IJTI Kalsel Gelar UKJ dan Musda Ke-IV, Budi Ismanto: Wartawan TV Harus Kompeten Jelang Pelantikan, Karangan Bunga Anies Baswedan hingga MHM Hiasi Balai Kota Banjarmasin Belasan Terduga Pelaku Prostitusi Online Diamankan Polres Banjarbaru, 6 Masih di Bawah Umur Jelang Iduladha, Kalsel Siapkan Belasan Ribu Hewan Kurban MK Tunda Sidang, H2D Tetap Pede Diskualifikasi BirinMU

Jelang Libur Idulfitri, Rupiah Ditutup Stagnan

- Apahabar.com Selasa, 11 Mei 2021 - 19:00 WIB

Jelang Libur Idulfitri, Rupiah Ditutup Stagnan

Kurs rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank menjelang libur Idulfitri 1422 Hijriah, ditutup tanpa pergerakan. Foto: Bisnis

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (11/5) sore, ditutup stagnan menjelang libur Idulfitri 1422 Hijriah.

Rupiah ditutup stagnan atau sama dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp14.198 per dolar AS.

Sebelumnya nilai tukar rupiah dibuka dengan Rp14.200 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.190 hingga Rp14.213 per dolar AS.

Sedangkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia melemah menjadi Rp14.203 per dolar AS. Sebelumnya posisi dalam penutupan perdagangan adalah Rp14.198 per dolar AS.

“Pelaku pasar menantikan laporan inflasi AS,” demikian hasil kajian Monex Investindo Futures seperti dilansir Antara.

“Mereka juga berharap hasil inflasi di atas ekspektasi, seiring dengan laporan ekonomi AS yang cukup baik, kecuali dari sektor tenaga kerja,” tambah keterangan tersebut.

Kenaikan inflasi AS diperkirakan bisa mengubah pendirian bank sentral AS The Fed terhadap kebijakan moneter.

Sementara data ketenagakerjaan non pertanian AS atau non farm payrolls periode April hanya naik 266.000. Angka itu lebih rendah dari proyeksi sebesar 1 juta.

Sedangkan tingkat pengangguran AS juga naik menjadi 6,1 persen sejak April 2021, di tengah peningkatan kekurangan lapangan pekerjaan.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang lain, sekarang berada di posisi 90,161 atau turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 90,212.

Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun, berada di level 1,616 persen atau naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,602 persen.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Merebaknya Virus Corona Bakal Hantam Ekonomi Singapura
apahabar.com

Ekbis

Dibuka Lebih Rendah, Saham Aussie Kembali Bergejolak
apahabar.com

Ekbis

Perdagangan Pagi, IHSG Tembus 5.000
apahabar.com

Ekbis

Saham Regional Asia Naik, IHSG Ikut Menguat
apahabar.com

Ekbis

Butuh Duit? Pilih Pinjol atau Kartu Kredit
apahabar.com

Ekbis

Ngopi Bareng MHM, Berbagi Rahasia Sukses Berbisnis
Bursa Saham

Ekbis

Bursa Saham Kawasan Menguat, IHSG Ditutup Turun
apahabar.com

Ekbis

Kiai Ma’ruf Amin Targetkan Indonesia Produsen Halal Terbesar di Dunia pada 2024
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com