Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Heboh Kuyang di Balikpapan, Ternyata Pilot Balon Milik BMKG

- Apahabar.com     Senin, 24 Mei 2021 - 14:40 WITA

Heboh Kuyang di Balikpapan, Ternyata Pilot Balon Milik BMKG

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Warga Balikpapan dihebohkan dengan kemunculan sebuah cahaya merah yang terbang di langit kawasan Sepinggan, Balikpapan Selatan pada Minggu (23/5) malam.

Warga mengira benda bercahaya merah tersebut adalah hantu kuyang. Alhasil warga net pun ramai membicarakannya di media sosial.

“Astagfirullah, kalau nggak kiriman teluh bisa jadi itu kuyang,” tulis netizen bernama Yuli di akun media sosial Portal Balikpapan.

Namun setelah ditelusuri rupanya benda bercahaya merah tersebut bukanlah kuyang, apalagi banaspati.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan menyebut benda tersebut adalah pilot balon yang berfungsi berfungsi mengukur kecepatan serta arah angin.

“Bukan, itu pilot balon milik BMKG. Alat itu untuk mengukur arah dan kecepatan angin per lapisan. Itu ada lampionnya makanya kelihatan warna merah,” kata Mulyono, kepada apahabar.com.

Mulyono mengatakan pilot balon atau pilot udara tersebut memang diterbangkan setiap hari dalam jangka waktu tertentu.

Benda yang diterbangkan setinggi 20.000 feet atau 6 kilometer dari daratan itu untuk mengukur kecepatan angin.

Balon yang diterbangkan sebagai indikator pengukuran seberapa cepat angin berembus serta dari arah mana angin tersebut berasal.

“Itu setelah terbang nanti kami ukur pakai alat theodolite. Memang kalau malam nggak kelihatan alatnya, makanya dikasih lampion warnanya merah,” ujarnya.

Pilot udara tersebut diterbangkan pada pukul 08.00 WITA, 13.00 WITA dan pukul 20.00 WITA untuk mengetahui arah angin dan kecepatan angin setiap waktu.

Pada siang hari alat tersebut terlihat seperti balon biasa.

“Cahayanya, ya, memang warna merah terus karena, kan, kami kasih lampion. Kalau siang, ya, nggak kelihatan. Ketika dia (balon) pecah atau menghilang berarti pengamatan sudah berakhir. Sekitar 1 jam itu biasanya, tapi kadang nggak nentu juga,” jelasnya.

Mulyono pun mengimbau warga agar tidak termakan informasi yang salah, sehingga tidak mudah terprovokasi dan menjadi keresahan di masyarakat.

“Untuk masyarakat jangan cepat termakan informasi, cari tahu dulu lah biar tidak terprovokasi,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

1 Pasien Positif Covid-19 Asal Banjarmansin Meninggal Dunia di Balikpapan

Kaltim

1 Pasien Positif Covid-19 Asal Banjarmansin Meninggal Dunia di Balikpapan
apahabar.com

Kaltim

Tim DVI Mabes Polri Periksa Jasad Herman

Kaltim

Korban Laka Laut di Perairan Senipah Ditemukan Meninggal Dunia dalam Kabin Kapal
Pencuri Panel Tenaga Surya

Kaltim

Spesialis Pencuri Panel Tenaga Surya Diringkus, Penyebab Jalan Balikpapan Gelap Gulita
apahabar.com

Kaltim

5 Pasien Positif Covid-19 di Tarakan Meninggal Dunia
apahabar.com

Kaltim

Sudah 36 Nyawa Melayang, Kaltim Bakal Pulihkan Lubang Bekas Tambang
Penyambutan Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Balikpapan. Foto-Istimewa

Kaltim

Tiba di Balikpapan, Kasad TNI Disambut Tradisi Tabur Tepung

Kaltim

Syarat Ketat Masuk Mall di Kaltim Segera Berlaku, Anak-Anak Dilarang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com