Belasan Terduga Pelaku Prostitusi Online Diamankan Polres Banjarbaru, 6 Masih di Bawah Umur Jelang Iduladha, Kalsel Siapkan Belasan Ribu Hewan Kurban MK Tunda Sidang, H2D Tetap Pede Diskualifikasi BirinMU Prostitusi Online di Banjarmasin Seret Anak-Anak, Sudah Puluhan Remaja Terjaring! 8 Tuntutan Mahasiswa Kalsel Saat Aksi #SaveKPK Sampai ke Sekretariat Presiden

Dinyatakan Langgar Etik, Bawaslu Kalsel Kukuh Ngaku Tak Salah

- Apahabar.com Kamis, 20 Mei 2021 - 16:06 WIB

Dinyatakan Langgar Etik, Bawaslu Kalsel Kukuh Ngaku Tak Salah

Ketua Bawaslu Kalsel, Ernawati Kaspiyah saat diminta tanggapan soal keputusan DKKP RI yang menyatakan mereka telah melanggar kode etik penyelenggara pemilu. Foto-apahabar.com/Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketua Bawaslu Kalsel, Erna Kaspiyah tetep kekeh bahwa mereka sudah bekerja sesuai prosedur.

Meski Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia menyatakan para Komisioner Bawaslu Kalsel telah melakukan pelanggaran etik sebagai penyelenggara pemilu.

Bahkan, Erna memastikan tak akan mengambil tindakan, misal mengundurkan diri karena sudah dinyatakan melanggar etik.

“Nggak (ada niat mengundurkan diri), karena kami merasa apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan prosedur, profesional dan berkepastian hukum,” ujar Erna usai menghadiri acara ikra bersama PSU di hotel Rattan Iin, Kamis (20/5).

Sebelumnya, DKPP Republik Indonesia memutuskan bahwa para komisioner Bawaslu Kalsel melakukan pelanggaran etik.

Bawaslu Kalsel dinilai tak profesional dan tidak terbuka saat menangani laporan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh Sahbirin-Muhidin berupa pembagian bakul Covid-19 menggunakan dana APBD dan pengerahan aparat Pemprov Kalsel demi kepentingan kampanye pribadi.

Putusan DKPP tersebut sebagai tindak lanjut laporan tim pasangan calon Denny Indrayana dan Difriadi Darjat (H2D).

“Kaburnya atau tidak terangnya kajian keterpenuhan atau ketidakterpenuhan setiap unsur dalam pasal dengan peristiwa atau kejadian, mereduksi (menurunkan) kepercayaan publik terhadap kinerja Bawaslu Kalimantan Selatan,” ungkap salah satu anggota DKPP RI Didik Supriyanto, dalam siaran pers Rabu (19/5).

Erna pun mengaku legawa dengan keputusan majelis etik. Dia bilang tentu ada alasan lain mengapa majelis sampai menyatakan mereka telah melanggar etik.

“Kami menerima keputusan DKPP itu dan kami hormati. Tapi majelis berpandangan lain, itu kan hak majelis,” pungkasnya.

Sementara itu, saat dimatai tanggapan terkait keputusan DKKP terhadap Bawaslu Kalsel, Komisioner Bawaslu RI, Moch Afifuddin enggan memberikan komentar.

Dia mengaku, tak ikut dalam mengambil keputusan. Sehingga tak boleh memberikan komentar.

“Saya nggak ikut ngambil keputusan saya nggak bisa berkomentar. Saya nggak boleh komentar. Oke,” kata Afifuddin.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Mutu Karet, Begini yang Dilakukan Petani Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Operasional RSUD Sultan Suriansyah Terkesan Dipaksakan
apahabar.com

Kalsel

SDN Batu Piring Balangan Pamerkan 500 Hasil Olahan dari Sampah
apahabar.com

Kalsel

Di Tanbu, Orang Meninggal Masih Diundang Nyoblos
apahabar.com

Kalsel

Lolos dari Maut, Ketua DPRD Kotabaru Maafkan Pengemudi Bodong
apahabar.com

Kalsel

Edar Sabu, Buruh Lepas di Banjarmasin Pasrah Divonis 7 Tahun Penjara
apahabar.com

Kalsel

Turun Langsung ke Masyarakat, Bukti Ririe Miliki Jiwa Empati yang Tinggi
apahabar.com

Kalsel

Serahkan Hewan 70 Ekor Hewan Kurban, Kapolda Kalsel: Semoga Diterima Warga yang Berhak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com