Jelang Pelantikan, Karangan Bunga Anies Baswedan hingga MHM Hiasi Balai Kota Banjarmasin Belasan Terduga Pelaku Prostitusi Online Diamankan Polres Banjarbaru, 6 Masih di Bawah Umur Jelang Iduladha, Kalsel Siapkan Belasan Ribu Hewan Kurban MK Tunda Sidang, H2D Tetap Pede Diskualifikasi BirinMU Prostitusi Online di Banjarmasin Seret Anak-Anak, Sudah Puluhan Remaja Terjaring!

Gegara Rapid Antigen Bekas, Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma

- Apahabar.com Minggu, 16 Mei 2021 - 15:31 WIB

Gegara Rapid Antigen Bekas, Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma

Tim Polda Sumut melakukan penggerebekan layanan rapid test antigen di lantai II Bandara Kualanamu, Selasa (27/4/2021) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Foto: Tribunnews

apahabar.com, JAKARTA – Menteri BUMN, Erick Thohir memecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika (KFD).

Hal itu sebagai tindak lanjut kasus alat tes cepat atau rapid tes antigen bekas yang terjadi di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Erick menegaskan bahwa apa yang terjadi di Kualanamu adalah persoalan yang mesti direspons secara profesional dan serius.

Setelah melakukan penilaian secara terukur dan berlandaskan semangat good corporate governance, langkah tegas mesti diambil.

“Setelah melakukan pengkajian secara komprehensif, langkah [pemberhentian] ini mesti diambil. Selanjutnya, hal yang menyangkut hukum merupakan ranah dari aparat yang berwenang,” kata Erick dalam keterangan resmi seperti dilansir Antara, Minggu (16/5).

Seluruh BUMN terikat pada kesepakatan bersama untuk bertindak profesional sesuai dengan core value yang dicanangkan, yakni amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Apa yang terjadi di kasus Kualanamu dinilai bertentangan dengan core value tersebut.

“Karena memang sudah tak sejalan dengan core value tersebut maka tidak memandang siapa dan apa jabatannya, kami persilakan untuk berkarier di tempat lain,” kata Erick.

Erick pun menjelaskan bahwa ada kelemahan secara sistem yang membuat kasus antigen bekas dapat terjadi. Hal ini berdampak luas bagi kepercayaan masyarakat.

Menurut Erick, sebagai perusahaan layanan kesehatan, rasa kepercayaan yang diperoleh dari kualitas pelayanan menjadi hal yang tak bisa ditawar.

“Akumulasi dari seluruh hal tersebut membuat kami berkewajiban untuk mengambil langkah ini. Ini bukan langkah untuk menghukum, tapi langkah untuk menegakkan dan memastikan bahwa seluruh BUMN punya komitmen untuk melayani, melindungi, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat,” ujar Erick.

Langkah tegas diambil Kementerian BUMN yang memecat seluruh direksi KFD. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas kasus antigen bekas yang terjadi di Bandara Kualanamu, beberapa waktu lalu.

Janji Menteri BUMN Erick Thohir untuk turun langsung dalam menangani kasus ini dibuktikan dengan keluarnya surat pemecatan pada seluruh direksi.

Saat ini, auditor independen sedang bekerja juga untuk memeriksa semua lab yang ada di bawah Kimia Farma.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Penusuk Ustaz Zaid Maulana di Aceh Ternyata Pecatan Polisi
apahabar.com

Nasional

Dituding Pecah, PWNU Kalsel Bantah Hanya 49,3 Persen Dukung Jokowi-Ma’ruf
apahabar.com

Nasional

Lembaga Negara Dibubarkan, PNS Dialihkan ke Instansi Lain atau Pensiun Dini
apahabar.com

Nasional

Geger, Kematian Mendadak Kambing hingga Kucing di Bekasi
Kasus Rasisme

Nasional

Jadi Tersangka Kasus Rasisme, Bareskrim Tahan Ambroncius Selama 20 Hari
apahabar.com

Nasional

Abu Vulkanik Hujani Cilegon, Warga Diimbau Pakai Masker  
apahabar.com

Nasional

Selasa Siang, Prabowo Tertinggal Tiga Juta Suara Berdasar Situng KPU
apahabar.com

Nasional

16.000 Lebih Warga AS Meninggal Akibat Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com