Terungkap, Penyebab Kematian Ibu Muda di Hotel Berbintang Banjarmasin Ribuan Gram Sabu hingga Ratusan Butir Ekstasi di Banjarmasin Dimusnahkan BREAKING! Tim Advance Pak Jokowi Tiba di Bandara Syamsudin Noor Arus Lalu Lintas Jembatan Sei Alalak Sementara Dialihkan, Catat Kapan Ditutup Total Asyik di Hammock, 4 Pasang Muda-Mudi Banjarbaru Digaruk Pol PP

Dewas Cermati Risiko Keamanan Nasional di Isu Data BPJS Bocor

- Apahabar.com     Selasa, 25 Mei 2021 - 21:19 WITA

Dewas Cermati Risiko Keamanan Nasional di Isu Data BPJS Bocor

Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan mencermati risiko keamanan nasional dari kebocoran data kependudukan sebab ada data kependudukan anggota TNI dan Polri. Foto-Ilustrasi/Antara

apahabar.com, JAKARTA – Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan mencermati risiko keamanan nasional pada isu kebocoran data yang diduga milik BPJS Kesehatan. Pasalnya, data yang bocor tersebut mencakup data kependudukan anggota TNI dan Polri.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan pihaknya langsung merespons dengan membuat analisa risiko dari isu kebocoran data tersebut.

“Pertama, risiko terhadap keamanan nasional, karena ini sebagian besar data kependudukan termasuk TNI, Polri, dan semuanya ada disana. Kalau memang benar data itulah yang dimiliki dan sesuai dengan kenyataan, maka risiko keamanan nasional ini akan semakin terlihat,” ujarnya dalam rapat bersama dengan Komisi IX DPR, kutip apahabar.com dari CNN Indonesia, Selasa (25/5).

Selain risiko keamanan nasional, ia menilai isu kebocoran data tersebut berdampak negatif pada reputasi pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal tersebut kontraproduktif dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan peran JKN sebagai bagian dari pembangunan kesehatan nasional.

Terlebih, pemerintah menargetkan untuk meningkatkan kepesertaan program JKN. Kemudian, isu kebocoran data tersebut juga menyangkut risiko sistem internal pada BPJS Kesehatan.

“Kami segera berikan saran, nasehat, dan pertimbangan kepada direksi secara tertulis, lisan, dan terlibat langsung dengan berbagai pertemuan terkait dengan isu kebocoran data peserta ini,” ujarnya.

Ia menuturkan Dewas bersama dengan Direksi BPJS Kesehatan telah menelusuri secara mendalam kebenaran isu kebocoran data tersebut. Apabila fakta sebenarnya telah ditemukan, ia berharap hal tersebut bisa diklarifikasi kepada publik dan stakeholder BPJS Kesehatan.

“Kami akan segera menindaklanjuti secara hukum kalau memang ini benar kebocoran data peserta,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, ia mengatakan Dewas dan Direksi BPJS Kesehatan mempersiapkan rencana kontigensi dan antisipasi. Tujuannya, agar kebocoran data tidak berkelanjutan.

“Kemudian, kami segera melakukan langkah mitigasi atas seluruh potensi risiko karena ini akan memiliki dampak besar terkait dengan reputasi JKN,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan data BPJS Kesehatan terdapat dalam 279 juta data yang bocor. Data tersebut diduga dijual di forum peretas Raid Forums.

Juru bicara Kominfo Dedy Permadi mengatakan temuan itu berasal dari analisa yang dilakukan terhadap satu juta sampel data yang dibagikan secara gratis oleh akun bernama Kotz.

Dedy menyampaikan ada 100.002 data penduduk Indonesia yang telah terkonfirmasi dari satu juta data itu.

“Bahwa 100.002 data pribadi ini diduga kuat berasal dari data BPJS Kesehatan,” ujar Dedy di Gedung Kominfo, Jakarta.

Dedy mengungkapkan dugaan kuat bahwa data itu milik BPJS berasal dari sejumlah data yang dibocorkan, yakni nomor kartu peserta BPJS, kode kantor BPJS, data keluarga, tanggungan jaminan kesehatan, hingga status pembayaran jaminan.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sapi Limosin Pemberian Presiden Jokowi untuk Warga Kalsel Berharga Rp 75 Juta
Covid-19

Nasional

Tambah 4.490, Penyintas Covid-19 di RI Jadi 510.000 Orang
apahabar.com

Nasional

Dua Roket Mendarat di Zona Hijau Baghdad
apahabar.com

Nasional

Aneh, Bupati Lantik Diri Sendiri Jadi Kepala Dinas
apahabar.com

Nasional

Kapolri Idham Azis Pimpin Sertijab 8 Kapolda
Banjarmasin

Nasional

Vaksin Covid-19 Sudah Sampai di Indonesia, Kapan Siap Digunakan?
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Buka Peluang Peserta yang Tak Lolos SKD CPNS Ikut SKB

Nasional

20 Hari Lagi Pensiun, Ini ‘Utang’ Besar Kapolri Idham Azis untuk Masyarakat Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com