Jenderal Lapangan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Terluka, Tangan-Kepala Berdarah VIDEO Momen Polisi Banjarmasin Kena Pentung Saat Ricuh #SaveKPK Jilid II Aksi #SaveKPK Banjarmasin Panas, Kepala Petugas Kena Pentung Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Memanas Lagi, 7 Mahasiswa Dirawat! Gugatan Korban Banjir Vs Gubernur Kalsel, Pemprov Sibuk Siapkan Tangkisan

Besok, DKPP Putuskan Nasib Petinggi Bawaslu Kalsel Soal Dugaan Politisasi Bansos Covid-19

- Apahabar.com Selasa, 18 Mei 2021 - 15:51 WIB

Besok, DKPP Putuskan Nasib Petinggi Bawaslu Kalsel Soal Dugaan Politisasi Bansos Covid-19

Ketua dan Komisioner Bawaslu Kalsel. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) bakal memutuskan nasib sejumlah petinggi Bawaslu Kalsel soal dugaan politisasi bantuan sosial Covid-19 pada Rabu (19/5).

Mereka adalah ketua Bawaslu Kalsel, Erna Kasypiah.

Kemudian para komisioner di antaranya Iwan Setiawan, Aries Mardiono, Azhar Ridhanie, dan Nur Kholis Majid.

Perkara dengan nomor 83-PKE-DKPP/II/2021 ini diadukan oleh calon gubernur Kalsel Denny Indrayana yang memberikan kuasa kepada Muhamad Raziv Barokah.

Pelaksana Tugas (Plt). Sekretaris DKPP, Arif Ma’ruf mengatakan semua perkara yang akan diputus telah melalui beberapa pemeriksaan.

“Sidang putusan merupakan sidang terakhir atau final dari sebuah perkara yang telah diperiksa,” ucap Arif seperti dikutip apahabar.com dari situs resmi DKPP RI, Selasa (18/5).

Sidang Putusan DKPP sendiri dapat disaksikan langsung melalui live streaming Facebook DKPP: www.facebook.com/medsosdkpp/.

Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, sidang digelar tanpa kehadiran Pengadu, Teradu, Pihak Terkait maupun pengunjung.

Kendati demikian, semua pihak dapat menyaksikan jalannya persidangan melalui akun media sosial DKPP RI.

“Ini merupakan bentuk transparansi dari DKPP terhadap proses persidangan kode etik penyelenggara Pemilu.”

“Tautan live streaming lengkap akan dibagikan melalui media sosial DKPP,” pungkasnya.

Sebelumnya, Teradu I sampai V didalilkan bertindak tidak profesional dan tidak berkepastian hukum dalam menindaklanjuti laporan nomor 03/PL/PG/Prov/22.00/XI/2020 terkait dengan dugaan pelanggaran pemilihan yang dilakukan oleh paslon nomor urut 1 H. Sahbirin Noor selaku petahana.

Dugaan pelanggaran yang dilaporkan terkait dengan dugaan politisasi sembako Covid-19.

Pengadu juga mendalilkan terdapat kesalahan fatal kajian atas laporan nomor 03/PL/PG/Prov/22.00/XI/2020 yang dilakukan oleh Teradu I sampai V.

Ada ketidaksesuaian dalam antara hasil analisa dan kesimpulan dalam kajian tersebut.

Serta hasil kajian tidak diserahkan kepada Pengadu.

Dalil aduan terakhir yakni Teradu tidak mengakomodir permintaan Pengadu untuk memberikan berita acara klarifikasi saksi-saksi Pengadu.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Nomor 1 Menang, Semua Jalan Desa di Tanah Bumbu Diaspal
apahabar.com

Politik

Kementerian Luar Negeri Diskusikan Isu Uighur dengan Dubes China
apahabar.com

Politik

Tukang Pijat Nekat Nyaleg Hanya Modal Stiker
Golkar

Politik

Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen
ASN

Politik

Dugaan Pelanggaran ASN dan PPS di Banjarmasin Selatan Diteruskan ke KASN RI
apahabar.com

Politik

Serunya Nonton Bareng Debat di Markas Berbenah Bersama
apahabar.com

Politik

Reses ala Rosehan
Denny

Politik

Kejar Kemenangan di MK, Denny Gandeng Para Mantan Pembela Prabowo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com