2021 - 00:24 WIB

Antisipasi Ledakan Peziarah, Aula Kubah Datu Gadung di Tapin Diberi Tanda Jarak

Satgas Covid-19 Bakarangan memasang tanda jaga jarak di lantai aula Kubah Syekh Salman Al Farisi di Desa Gadung Keramat. Foto: Istimewa

apahabar.com, RANTAU – Diyakini menjadi salah satu tujuan peziarah selama libur lebaran, Satgas Covid-19 Kecamatan Bakarangan, Tapin, mulai mempersiapkan Kubah Syekh Salman Al Farisi di Desa Gadung Keramat.

Persiapan itu antara lain pemasangan tanda jaga jarak di lantai aula makam ulama yang juga dikenal bernama Datu Gadung tersebut.

“Pemasangan tanda jaga jarak merupakan salah satu upaya mengurangi kerumunan, sekaligus menekan penyebaran Covid-19,” ungkap Babinsa Koramil 1010-02/Tapin Tengah, Serka Khairi, Sabtu (8/5).

“Biasanya menjelang dan sesudah lebaran, tempat-tempat religi ramai dikunjungi peziarah. Bahkan tidak sedikit yang berasal dari luar Tapin,” imbuhnya.

Tidak hanya memberi tanda silang di lantai, Satgas Covid-19 Bakarangan juga menyiapkan tempat cuci tangan di sekitar kubah.

Langkah antisipasi itu mengimbangi kebijakan Pemkab Tapin yang tidak menutup tempat wisata, termasuk wisata religi.

Selain Kubah Syekh Salman Al Farisi, Tapin juga memiliki Kubah Datu Sanggul, Datu Suban, Datu Nuraya dan Datu Kabul.

“Tidak ada perintah menutup tempat wisata dari Pemprov Kalimantan Selatan,” sahut Hamdan Rosyandie, Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar) Tapin.

Namun demikian, semua pengunjung ditekankan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.

“Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi,” tegas Hamdan Rosyandie.

Syekh Salman Alfarisi adalah salah seorang ulama besar penyebar Islam di Kalimantan Selatan. Bahkan nama sosok ini diabadikan menjadi salah satu perguruan tinggi di Tapin.

Lahir 1279 Hijriah atau 1857 Masehi di Dalam Pagar Martapura, Datu Gadung memiliki nama lengkap Syekh Salman Al Farisi bin Qadhi H Mahmud bin Asiah bin Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Gabah Premium

Tapin

Harga Gabah Premium di Tapin Turun, Begini Penjelasan Kadis Ketahanan Pangan Setempat
PSU Pilgub 2021

Tapin

PSU Pilgub 2021, Puluhan Pengawas TPS di Kecamatan Binuang Dibekali Bimtek
rsud datu sanggul rantau

Kalsel

April 2021, RSUD Datu Sanggul Rantau Akan Buka Pelayanan Hemodialisis
Bangunan Direlokasi

Tapin

Ratusan Rumah dan Bangunan Direlokasi, Camat Tapin Tengah: Sejauh Ini Tidak Ada Penolakan
Bapemperda DPRD Kalsel

Kalsel

Sinkronisasi Perda, Bapemperda DPRD Kalsel Kunker ke Tapin
Tapin

Tapin

Dukung Kinerja Wartawan Tapin, AGM Bantu Komputer
apahabar.com

Tapin

Prestasi Mendunia, Gambar Cabai Rawit Hiyung Diletakan di Logo HUT Tapin Ke-55
apahabar.com

Tapin

Giat Sehari, Polres Tapin Ungkap Dua Kasus Sabu Sekaligus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com