BREAKING! Warga “Bagandang Nyiru” Cari Ibu Muda yang Hilang di Cukan Lipai HST Kades-BUMDes Saradang Tabalong Ancam Polisikan Warga Penyebar Berita Bohong Kalah 39 Ribu Suara, H2D Pinta MK Kesampingkan Ambang Batas Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas Polemik Dugaan Penyelewengan Dana Bumdes Saradang Tabalong Kembali Meruncing

Harga Gabah Premium di Tapin Turun, Begini Penjelasan Kadis Ketahanan Pangan Setempat

- Apahabar.com Minggu, 30 Mei 2021 - 21:25 WIB

Harga Gabah Premium di Tapin Turun, Begini Penjelasan Kadis Ketahanan Pangan Setempat

Petani di Kecamatan Bakarangan menjemur gabah. Foto-Apahabar.com/Sandy

apahabar.com, RANTAU – Petani di Kecamatan Bakarangan mengeluhkan turunnya harga jual gabah premium jenis siam kupang di Kabupaten Tapin. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tapin, H. Bastian mengungkapkan, ini dampak dari musim panen yang bersamaan.

Petani di Desa Parigi, Idil mengatakan pada tahun lalu harga gabah berada di harga Rp 5.700 hingga Rp6.200 perkilonya, namun pada tahun ini harga gabah tersebut anjlok menjadi Rp5ribu.

“Tahun ini harus terpaksa ditampung karena harga jual anjlok. Padahal yang panen hanya beberapa desa saja. Harga lima ribu rupiah perkilo tentu menjadi harga paling murah untuk gabah jenis siam kupang,” ungkapnya.

Idil berharap, harga gabah dapat kembali seperti tahun lalu atau paling tidak harganya stabil.

Di sisi lain, Abdul Majid petani Desa Parigi Kacil juga merasakan hal yang sama. Saat ini, kata dia, para petani enggan untuk menjual gabahnya karena harga yang sangat murah.

“Padahal gabah jenis ini merupakan gabah untuk beras premium Tapin. Sekarang hanya dihargai lima ribu rupiah saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Majid mengatakan untuk harga tersebut tidak dapat menutup biaya tanam padi. Mulai dari persiapan lahan, menanam padi, pupuk hingga panen.

“Harga gabah tidak dapat menutup semua biaya operasional saat tanam hingga panen. Ya mudah-mudahan harga cepat kembali stabil lah,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tapin, H. Bastian mengatakan untuk harga Rp5.500 hingga Rp6.200 memang harga normal di beberapa tahun lalu.

“Saat ini memang harga turun diakibatkan karena musim panen bersama, dan ini sangat wajar,” ujarnya.

Dikatakan Bastian, pilihan para petani untuk menahan gabah lokal sangat tepat, karena harus menunggu sampai harga kembali naik.

“Tidak masalah ditahan, karena gabah jika panennya surplus artinya stok untuk konsumsi penduduk tidak terganggu,” katanya.

Hal ini bisa terjadi karena panen bersamaan. Sangat wajar petani menahan untuk menunggu harga normal. “Setidaknya untuk menutupi ongkos operasional dari pengolahan lahan sampai dengan panen,” lanjutnya.

Menurut Bastian, di wilayah Kabupaten Tapin hal semacam itu tidak mengganggu dalam hal ketersediaan konsumsi beras.

“Artinya dengan menahan, maka stok beras melimpah. Perlu diakui bahwa memang rata-rata petani di Kabupaten Tapin mata pencahariannya adalah menanam padi,” jelasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tapin

Gelar Diskusi Daring, Pelajar Nahdatul Ulama Antisipasi Paham Radikal
Hasil Pleno

Kalsel

Hasil Pleno Kecamatan di Tapin Dimenangkan BirinMu, Saksi H2D Enggan Tanda Tangan
apahabar.com

Tapin

Pemkab Tapin Siapsiagakan Personel Hadapi Karhutla
Kekerasan Seksual

Tapin

Tidak Dihack, Polres Tapin Dalami Pemilik Akun Twitter Diduga Pedofil
ASN

Tapin

Oknum ASN PUPR Tapin dan Kontraktor Terjerat Kasus Korupsi Ratusan Juta
Ngabuburit

Kalsel

Muda Mudi Tapin Ngabuburit Sambil Gelar Musik Tradisional
PPKM

Kalsel

Lawan Covid-19, Tapin Bentuk PPKM Berskala Mikro
Upah Minimum

Tapin

Jika Disetujui DPK, Upah Minimum Kabupaten Tapin Akan Naik di 2021
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com