Jelang Pelantikan, Karangan Bunga Anies Baswedan hingga MHM Hiasi Balai Kota Banjarmasin Belasan Terduga Pelaku Prostitusi Online Diamankan Polres Banjarbaru, 6 Masih di Bawah Umur Jelang Iduladha, Kalsel Siapkan Belasan Ribu Hewan Kurban MK Tunda Sidang, H2D Tetap Pede Diskualifikasi BirinMU Prostitusi Online di Banjarmasin Seret Anak-Anak, Sudah Puluhan Remaja Terjaring!

Blakblakan Kadinkes Banjarmasin Alasan Penundaan Upah Honorer Puskesmas

- Apahabar.com Senin, 17 Mei 2021 - 20:01 WIB

Blakblakan Kadinkes Banjarmasin Alasan Penundaan Upah Honorer Puskesmas

Machli mengaku tidak rela puluhan honorer bekerja tanpa gaji selama empat bulan lamanya. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Upah 74 tenaga honorer di Puskesmas Kota Banjarmasin segera dibayarkan paling lambat pekan ini.

Hal itu sejalan dengan target Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin untuk mengajukan permohonan pencarian dana ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) tiga hari dari sekarang.

“3×24 jam sudah dibayarkan mulai hari ini. Paling lambat paling Rabu,” ujar Kepala Dinkes Banjarmasin Machli Riyadi pada Senin (17/5).

Untuk diketahui, gaji para pegawai non-ASN bersumber dari APBN melalui dana alokasi khusus (DAK).

Namun sebelum dibayar, mereka harus bersabar sekitar 4 bulan untuk tidak menerima gaji. Upah sebesar UMP per bulan ini berasal dari DAK nonfisik.

Ada sederet alasan keterlambatan. Pertama faktor petunjuk teknis dari pemerintah pusat baru saja terbit. Kemudian, penyesuaian sistem informasi pembangunan daerah (SIPD) yang teranyar. Seluruh regulasi tersebut langsung diinput secara keseluruhan.

Artinya tidak hanya memasukkan gaji honorer, tetapi seluruh varian kegiatan yang dilakukan Puskesmas dalam penanganan Covid-19.

Machli mengaku tidak berani mencairkan dana tersebut sebelum seluruh regulasi terbit dan dimasukkan untuk menghindari pelanggaran hukum.

“Lebih dari 100 program dan 1000 kegiatan yang harus diinput,” pungkasnya.

Machli meminta publik untuk maklum. Sebab, keterlambatan pembayaran tidak hanya dialami Dinkes Banjarmasin.

Seluruh 13 kabupaten/kota di Kalimantan Kalsel turut bermasalah tentang pembayaran upah tenaga kontrak puskesmas.

“Yang digaji dengan DAK nonfisik. Ya belum dibayarkan,” ucapnya.

Machli mengaku telah berupaya semaksimal mungkin untuk segera mencairkan gaji tenaga kontrak. Namun karena terkendala beberapa hal, usaha tersebut akhirnya tersendat.

“Siapa yang rela membiarkan orang bekerja tanpa gaji, tapi karena bersumber dari APBN ya tidak serta mudah,” tegasnya.

Belum lagi, kata Machli bahwa dana dari pemerintah pusat tersebut dialihkan untuk penanganan Covid-19. Tidak hanya serta merta bagi upah tenaga kontrak di Puskesmas.

“Input 26 Puskesmas butuh waktu yang panjang. Kita minta Bakeuda untuk membayarkannya,” pungkasnya.

Akhirnya! Honorer Puskesmas se-Banjarmasin Bakal Segera Gajian

Sebelumnya, DAK dari pemerintah pusat akhirnya masuk ke kas daerah.

Itu artinya, tenaga honor di 26 puskesmas se-Banjarmasin bisa segera gajian. Sebelumnya, sudah empat bulan lamanya bayaran mereka ditunggak. Jumlah mereka mencapai 74 orang.

“Tadi pagi saya hubungi Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) agar mereka mengecek dana masuk. Ternyata benar, beberapa hari sebelum hari raya,” ujar Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Matnor Ali kepada apahabar.com, pagi tadi.

Matnor merupakan salah satu legislator yang aktif mengawal persoalan ini juga meminta publik maklum.

“Kemarin saya hubungi Bakeuda memang DAK belum masuk. Dananya belum ada. Murni persoalan teknis, bukan faktor kesengajaan,” sambung politikus Golkar itu.

Menyangkut hajat hidup orang banyak, menurutnya masalah serupa tak boleh dibiarkan terulang. Kini, Badan Keuangan Daerah maupun Dinas Kesehatan harus lebih proaktif.

“Dana sekarang sudah ada. Baru masuk ke APBD. Jadi sekarang tinggal pencairan. Dimohon Dinas Kesehatan segera mengajukan pencarian sesuai rencana kerja anggaran mereka,” ujar Matnor.

Lantas bagaimana dengan teknis pembayarannya mengingat sudah empat bulan tertunggak?

“Untuk teknis pembayaran tunggakan empat bulan tolong disesuaikan saja pembagiannya. Yang pasti harus dipastikan dulu dana yang masuk itu memang untuk pembayaran honor P3K puskesmas,” ujar Matnor.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bakeuda Banjarmasin, Subhan Noor Yaumil membenarkan informasi tersebut.

Dana yang masuk dipastikan untuk membayar honor para pegawai kontrak di puskesmas.

“Ya benar,” ujar Subhan kepada apahabar.com.

Namun sampai sekarang, kata Subhan, pencairan terkendala belum adanya permohonan dari Dinkes Banjarmasin.

“Sampaikan saja apa kendalanya. Kalau bisa dibantu kita bantu dan kita segera cairkan dana itu,” pungkasnya.

Lebih jauh, Subhan mengaku tidak mengetahui detail jumlah pasti anggaran yang masuk.

“Itu Dinkes saja, takut salah kami nanti,” tambahnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

bapok

Pemkot Banjarmasin

Ibnu Sina Terima 40 Ton Bapok Bantuan Banjir dari Danlanal Banjarmasin
Beasiswa

Pemkot Banjarmasin

Ratusan Korban Banjir di Banjarmasin Terima Beasiswa Sekolah
Drs H Mukhyar M.Ap menerima kunjungan dan silaturahmi dari PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) Persero yang bertempat di Ruang Kerja wali kota. Foto-Istimewa

Pemkot Banjarmasin

Subsidi Listrik Akibat Covid-19 di Kota Banjarmasin Diperpanjang
Jokowi

Pemkot Banjarmasin

Ikuti Arahan Presiden, Pemkot Banjarmasin Antisipasi Lonjakan Covid-19 Jelang Lebaran

Pemkot Banjarmasin

Safrizal Bertemu Plh Wali Kota Banjarmasin, Bahas Pencegahan Covid-19
apahabar.com

Pemkot Banjarmasin

Tingkatkan Pelayanan Perizinan di Kota Banjarmasin, Sistem OSS Disiapkan

Pemkot Banjarmasin

Pemkot Banjarmasin Terima Prototipe JBG Ahmad Yani dan Veteran

Pemkot Banjarmasin

Bahas Penyederhanaan Birokrasi, Plh Sekdako Banjarmasin Tegas Tak Ingin Rugikan ASN
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com