Raisya, Gadis Kelua Tabalong yang Hilang Sempat Ingin Mondok Alokasi Rp 1,5 M, Kawasan Siring Piere Tendean Banjarmasin Bakal Dipagar Dimotori Arul Efansyah, Eks Power Metal Dirikan Band XREAL Ditertibkan, Belasan Supeltas di Alalak Batola Diingatkan Jangan Pungli Kecelakaan Beruntun Berujung Maut, Pengemudi Diduga Konsumsi Miras

Duh, Sudah Puluhan Bocah di Tabalong Kalsel Minta Kawin!

- Apahabar.com Kamis, 20 Mei 2021 - 14:37 WIB

Duh, Sudah Puluhan Bocah di Tabalong Kalsel Minta Kawin!

Kebanyakan pemohon adalah bocah perempuan. Foto ilustrasi: Ist

apahabar.com, TANJUNG – Sampai April tahun ini, sudah 42 anak di bawah umur di Tabalong mengajukan dispensasi kawin.

Dispensasi kawin ialah pemberian izin kawin oleh pengadilan kepada calon suami istri yang belum berusia 19 tahun untuk melangsungkan perkawinan.

Penelusuran apahabar.com, dari 42 anak yang mengajukan dispensasi kawin, 6 orang di antaranya laki-laki. Usia terendahnya 17 tahun 4 bulan. Paling tinggi 18 tahun 6 bulan.

Sementara, 36 permohonan untuk anak perempuan. Dengan usia paling rendah 14 tahun 5 bulan dan paling tinggi 18 tahun 11 bulan.

Untuk diketahui, alur dispensasi kawin untuk anak di bawah umur terbilang sederhana. Mereka hanya perlu mengantongi surat putusan terlebih dahulu dari Pengadilan Agama setempat.

Pandemi Covid-19, Janda di Banjarmasin Menurun

Selanjutnya, pemohon mendaftar ditemani orang tua ke Pengadilan Agama setempat, usai membuat permohonan, daftar, hingga konseling di Pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) dan Dinas Kesehatan

“Boleh juga di puskesmas domisili anak,” ujar Ketua Pengadilan Agama Tanjung, Ikin kepada apahabar.com.

Setelah semuanya lengkap barulah hakim menyidangkannya. Kedua orang tua anak wajib hadir.

“Begitu juga kedua calon pengantin dan orang tua calon anaknya,” jelas Ikin.

Tabalong

Pemberian dispensasi kawin sudah diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019. Sekali lagi, hanya bagi mereka yang berusia di bawah 19 tahun.

Ikin mengakui tak jarang pihaknya menasihati agar anak di bawah umur menunggu batas usia yang ditentukan oleh undang-undang untuk menikah.

Selain itu, juga mempertimbangkan hasil konseling dari psikolog Puspaga serta hasil pemeriksaan kesiapan fisik dari Dinas Kesehatan.

Karenanya, Ikin mengimbau kepada orang tua agar memberikan pendidikan yang maksimal supaya orientasi untuk menikah di bawah umur bisa dihindari.

“Kami juga berharap kepada pemerintah, supaya memberikan peluang kepada anak yang menikah di bawah umur untukĀ  meneruskan pendidikannya seluas luasnya, serta sama sama berupaya membuat lapangan kerja agar terjadi peningkatan kualitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kembali Berubah, Kemenag Kalsel Pastikan CJH Berangkat 9 Juli
apahabar.com

Kalsel

Kunjungi Objek Vital, Personel Polsek Jorong Gelar Patroli Dialogis
Liang Anggang

Kalsel

Alhamdulillah, Ribuan Pengungsi di Liang Anggang Mulai Kembali ke Rumah
apahabar.com

Kalsel

Tampil Baru, Tugu Bundaran Banjarbaru Tampak Lebih Menarik
apahabar.com

Kalsel

Kata Sandiaga Uno Soal Pemindahan Ibu Kota Baru ke Kalimantan
apahabar.com

Kalsel

AKBP Andi Adnan Beri Penghargaan Personil yang Kreatif Tangkal Paham Radikal
apahabar.com

Kalsel

Push Up Bak Lelucon, Banjarbaru Terapkan Denda Tak Pakai Masker

Kalsel

Dua Kali Dijebol, Portal Jejangkit Diperbaiki Lagi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com