Sudah Ditemukan, Jasad Korban Longsor di Batu Bini HSS Dievakuasi Besok Banjir di Haruyan HST Berangsur-Angsur Surut, BPBD Imbau Warga Tetap Siaga Lebaran di Lapas Balikpapan, Antre Video Call Lepas Rindu Kasus Covid di Balikpapan Melandai, Hari Ini Hanya Bertambah 5 Orang Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi

Data Manufaktur AS Turun, Rupiah Kembali Menguat

- Apahabar.com Selasa, 4 Mei 2021 - 11:27 WIB

Data Manufaktur AS Turun, Rupiah Kembali Menguat

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (4/5) pagi menguat.

Rupiah kembali menguat seiring turunnya data manufaktur Amerika Serikat.

Pada pukul 9.54 WIB, rupiah menguat 16 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp 14.434 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.450 per dolar AS.

“Dolar AS melemah dan tingkat imbal hasil obligasi AS turun karena dipicu oleh pesimisnya data ISM Manufacturing PMI AS,” tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun ke level 1,6 persen setelah rilis data PMI Manufaktur AS pada April 2021 tercatat di bawah ekspektasi pasar sebesar 60,7 dan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 65,7.

Sedangkan indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang lainnya turun ke posisi 90,95.

Pelaku pasar juga mencerna pidato Gubernur The Fed Jerome Powell yang cenderung longgar atau dovish di mana dia mengatakan bahwa meskipun ekonomi AS berkinerja lebih baik namun belum keluar dari masalah.

Selain itu, pelaku pasar mempertimbangkan memburuknya kasus Covid-19 global, khususnya di India.

Selanjutnya pada hari ini pasar akan mencari katalis dari data ekonomi AS seperti neraca perdagangan dan tingkat pesanan pabrik yang dirilis nanti malam pukul 19.30 WIB dan 21.00 WIB.

Pada Senin (3/5) lalu, rupiah ditutup melemah 5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp 14.450 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.445 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Adaro Rehabilitasi Ribuan Hektare Lahan Kritis di Kabupaten Banjar
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Membaik pada Kuartal III
apahabar.com

Ekbis

Indonesia-Australia Seirama Perkuat Transportasi Udara
apahabar.com

Ekbis

Gelombang Ke-2 Covid-19, Rupiah Kembali Terancam

Ekbis

Ikuti Kenaikan Bursa Saham Asia, IHSG Awal Pekan Menguat
apahabar.com

Ekbis

Harga Karet Anjlok, Sebagian Warga Nupang Nuding Bercocok Tanam
apahabar.com

Ekbis

Kementan Dorong Pekarangan Rumah Jadi Lumbung Pangan Mandiri
apahabar.com

Ekbis

Terminal Baru Syamsudin Noor Segera Rampung, Wali Kota Banjarmasin Tilik Potensi MICE
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com