Meninggal di Rumah, Guru Khalil Sempat Tak Sadarkan Diri Sejak Kamis Dikenal Karismatik, Alumni Ponpes Darussalam Sukses Jadi Bupati Banjar Kini Telah Tiada Ibnu Sina Ingin Penerapan PPKM Level IV Banjarmasin Lebih Humanis Perkelahian di Lapo S Parman Banjarmasin, Seorang Pemuda Tertusuk Jadwal Olimpiade Tokyo 2020 Hari Ini: Angkat Besi Berpeluang Tambah Medali Indonesia

Jompo Sebatang Kara, BAB Harus ‘Merangkak’ ke Sungai Tabalong

- Apahabar.com     Jumat, 28 Mei 2021 - 10:06 WITA

Jompo Sebatang Kara, BAB Harus ‘Merangkak’ ke Sungai Tabalong

Nenek Nurmani memerlukan uluran tangan semua pihak untuk membuatkan dirinya WC, sehingga ketika BAB tidak lagi turun ke sungai Tabalong yang dikhawatirkan membahayakan dirinya. Foto-Istimewa.

apahabar.com, TANJUNG – Hidup Nurmani (69) memprihatinkan. Wanita jompo ini melalui hari-harinya di rumah kecil sebatang kara tanpa berpenghasilan.

Dapurnya hancur ditiup angin dan tak memiliki WC. Jika Buang Air Besar (BAB) nenek tersebut terpaksa merangkak menuruni tebing sungai Tabalong yang curam.

“Saya BAB ke pinggir sungai. Walau tak ada jamban, saya jongkok di tepian tebing sungai. Terpaksa harus pegangan kuat-kuat, takut kalau jatuh ke sungai,” ujar Nurmani ditemui di rumah kecilnya, Kamis (27/05) kemarin.

Nurmani ditinggal suaminya sejak lama. Hidupnya sempat memiliki satu anak, itupun telah meninggal. Praktis hidupnya kini seorang diri. Tubuhnya tampak gemetaran ketika berjalan, selain karena faktor usia, ditambah ia juga mengidap asam urat.

“Kata dokter, saya ada asam uratnya. Tiap kali habis dari BAB ke sungai kaki saya sakit. Dibawa berdiri rasanya susah,” kata warga Gambah RT 5, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong ini.

Hidup nenek ini banyak dibantu Ketua Muallaf Center Tabalong, Arman.

Ia sering mengantarkan beras dan kebutuhan lain buat nenek ini.

Arman juga lah, yang mengajak Komunitas Sayangi Sesama (KS2) Tabalong untuk melihat kondisi nenek jompo tersebut, harapannya bisa membuatkan WC yang ia butuhkan.

“Insya Allah, orang baik di Tabalong akan bahu membahu membuatkan WC bagi beliau,” kata Erlina Effendi Ilas, Ketua KS2 Tabalong.

Menurut Erlina, pihaknya akan menghubungkan orang-orang baik Tabalong agar Nurmani tidak lagi BAB ke pinggir sungai Tabalong. Selain di sungai tidak ada jamban, keselamatannya bisa terancam karena tebing curam dan licin.

“Bismillah aja, kita akan sinergikan dengan siapapun. Termasuk tadi kami juga sudah bicara sama Ketua RT, Pak Bahrani dan beliau siap terlibat,” ujar pembina Rumah Tahfidz Gratis Sayangi Sesama ini.

Tabalong merupakan daerah satu-satunya di Kalimantan Selatan yang beroleh penghargaan Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari perilaku BAB sembarangan dari Kementerian Kesehatan RI.

Sebelumnya, sukses Program ODF pemerintah daerah salah satunya karena sokongan dari Yayasan Adaro Bangun Negeri. Program dengan biaya cukup besar tersebut tak mampu menyentuh kaum marginal, seperti dialami Nurmani.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tabalong

Segera Diaspal, PT Conch dan BPJN Kalsel Ukur Jalan Rusak di Tabalong
apahabar.com

Tabalong

Kunker ke Tabalong, Plt Gubernur Kalsel Kunjungi Ruang Isolasi Covid-19
Polres HSU

Tabalong

Hampir 4 Bulan Buron, Jatanras Polres HSU Ringkus Pelaku Penganiayaan di Kaludan
Keamanan

Kalsel

Garansi Keamanan Warga Beribadah, Petugas Gabungan Jaga Gereja di Tabalong
Satlantas Polres Tabalong

Kalsel

Tekan Sebaran Covid-19 dan Kecelakaan, Satlantas Polres Tabalong Sambangi Sekolah
SMPN 1 Tanjung

Tabalong

Tak Direstui Tatap Muka, 13 Siswa SMPN 1 Tanjung Tabalong Tetap Belajar Daring
Polres Tabalong

Tabalong

Satresnarkoba Polres Tabalong Musnahkan Sabu dengan Cara Diblender
ASN

Tabalong

ASN Tabalong Dilarang Mudik dan Cuti Lebaran, Simak Isi Surat Edarannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com