Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Kronologi Lengkap Pembunuhan di Pelambuan Gara-Gara Istri Diganggu Fakta Baru Duel Maut di Sungai Miai Banjarmasin, Hanya Gara-Gara Rumput Laka di Kapar HST: Pengendara Vario Nyungsep ke Kolong Colt L-300 Resmikan Pabrik Bio Diesel di Tanah Bumbu, Jokowi Bakal Naik Helikopter

Desak Israel Hentikan Kekerasan di Palestina, Indonesia Upayakan 4 Lini Diplomasi

- Apahabar.com     Minggu, 16 Mei 2021 - 18:15 WITA

Desak Israel Hentikan Kekerasan di Palestina, Indonesia Upayakan 4 Lini Diplomasi

Serangan Israel mengakibatkan hilangnya ratusan warga Palestina. Foto-AP

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mendesak Israel agar menghentikan serangan ke Israel.

Presiden Joko Widodo telah berbicara dengan sejumlah pimpinan negara untuk membahas situasi terkini yang terjadi di Palestina.

“Dalam beberapa hari terakhir saya berbicara dengan Presiden Turki, Yang Dipertuan Agong Malaysia, PM Singapura, Presiden Afghanistan, Sultan Brunei Darussalam, dan PM Malaysia,” kata Jokowi, dikutip melalui akun Twitternya, seperti dilansir CNBC Indonesia, Minggu (16/5).

Dalam pembicaraan tersebut, Jokowi mengatakan bahwa para pemimpin mengaku sangat prihatin dengan situasi yang terjadi di Palestina. Namun, pembicaraan ini juga mencakup situasi di Afghanistan dan tindak lanjut ASEAN Leaders Meeting.

“Indonesia mengutuk keras serangan Israel yang telah mengakibatkan hilangnya nyawa ratusan orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Agresi Israel harus dihentikan,” tegasnya.

Melanjutkan pernyataan Jokowi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan Indonesia akan terus berjalan berdampingan dengan Palestina di tengah agresi yang dilakukan Israel.

Bahkan Retno menegaskan Indonesia akan memanfaatkan semua lini secara maksimal mulai dari Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People (CEIRP) atau Komite Palestina PBB, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) atau Organisation of Islamic Cooperation (OIC), GNB (Gerakan Non-Blok), dan Dewan Keamanan PBB atau UN Security Council (UNSC).

“Indonesia akan menggunakan semua lini .. dengan semaksimal mungkin …CEIRP… OKI… GNB… DKPBB,” tegas Retno dalam akun Instagramnya, @retnomarsudi.

“Indonesia akan terus mendesak #UNSC untuk mengambil langkah konkrit untuk menghentikan kekerasan dan mewujudkan keadilan dan perlindungan bagi rakyat Palestina,” tegasnya.

Kabar terkini, dilansir Aljazeera, hingga Sabtu (15/6), sudah 113 warga Palestina di Gaza yang meninggal dunia akibat serangan Israel ke Palestina. Selain itu, lebih dari 580 warga Palestina terluka di momen Idul Fitri.

Adapun empat lini diplomasi yang ditempuh Indonesia yakni pertama, CEIRP. Indonesia sebetulnya sudah terpilih menjadi Wakil Ketua Komite Palestina PBB atau CEIRP untuk periode 2020. Penetapan Indonesia diumumkan dalam pertemuan di markas besar PBB di New York, AS, 4 Februari 2020.

Kedua, OKI atau Organisasi Kerja Sama Islam yang merupakan sebuah organisasi internasional dengan 57 negara anggota yang memiliki perwakilan tetap di PBB.

Terkait dengan agresi Israel terhadap Palestina yang menewaskan ratusan orang dalam sepekan terakhir ini, OKI segera menggelar pertemuan darurat. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pun bakal hadir.

“Saya akan hadir dalam pertemuan virtual Tingkat Menlu Open-Ended Emergency Meeting OIC Executive Committee pada hari Minggu, 16 Mei 2021, yang akan membahas agresi Israel terhadap Palestina,” kata Menlu Retno lewat akun Twitter resmi @Menlu_RI.

Lewat forum OKI, Indonesia akan mengusahakan penghentian kekerasan terhadap Palestina secara maksimal.

“Sudah terlalu lama hak-hak bangsa dan rakyat Palestina digerogoti oleh Israel. Indonesia akan terus bersama rakyat dan bangsa Palestina dalam memperjuangkan hak-haknya,” kata Retno.

“Indonesia mengecam meluasnya ketegangan dan kekerasan khususnya di jalur Gaza yang menyebabkan lebih dari 100 korban jiwa warga sipil Palestina yang tidak berdosa,” kata Retno.

Ketiga, GNB. Pemerintah Indonesia juga sejak lama meminta semua negara anggota GNB untuk memberi dukungan terhadap upaya kemerdekaan Palestina. Hal itu bahkan sudah disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi GNB ke-18 di Baku Congress Centre, Baku, Azerbaijan pada 25-26 Oktober 2019.

Keempat, Dewan Keamanan PBB. Pada Minggu ini, Dewan Keamanan PBB akan menggelar pertemuan virtual mengenai peningkatan konflik Israel dan Palestina.

Pertemuan tersebut dijadwalkan ulang AS sempat memblokir rapat darurat DK PBB, yang seharusnya digelar pada Jumat lalu (14/5). Dilansir AFP, AS kemudian setuju untuk memindahkan jadwal rapat darurat ke Minggu (16/5), seperti yang diajukan Tunisia, Norwegia, dan China.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Perenang Jepang Pecahkan Rekor Dunia di China 
Gelombang Panas

Global

Alasan Gelombang Panas Tak Ancam Indonesia Seperti di Eropa
apahabar.com

Global

Kalbar-Kalteng Desak Moratorium Sawit, Kaltim Tuntut Anak Tewas di Lubang Tambang
apahabar.com

Global

Rusia dan Turki Bahas Suriah Setelah Penarikan Tentara AS
apahabar.com

Global

Hubungan Mencair, Cina Mulai Impor Beras Amerika
Arab Saudi

Global

Warga Arab Saudi yang Kunjungi RI Bakal Disanksi Berat
apahabar.com

Global

Paus Fransiskus Ajak Masyarakat Dunia Peduli Korban Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Global

Prancis Bergolak, 125.000 Demonstran, Toko Dijarah, 1.000 Ditahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com