Jurkani Dibacok, Tim Macan Kalsel Turun Gunung Advokat Jurkani Dibacok OTK di Angsana Menguji Klaim Jembatan Sei Alalak Antigempa hingga Tahan Seabad Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan

Darurat! PBB Agendakan Pertemuan Jumat Bahas Israel-Palestina

- Apahabar.com     Kamis, 13 Mei 2021 - 10:41 WITA

Darurat! PBB Agendakan Pertemuan Jumat Bahas Israel-Palestina

Ilustrasi bendera Palestina dan Israel. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Sejumlah negara anggota Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta agenda pertemuan darurat pada Jumat (14/5/2021) untuk membahas konflik Israel dan Palestina yang memanas.

Tunisia, Norwegia dan China meminta agar pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB tersebut, meski ada perlawanan dari Amerika Serikat (AS) terkait peran PBB dalam konflik tersebut.

Pertemuan tersebut dilakukan secara terbuka untuk umum dan melibatkan partisipasi Israel dan Palestina, kata para diplomat kepada AFP, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (13/5/2021).

PBB telah mengadakan dua konferensi video tertutup sejak Senin, dengan AS, yang merupakan sekutu dekat Israel, yang menentang adopsi deklarasi bersama, yang dikatakan tidak akan “membantu menurunkan” situasi.

Menurut seorang diplomat yang berbicara tanpa menyebut nama, gagasan pertemuan ketiga dalam waktu kurang dari seminggu didorong oleh Palestina.

Tujuan dari pertemuan baru adalah “untuk mencoba berkontribusi pada perdamaian … dan agar Dewan Keamanan dapat mengekspresikan dirinya dan menyerukan gencatan senjata,” tegas diplomat lain yang berbicara tanpa menyebut nama.

Israel telah menolak untuk mengizinkan Dewan Keamanan terlibat dalam konflik, permintaan yang sejauh ini disetujui Washington, kata para diplomat kepada AFP.

Menurut beberapa sumber, sebanyak 14 dari 15 anggota Dewan mendukung adopsi deklarasi bersama Rabu pagi yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan.

Akan tetapi, Amerika Serikat melihat pertemuan Dewan Keamanan sebagai sebuah pernyataan keprihatinan yang cukup, menyebut pernyataan itu “kontraproduktif,” kata para diplomat kepada AFP tanpa menyebut nama.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Arab Saudi Hentikan Sementara Penerbangan Internasional
apahabar.com

Internasional

Lawan China, Biden: AS dan Sekutu Perlu Tetapkan Aturan Perdagangan
apahabar.com

Internasional

Tangani Pandemi Covid-19 Lebih Baik, Sistem Kesehatan Turki Dipuji
apahabar.com

Internasional

Arab Saudi Turut Kecam Kartun yang Menghina Nabi Muhammad
apahabar.com

Internasional

Kasus Covid-19 di India Tembus 2,5 Juta
apahabar.com

Internasional

Jejak Buaya Purba Ditemukan di Korea, Fakta Baru Tunjukkan Mereka Berjalan dengan Dua Kaki
Palestina-Israel

Internasional

Senin, Dewan Keamanan PBB Bahas Palestina-Israel
Mi Instan

Internasional

Mi Instan Asal Indonesia Dituding Picu Peningkatan Angka Kehamilan di Ghana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com