IJTI Kalsel Gelar UKJ dan Musda Ke-IV, Budi Ismanto: Wartawan TV Harus Kompeten Jelang Pelantikan, Karangan Bunga Anies Baswedan hingga MHM Hiasi Balai Kota Banjarmasin Belasan Terduga Pelaku Prostitusi Online Diamankan Polres Banjarbaru, 6 Masih di Bawah Umur Jelang Iduladha, Kalsel Siapkan Belasan Ribu Hewan Kurban MK Tunda Sidang, H2D Tetap Pede Diskualifikasi BirinMU

Ganti Rugi Lahan HSS, Perusahaan Sawit PT SAM Mangkir Saat Mediasi

- Apahabar.com Rabu, 12 Mei 2021 - 01:25 WIB

Ganti Rugi Lahan HSS, Perusahaan Sawit PT SAM Mangkir Saat Mediasi

Tanah perkebunan sawit seluas 3.852 hektare yang ditanam oleh pihak perusahaan diduga telah masuk area tanah milik warga. Foto ilustrasi: CNBC Indonesia

apahabar.com, KANDANGAN – ​​​​​​​PT Subur Agro Makmur (SAM) memilih mangkir dalam mediasi Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terkait persoalan ganti rugi lahan.

Upaya untuk mempertemukan kedua belah pihak sekaligus menindaklanjuti surat Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel) tertanggal 12 April 2021 perihal permintaan klarifikasi.

Sedianya pemerintah memfasilitasi pertemuan sengketa lahan antara perusahaan sawit dengan H Husaini, Selasa (12/5).

“Selasa (20/4) lalu kami mengadakan mediasi namun tidak terlaksana, karena PT SAM memilih mangkir,” ucap Kepala Dinas Pertanian HSS, Muhammad Noor.

Klarifikasi berkaitan dengan tanah perkebunan sawit seluas 3.852 hektare yang ditanam oleh pihak perusahaan telah masuk area tanah H Husaini.

Apalagi diketahui hingga kini pemerintah menilai belum ada niat baik dari perusahaan untuk melakukan ganti rugi.

Sejak tahun 2017, Pemkab HSS berusaha melakukan mediasi dengan mempertemukan PT SAM dengan pemilik lahan H Husaini demi mendapatkan penyelesaian agar tidak berlarut-larut.

Sebab, kehadiran PT SAM penting dan diperlukan untuk konfirmasi. Termasuk menjawab pertanyaan Ombudsman RI dalam penyelesaian kasus penggunaan lahan perkebunan oleh perusahaan.

“Kami mencoba komunikasi dengan pihak perusahaan, karena kabarnya persoalan ini dibawa ke ranah pengadilan perdata dan sudah ada putusan inkrah atau tetap,” bebernya.

Sayangnya, perusahaan tak bersedia memberikan salinan putusan tersebut sehingga Muhammad Noor meminta secara tertulis salinan putusan tersebut ke pengadilan yang menangani melalui bagian Ekobang Setda HSS.

Ketika coba dimintai keterangan tentang ketidakhadiran saat rapat fasiltasi mediasi, PT SAM belum bisa menjawabnya.

“Masih menunggu arahan pimpinan,” kata Community Development Officer (CDO) PT SAM, Budi Wahyudi.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

HSS

HSS Krisis Guru, Setiap Tahun Pensiun 100 Orang
apahabar.com

HSS

Semarak Karnaval Pembangunan dan Mobil Hias di HSS
apahabar.com

HSS

Sempat Rusak karena Karhutla, SMPN Daha Barat HSS Miliki Ruang Kelas Baru
Karhutla

HSS

Antisipasi Karhutla, Pemkab HSS Gelar Rapat Koordinasi
apahabar.com

HSS

Tim Penilai Satya Lancana Pembangunan Kunjungi Kampung KB Desa Paringi di HSS
apahabar.com

HSS

Halalbihalal PGRI Kabupaten HSS, Simak Pesan Bupati Fikri
apahabar.com

HSS

Belum Resmi Dibuka, Air Terjun Haratai HSS Diserbu Wisatawan
Prof Kustan Basri

HSS

Wabup HSS Hadiri Pemakaman Prof Kustan Basri di Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com