Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Mulai Sekat Pemudik! Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas Lucky Birthday Bjb 60versary Tawarkan Hadiah Jutaan Rupiah, Ayo Ikuti Promonya

Bantu Evakuasi KRI Nanggala-402, China Kerahkan 48 Penyelam

- Apahabar.com Rabu, 5 Mei 2021 - 07:50 WIB

Bantu Evakuasi KRI Nanggala-402, China Kerahkan 48 Penyelam

KRI Nanggala 402 di dasar laut. Foto-Twitter/@mbah_mijan

apahabar.com, JAKARTA – Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal, Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, mengatakan selain mengerahkan tiga kapal, Angkatan Laut China juga mengerahkan 48 penyelam profesional.

Puluhan penyelam itu untuk membantu proses evakuasi KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali.

“Kapal Yong Xing Dao-863 merupakan kapal rescue, yang membawa kapal selam mini dan 48 penyelam,” kata Ali saat jumpa pers di RSAL Dr Mintohardjo, Jakarta Selatan, seperti dilansir dari Antara, Rabu (5/5).

Selain mendapatkan bantuan 48 personel penyelam, kata dia, TNI Angkatan Laut juga menyiagakan penyelam dari satuan Dislambair, Taifib Kormar dan Kopaska.

Kapal selam mini yang dimiliki Angkatan Laut China itu, kata Ali, bisa masuk hingga kedalaman 1.000 meter lebih.

“Di Laut Bali kan tenggelam di kedalaman 838 meter. Kemungkinan kapal-kapal ini akan dioperasikan, tapi untuk mengangkat memang agak susah mungkin. Sebab, untuk menempelkan pengait dengan barang yang akan diangkat itu butuh tangan. Ini bisa oleh penyelam, bisa robot,” ucapnya.

Menurut dia, kapal-kapal China yang dikerahkan untuk membantu mengevakuasi KRI Nanggala sebanyak tiga kapal, yakni Tug Nantuo-195, Rescue Yong Xing Dao-863 dan Tan Suo 2.

Masing-masing kapal memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Tan Suo 2 memiliki kemampuan scientific salvage. Salvage sendiri adalah kemampuan mengangkat benda dari bawah air.

“Di mana dia bisa membawa submachical kemudian para expert dari oceanografi maupun hidrografi,” kata Ali.

Sementara untuk kapal Nantuo-195 merupakan kapal ocean tug yang bisa mengangkat barang berat di lautan.Berbeda dengan dua kapal ini, yakni Yong Xing Dao-863 berupa kapal rescue yang dilengkapi dengan berbagai peralatan teknologi dan kapal selam mini.

“Ini dilengkapi dengan peralatan robotic, kemudian side scan sonnar dan multibeam echo sounder dengan peralatan medis untuk chamber. Jadi kalau ada kecelakaan pada penyelam dia bisa langsung kasih chamber kepada penyelam,” ujarnya.

Selain tiga kapal China ini, pemerintah Indonesia juga mengirim bantuan berupa Kapal milik SKK Migas yakni Timas 1201.

Kapal milik SKK Migas memiliki kemampuan untuk memasang pipa bawah laut. Kapal tersebut dilengkapi crane atau pengait yang bisa digunakan untuk mengangkat benda-benda berat dari dalam laut.

“Kapal SKK Migas ini memiliki kemampuan, dia biasa pasang pipa-pipa bawah laut. Jadi ada crane yang disiapkan, crane yang bisa mengangkut barang yang cukup berat dari dalam, itu yang dari SKK Migas,” ujarnya.

KRI Nanggala 402 tenggelam di perairan Utara Bali pada Rabu (21/4) lalu. Sebanyak 53 awak kapal dinyatakan gugur dalam insiden tersebut.

Kapal selam buatan Jerman itu tenggelam hingga kedalaman 838 meter, kapal juga disebut terbelah menjadi tiga bagian di dasar laut.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

TKD Jokowi-Ma’ruf Tanggapi Santai Pemindahan Markas Prabowo-Sandi

Nasional

Diduga Ditembak KKB, Siswa SMA di Puncak Papua Tewas
apahabar.com

Nasional

Haul Bung Karno, Legislator Asal Kalsel Gelar Musabaqah Tartilul Qur’an Milineal
apahabar.com

Nasional

Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta
apahabar.com

Nasional

Suramnya Prediksi WHO Soal Kasus Kematian Covid-19

Nasional

VIDEO: Jadi Gembel Andika Kangen Band Ditangkap, Kasat Pol PP Angkat Bicara
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming Masuk Bursa Calon Ketua Umum HIPMI
apahabar.com

Nasional

Prabowo Minta Pendukungnya Tak Berbondong-bondong ke MK
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com