Korupsi Bupati HSU: KPK Periksa Saksi Baru, Pejabat Bank Kalsel Ibnu Sina Beberkan Fakta Terbaru Penundaan Pelantikan Sekdakot Banjarmasin Korupsi Bupati HSU: KPK Cecar Pendiri Ponpes-Swasta soal Mobil Banjir Kalsel Meluas, Kemensos RI Kirim Bantuan 10 Kontainer Logistik Banjir Kalsel Meluas! Rata Rendam Wilayah Hulu Sungai, Ribuan Warga Mengungsi

Demam 9 Hari, Guru Honorer di Balikpapan Meninggal Usai Divaksin

- Apahabar.com     Kamis, 27 Mei 2021 - 16:16 WITA

Demam 9 Hari, Guru Honorer di Balikpapan Meninggal Usai Divaksin

Suasana di rumah almarhum guru honorer yang meninggal usai divaksin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Seorang guru honorer di Balikpapan Utara, Kaltim, Muhammad Azmi Ramadhan (25) menghembuskan napas terakhir di RSUD Balikpapan, Kamis (27/5) sekira pukul 03.30 Wita.

Diketahui Azmi yang berdinas di SMP Negeri 17 Balikpapan ini, belum lama mendapat vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Karang Joang pada Selasa (18/5) lalu.

Azmi yang berdomisili di Jalan Giri Rejo KM 15, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkannya. Sebab almarhum meninggal masih dalam usia muda.

Sebelumnya Azmi menjalani vaksinasi di Puskesmas Karang Joang dalam rangka percepatan vaksinasi untuk guru dan tenaga pendidik di Balikpapan.

Kala itu kondisi tubuh almarhum sedang tidak fit, namun dokter tetap melanjutkan proses penyuntikan dosis vaksin tersebut.

“Sudah dikasih tahu sama almarhum kendalanya batuk berdahak, tapi tetap dilanjutkan sama dokternya,” kata Ibu almrhum, Surati.

Usai divaksin, sehari setelahnya almarhum mengeluhkan demam tinggi dan nyeri pada bagian dada kanannya.

Di hari keempat, tepatnya pada Sabtu (22/5) sekitar pukul 10.00 Wita almarhum kembali ke Puskesmas dengan keluhan yang sama, yakni demam, nyeri dada dan batuk.

Hanya saja oleh pihak Puskesmas almarhum hanya diberi obat paracetamol dan vitamin saja. Setelahnya disuruh pulang kembali.

“Cuma dikasih obat dua jenis itu aja anak saya. Habis itu ya disuruh pulang lagi. Padahal demamnya sudah tinggi, mukanya sampai pucat,” bebernya.

Adik almarhum, Muhammad Fikri Irfan, mengatakan kakaknya tidak menunjukkan perkembangan. Panas badannya pun tak turun hingga pada Rabu (26/5) malam hingga akhirnya dibawa kembali ke Puskesmas Karang Joang.

“Di puskesmasnya masih sadar tapi pas kita berangkat dari puskesmas ke rumah sakit itu sudah nggak sadar,” ungkapnya.

Sayangnya nyawa alhmarhum tidak tertolong, pukul 03.30 Wita ia menghembuskan napas terakhir. Isak tangis pun pecah saat dokter menyatakan bahwa0 Azmi sudah meninggal dunia.

Diketahui almarhum Muhammad Azmi Ramadhan tidak memiliki riwayat penyakit apa pun selama hidupnya. Sunarti mengatakan bahwa gejala yang dialami almarhum baru pertama kali dialami.

“Dia enggak pernah sakit sebelumnya. Dia sehat aja. Bahkan ke Puskesmas itu aja baru kemarin pas mau di vaksin,” tutupnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Disdik Kaltim Ajak Sekolah Lestarikan Tanaman Endemik

Kaltim

Tragedi Berdarah Dekat Masjid Balikpapan, Polisi Sulit Korek Keterangan Korban

Kaltim

Balikpapan Masih Level II, Wali Kota Tak Ingin Seperti Daerah Tetangga
Warga Binaan

Kaltim

Dapat Hidayah, Warga Binaan Lapas Balikpapan Ini Ketika Bebas Ingin Jadi Guru Ngaji

Kaltim

Pemancing Terseret Longsor di Bawah Jembatan Samarinda Ditemukan Tewas
Pelaku Tabrak Lari Balikpapan

Kaltim

Pelaku Tabrak Lari yang Sebabkan Korban Tewas Diciduk Polisi Balikpapan

Kaltim

Sebut Laporan Polisi Pakai Duit, Beruang Hitam: Kami Jemput atau Datang Sendiri
PMI Balikpapan

Kaltim

PMI Balikpapan Tak Terima Bantuan Pakaian Bekas untuk Korban Banjir Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com