Sudah Ditemukan, Jasad Korban Longsor di Batu Bini HSS Dievakuasi Besok Banjir di Haruyan HST Berangsur-Angsur Surut, BPBD Imbau Warga Tetap Siaga Lebaran di Lapas Balikpapan, Antre Video Call Lepas Rindu Kasus Covid di Balikpapan Melandai, Hari Ini Hanya Bertambah 5 Orang Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi

Antre Solar Sampai 2 Hari, Pengusaha Truk di Balikpapan Terancam Tak Bisa Antar Sembako

- Apahabar.com Senin, 3 Mei 2021 - 23:44 WIB

Antre Solar Sampai 2 Hari, Pengusaha Truk di Balikpapan Terancam Tak Bisa Antar Sembako

Suasana antrean solar di SPBU KM 14, Balikpapan. Foto-Ist

apahabar.com, BALIKPAPAN – Sejumlah sopir truk mengeluhkan antrean bahan bakar solar subsidi SPBU di Balikpapan. Untuk mendapatkan solar subsidi dalam dua bulan terakhir, sopir truk harus mengantre hingga dua hari.

“Sudah dua bulan ini begini. Antre panjang betul. Antre jam 5 sore, besok sore baru dapat. Jadi 24 jam kita baru dapat. Aduh janganlah begini. Nanti pada teriak semua itu. Ini sopir saya sudah pada teriak,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kota Balikpapan, Risman Sirait, Senin (3/5).

Dia berharap Pertamina segera mencari solusi agar masalah antrean ini bisa diatasi.

“Harapan kami teman-teman dari Pertamina juga harus melihat kondisi yang ada di lapangan. Jangan hanya di kantor. Sudah di drop sekian kiloliter? Misalnya 24 kiloliter hari ini, benar nggak itu semua sudah didistribusikan kepada yang berhak mendapatkan solar subsidi?” ungkapnya.

Persoalan ini, kata dia, berpotensi menghambat pengantaran sembako ke pelabuhan maupun ke distributor. Hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan inflasi.

Risman meminta agar stakeholder juga ikut memperhatikan kondisi ini. Sebab pihaknya selaku pengusaha truk yang mengangkut sembilan bahan pokok akan terhambat dan berdampak pada harga pasar.

“Semua itu link, kalau semua ini macet, ya, macet semua. Jangan salahkan kami kalau nanti tidak bisa suplai barang dari pelabuhan ke distributor. Bagaimana kita bisa jalan coba kalau satu hari dua hari antre? Sementara ini mau lebaran loh, kok seperti ini? Apakah dari Pertamina, pemerintah, atau para stakeholder tidak antisipasi dulu?” terangnya.

Sementara itu Manager Communications, Relations and CSR Pertamina MOR VI Kalimantan, Susanto August Satria, mengatakan kuota BBM sejatinya tidak ada kekurangan dan tidak ada kelangkaan. Hanya saja hingga saat ini terjadi pengalihan kuota biosolar dari SPBU KM 9 ke SPBU KM 14.

“Saat ini ada pengalihan kuota Biosolar dari SPBU KM 9 ke SPBU KM 14, sehingga tampak antrian truk di KM 14. Kita masih melakukan evaluasi dahulu untuk SPBU KM 9,” ujarnya.

Dia mengakui kondisi pengalihan kuota biosolar tersebut sudah terjadi sejak Oktober 2020 lalu. Namun pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pihak Aptrindo untuk mencari solusi dari permasalahan ini.

“Besok rencananya akan dilakukan pertemuan untuk mendiskusikan terkait hal ini dengan Ketua Aptrindo,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Waspada Penyakit Pasca Banjir

Kaltim

Adu Banteng Ambulans Pembawa Jenazah Vs Tukang Pos; Pengendara Tergeletak di Jalan
Kalsel dan Sulbar

Kaltim

Bantu Korban Bencana di Kalsel dan Sulbar, Pemprov Kaltim Kirim 20 Ton Beras

Kaltim

Mengejutkan! Pemancing Lompat ke Sungai Mahakam dan Menghilang
Balikpapan

Kaltim

Kasus Covid-19 Balikpapan Melandai, Kolam Renang dan Waterboom Bakal Dibuka
Bandara

Kaltim

Bikin Kaget, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Mendadak Gelap

Kaltim

Ingin Perpanjang Sewa Petak di Pasar Balikpapan? Pedagang Wajib Miliki Sertifikat Ini
Covid-19 di Samarinda

Kaltim

Pasien Covid-19 di Samarinda Tetap Bisa Salurkan Hak Pilih, Simak Caranya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com