Bising… Kafe Mariga Digeruduk Polisi Dievakuasi ke Banjarmasin, 7 Korban KM Ladang Pertiwi Selamat DITANGKAP! Terduga Pembunuh Undur di Bungur Tapin Fakta Baru Duel Maut di Arena Judi Datarlaga HST KM Ladang Pertiwi Tenggelam, Penumpang Dievakuasi ke Banjarmasin

Jadi Relawan BPK, Menanam Sabar dan Ikhlas di Dalam Dada

- Apahabar.com     Minggu, 23 Mei 2021 - 21:25 WITA

Jadi Relawan BPK, Menanam Sabar dan Ikhlas di Dalam Dada

Muliadi, anggota BPK Star 10 Kalayan B saat memacu mesin pompa di Siring Pierre Tendean/Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Deru mesin pompa pemadam kebakaran meraung-raung di dermaga siring Jalan Piere Tendean, Minggu (23/5) sore.

Semburan air dari moncong nosel begitu kencang, membumbung tinggi ke langit. Seakan mencengkram cakrawala hingga jatuh membelah sungai Martapura.

Masing-masing anggota pemadam tua maupun muda terlihat sibuk, utak-atik mesin, cek sana-sini. Memastikan kondisi mesin ataupun perlengkapan lain sudah sesuai yang diinginkan.

Sore Minggu, di Siring Pierre Tendean memang kerap menjadi tampat latihan bagi baris pemadam kebakaran (BPK).

Kegiatan itu rutin digelar di Banjarmasin. Selain latihan, juga sebagai ajang mempererat tali silaturahmi sesama anggota BPK.

Sore tadi, Muliadi (41) terlihat tampak sibuk. Mesin pompa milik barisannya di cek sebaik mungkin. Memastikan kondisinya selalu prima.

Mesin pompa merek Tohatsu berkelir merah itu dipacu beberapa waktu. “Ini Tohatsu 50. Terjangan airnya mampu melintasi tiga buah rumah,” terangnya.

Muliadi sendiri tercatat sebagai komandan operasi di BPK Start 10, Jalan Kelayan B, Banjarmasin Selatan.

Sementara di BPK Star 10, Jalan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar dia tercatat sebagai ketua. BPK ini baru saja dirikannya sekitar tiga tahun silam.

“Kalau Star 10 Kertak Hanyar anggota kami ada 27 orang. Ini sengaja latihan hari ini,” imbuhnya.

Star 10 memang dikenal sebagai salah satu BPK yang handal. Kemampuannya patut diperhitungkan, terlebih di saat mengikuti lomba. Tak jarang BPK ini menjadi juara.

Namun Muliadi tak jumawa. Menurutnya ada hal penting yang harus dimiliki sebagai relawan BPK. Yakni kesabaran dan keikhlasan saat bekerja di lapangan.

Mengingat, bekerja sebagai relawan bukan prihal gampang. Banyak resiko yang dihadapi. Belum lagi adanya gesekan yang membuat relawan harus lebih dewasa dalam bersikap.

“Posis pemadam itu lambat dicaci, cepat dihina,” katanya. Maksudnya adalah, terlalu lambat sampai ke lokasi kebakaran bisa mendapat cacian orang, sedang terlalu cepat di jalan bisa dihina penggunaan jalan lain.

Namun, ujar anggota BPK Star 10 Kalayan B dengan nomor register 022 ini, itu merupakan tantangan serta bagian yang harus dihadapi dengan lapang dada.

“Makanya jadi relawan BPK itu harus penya kesabaran yang besar. Jadi setiap di TKP ada orang kasar senyumi saja. Omongan orang dengarkan saja, yang penting kita bekerja sosial untuk membantu orang,” terangnya.

Muliadi sendiri sudah sangat lama menjadi relawan BPK. Sedari kecil dia mengenal dengan kegiatan sosial tersebut.

Dia pun tak pernah lupa membarikan nasihat-nasihat kepada anggota yang lebih junior. Agar selalu dewasa dalam bersikap.

“Relawan itu ikut Tuhan, nggak digaji, nggak dapat apa-apa. Sepenuhnya berbicara keikhlasan. Jadi pemadam itu ikhlas harus punya sabar harus punya,” imbuh Muliadi.

“Pujiannya hanya satu. Terimakasih. Tidak lebih. Tapi ucapan terimakasih itupun sudah sangat besar bagi kami. Sebab kami tak mengharapkan pujian,” lanjutnya.

Muliadi juga sempat menanggapi soal kabar hangat yang saat ini beredar. Yakni prihal rencana penerbit dan penerbitan sejumlah aturan bagi para BPK.

Dia menilai tak ada yang salah dengan rencana penertiban itu. Salah satunya yang dia dukungan soal soal sopir minimal berusia 17 tahun dan mempunyai surat izin mengemudi (SIM).

Kemudian soal tertib berlalu lintas itu juga harus. “Aturan itu baik, untuk menertibkan. Artinya demi kebaikan juga. Supir harus di atas 17 tahun dan harus punya SIM betul. Saya sepakat itu,” ucapnya.

Kendati demikian, ada hal yang mengganjal. Soal larangan anggota di bawah umur. Menurutnya, kebijakan itu harus dipikirkan kembali.

Sebab ujar Muliadi, menjadikan seseorang untuk selalu perduli dengan orang lain bukan pelajaran yang bisa diberikan dengan mudah. Seyogianya hal itu bisa diajarkan sedini mungkin.

“Tapi kalau untuk anggota di bawah mestinya boleh. Karena menurut saya kita mendidik manusia harus sedini mungkin untuk bersosial. Membantu sesama, niat baiknya kan agar mereka terbiasa hidup bersosial. Barhati sabar dan ikhlas,” pungkasnya.

Relawan BPK

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sepeda Motor Terbanyak

Kalsel

Zona Merah Mengancam, Banjarmasin Dicap Telat Tunda Sekolah
Limbah di SDO

Kalsel

Diguyur Hujan, Pendemo Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Dugaan Pencemaran Limbah di SDO

Kalsel

Pimpin Polres Balangan, AKBP Zainal Arifin Siap Lanjutkan Program Kapolres Terdahulu
Banjarmasin

Kalsel

Buat Jalur Khusus Jemaah, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin Gelar Salat Ied
apahabar.com

Kalsel

Instruksi Kapolri: Penyidik Jangan Mudah Tahan Tersangka
apahabar.com

Kalsel

Puncak Harjad HSS, Paman Birin Pinjam Jargon Antonio Borneo

Kalsel

La Nina, Wilayah Pesisir Kalsel Jadi Atensi Khusus
Kalsel

Kalsel

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Kalsel Cerah Berawan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com