Biang Prostitusi Anak di Banjarmasin, Takut Diantar ke Panti karena Utang Kreditan Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan

Duh, Harga Minyak Anjlok Terpapar Krisis Covid-19 India

- Apahabar.com Jumat, 14 Mei 2021 - 10:10 WIB

Duh, Harga Minyak Anjlok Terpapar Krisis Covid-19 India

Harga minyak dunia terkoreksi di tengah krisis India. Foto-EPA/Mark via Republika.co

apahabar.com, JAKARTA – Imbas krisis India, harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Kamis (14/5).

Harga minyak terkoreksi 3 persen setelah reli panjang delapan minggu usai perkiraan rebound untuk permintaan global tahun ini.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli, seperti dilansir Antara, terpangkas 2,27 dolar AS atau 3,3 persen menjadi ditutup pada 67,05 dolar AS per barel setelah naik 1,0 persen pada Rabu (12/5).

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, jatuh 2,26 dolar AS atau 3,4 persen menjadi menetap di 63,82 dolar AS per barel, setelah naik 1,2 persen di sesi sebelumnya.

Kedua harga acuan tersebut menandai penurunan harian terbesar mereka dalam hal persentase sejak awal April.

Harga juga berada di bawah tekanan karena lonjakan harga-harga komoditas yang lebih luas, kekurangan tenaga kerja dan data harga konsumen yang jauh lebih kuat dari perkiraan minggu ini telah memicu kekhawatiran inflasi yang dapat memaksa Federal Reserve AS menaikkan suku bunga.

Kenaikan suku bunga biasanya meningkatkan dolar AS yang pada gilirannya menekan harga minyak karena membuat minyak mentah lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Harga minyak mentah terus menurun ketika para investor menekan tombol jeda bersama siklus perdagangan komoditas-komoditas super,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Ketakutan inflasi juga telah membuat bingung beberapa investor untuk mengambil untung dari perdagangan energi mereka.

Presiden AS Joe Biden mengatakan pengendara dapat mengharapkan stasiun pengisian bahan bakar mulai kembali normal akhir pekan ini.

Bahkan ketika kekurangan mencengkeram beberapa daerah di tengah pengoperasian kembali jaringan pipa bahan bakar utama negara itu setelah ditutup oleh serangan ransomware.

Penutupan Colonial Pipeline selama hampir sepekan yang membawa 100 juta galon bahan bakar per hari, menyebabkan kekurangan bensin dan pernyataan darurat dari Virginia hingga Florida.

Hal itu menyebabkan dua kilang menghentikan produksi, dan mendorong maskapai penerbangan untuk merombak operasi pengisian bahan bakar.

Dalam sinyal penurunan lainnya untuk permintaan minyak, varian virus corona telah melanda India, importir minyak mentah terbesar ketiga di dunia.

Para profesional medis dilaporkan belum dapat mengatakan kapan infeksi baru akan memuncak dan negara-negara lain khawatir atas penularan varian yang sekarang menyebar ke seluruh dunia.

“Kekhawatiran berkembang bahwa penyebaran virus corona yang tidak terkendali di India dan di Asia Tenggara akan mengurangi permintaan minyak,” kata analis PVM dalam sebuah catatan.

Dampaknya, bagaimanapun juga diperkirakan relatif singkat. Dan, paruh kedua tahun ini akan melihat kebangkitan yang sehat dari pertumbuhan permintaan minyak. (*)

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Internasional

Alaska Diguncang Gempa 7,5 SR, Picu Peringatan Tsunami
apahabar.com

Internasional

Politikus Denmark Berencana Terbitkan Ulang Kartun yang Diduga Menghina Nabi
apahabar.com

Internasional

Pipa Gas di Irak Meledak, 2 Tewas dan 51 Lainnya Terluka
apahabar.com

Internasional

Drone Turki Jadi Kekuatan Baru di Tengah Dominasi AS, Israel dan China

Internasional

14 Negara, Termasuk Indonesia Nyatakan Komitmen untuk Pengelolaan Laut Berkelanjutan
apahabar.com

Internasional

Rekor, WHO Catat 259.848 Kasus Covid-19 Global dalam 24 Jam
apahabar.com

Internasional

Bill Gates Ingin Bangun Pembangkit Listrik Nuklir
apahabar.com

Internasional

Google dan Apple Hilangkan Palestina dari Peta, Cek Faktanya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com