Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan Duh, Nelayan Dirgahayu Kotabaru Lenyap di Perairan Samber Gelap Rujuk Ditolak! Pemuda di Kelua Tabalong Jambret Ibu Muda Viral, Foto Anji Tersenyum Usai Ditangkap Polisi karena Narkoba Bawa Timnas Brasil Sikat Venezuela, Neymar Ancam Pele

Dipocong Karung dan Dikubur di Tabat HST, Penyebab Kematian Suryadi Terkuak

- Apahabar.com Jumat, 21 Mei 2021 - 20:53 WIB

Dipocong Karung dan Dikubur di Tabat HST, Penyebab Kematian Suryadi Terkuak

Proses evakuasi mayat di Tabat LAU HST, Kamis (7/5)./Foto: Humas Polres HST for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Penyebab kematian Suryadi (38) yang dipocong dengan karung dan dikubur secara tidak layak terkuak.

Penyebabnya diketahui setelah Sat Reskrim Polres Hulu Sungai Tengah (HST) menerima hasil otopsi dari RS Ulin di Banjarmasin, Kalsel.

Kasat Reskrim, AKP Dany Sulistiono menyebutkan berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan sejak 7 Mei lalu, kematian Suryadi berkisar antara 3 sampai 4 hari.

Sebelumnya, mayat yang dipocong dan terkubur di Desa Tabat Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU) ditemukan warga sekitar per Kamis 6 Mei 2021 lalu.

Kondisinya mengenasakan, dipocong menggunakan karung dan dikubur di kawasan perkebunan warga. Tepatnya di belakang rumah salah satu keluarga korban, Y (38) di Tabat RT 1.

Terdapat luka menganga atau retak pada bagian pelipis mata dan dekat telinga setelah mayat dievakuasi ketika itu, sekitar pukul 14.00 Wita.

Kasat Dany menyebutkan, kematian Suryadi berdasarkan hasil otopsi disebabkan patahnya tulang atap kepala panjang dan melingkar hampir seluruh atap tulang kepala bagian belakang.

“Pendarahan otak menyebabkan kerusakan organ vital dan pendarahan pada kepala,” terang Dany kepada apahabar.com, Jumat (21/5).

Sebelumnya, Dany menyebutkan ada 4 tersangka yang dijerat atas kasus itu. Mereka yakni, Y (38), H (61), HSB (28) dan W (32).

“Keempatnya masih satu keluarga dengan korban,” kata Kapolres AKBP Danang Widaryanto melalui Kasat Reskrim Polres HST, AKP Dany Sulistiono kepada apahabar.com, Selasa (11/5).

Dany menyebutkan, motif atas kasus yang mengakibatkan Suryadi meninggal itu lantaran sakit hati.

“Tersangka sakit hati karena korban sering mengumpat (mengeluarkan kata-kata keji-red). Sering marah-marah ketika meminta uang kepada pihak keluarga,” terang Dany.

Kematian Suryadi

Kepala korban nampak luka menganga setelah berhasil dievakuasi, Kamis (7/5)./Foto: Humas Polres HST for apahabar.com

Kejadian itu bermula saat Suryadi datang ke rumah W yang masih di Desa Tabat. Dia disebut meminta uang dengan cara marah-marah, Selasa (4/5) lalu.

Saat itu terjadi pergerumulan keduanya. Suryadi memukul-mukul W hingga mendorong-dorongnya sampai ke luar rumah.

Selang beberapa waktu, HSB datang dan memukul Suryadi.

“Pelaku ini memukul korban dengan kayu,” kata Dany.

Akibat pukulan benda tumpul itu, kepala korban mengalami retak pada bagian pelipis mata dan pada bagian dekat telinga, sehingga memgakibatkan Suryadi tewas.

“Kejadian itu seketika, jadi tidak ada otak pelaku pembunuhannya,” terang Dany.

Jauh sebelum diketahui persis kejadian itu dan penetapan tersangka, Y dan H sempat menyerahkan diri usai melaporkan peristiwa itu kepada pihak perangkat desa. Y menyebut bahwa Suryadi yang tak lain adalah keponakannya itu tewas dan dikubur.

Sontak warga Tabat beramai-ramai membongkar mayat Suryadi yang terkubur di belakang rumah Y, Kamis (6/5) sekitar pukul 14.00 Wita.

Kondisi mayat saat mengenaskan saat ditemukan. Dipocong menggunakan karung dan dikubur di tidak jauh di belakang rumah Y.

Keduanya lantas mengakui perbuatannya terhadap korban atau Suryadi yang statusnya masih keponakan mereka itu.

Y dan H mengakui, mereka yang mengubur korban. Selain itu dua orang yang masih keluarga yang terlibat dalam kematian Suryadi yakni, W dan HSB.

Satu orang ikut mengubur dan satunya lagi orang yang berkelahi dengan korban.

Karena penyidik kepolisian belum memiliki alat bukti yang mendukung, Y dan H masih berstatus saksi. Polisi hanya mengantongi keterangan dari keduannya saja.

Baru setelah polisi menemukan alat bukti, Y dan H resmi ditetapkan tersangka.

“Kurang dari 24 jam atau setelah mayat ditemukan, kami mengamankan dua orang lagi yang masih keluarga dengan korban yakni, W dan HSB tadi,” terang Dany.

Keempat pelaku yang ditetapkan tersangka saat ini masih dalam penyidikan Satreskrim Polres HST.

Korban atau Suryadi ini baru dua minggu di Tabat setelah kembali dari perantauannya. Semenjak di Tabat, dia disebut sering mengamuk jika meminta uang kepada salah satu keluarganya.

Lantaran tersulut emosi karena terus-terusan dimintai uang, ada anggota keluarga korban yang naik pitam. Hingga terjadi penganiayaan yang menyebabkan kematian.

“Para pelaku akan segera kita limpahkan ke Kejaksaan untuk segera disidangkan,” tutup Dany.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Habar Haji 2019; Suhu Hingga 50 Derajat Celcius, CJH Kalsel Terus Dipantau
apahabar.com

Kalsel

Blak-blakan Kepala BNN HSU: Pengedar Lebih Aman Beraksi dari Penjara
TASPEN

Kalsel

TASPEN Berikan Perlindungan JKK-JKM Bagi Non-ASN di Pemkab Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Pilbup HST: Kuda Hitam Tunjukkan Eksistensi, Berry Jalin Komunikasi
apahabar.com

Kalsel

Baliho di Trotoar Jalan Ahmad Yani Disorot, Halangi Lintasan Difabel  
apahabar.com

Kalsel

Cegah Covid-19, Panitia Kurban di Banjarbaru Terapkan Peraturan Ketat
Banjir Kepung Kawasan Amuntai, Polri dan TNI Berjibaku Bantu Warga

Kalsel

Banjir Kepung Kawasan Amuntai, Polri dan TNI Berjibaku Bantu Warga
apahabar.com

Kalsel

Rifqinizamy Berkomitmen Janji Kawal Aspirasi Mahasiswa 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com