Siapkan Kejutan di Gugatan MK Jilid II, H2D: Mohon Bersabar Sebulan… Raisya, Gadis Kelua Tabalong yang Hilang Sempat Ingin Mondok Alokasi Rp 1,5 M, Kawasan Siring Piere Tendean Banjarmasin Bakal Dipagar Dimotori Arul Efansyah, Eks Power Metal Dirikan Band XREAL Ditertibkan, Belasan Supeltas di Alalak Batola Diingatkan Jangan Pungli

Kasus Covid-19 Pascalebaran dalam Pantauan, Wali Kota Banjarbaru: Tunggu Masa Inkubasi

- Apahabar.com Rabu, 19 Mei 2021 - 13:33 WIB

Kasus Covid-19 Pascalebaran dalam Pantauan, Wali Kota Banjarbaru: Tunggu Masa Inkubasi

Wali kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Pergerakan kasus Covid-19 pascalebaran 2021 di Banjarbaru belum bisa disimpulkan, apakah mengalami kenaikan atau penurunan.

“Covid-19 pascalebaran belum bisa kita lihat, ini perlu beberapa waktu. Karena masa inkubasi itu 7 sampai 14 hari. Karena ini baru seminggu, jadi kita belum melihat kenaikan atau penurunan kasus di Kota Banjarbaru,” ujar Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin saat ditemui apahabar.com, Rabu (19/5).

Mungkin, lanjutnya pada pekan depan atau pekan kedua akan diketahui dampak pascalebaran. Yang jelas menurut Aditya antisipasi kenaikan kasus telah dilakukan pihaknya.

“Minggu depan baru kita evaluasi, antisipasi kenaikan sudah kita lakukan dengan membuat kebijakan penutupan sementara mal, usaha hiburan dan destinasi wisata di Banjarbaru,” tegasnya.

Senada dengan Aditya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Rizana Mirza mengatakan saat ini belum ada tanda tanda lonjakan ataupun kecenderungan menurun. Pergerakan kasus baru masih sama seperti sebelumnya.

“Saat ini dari data kasus harian kita tidak ada lonjakan, masih seperti biasa di angka di bawah sepuluh atau tertinggi belasan saja,” katanya.

Sebab terangnya, melonjak atau tidaknya kasus Covid-19 akan ketahuan di pekan kedua atau ketiga pascaliburan.

“Ini sama halnya dengan momen nataru 2020 lalu, ketahuannya setelah dua sampai tiga pekan.” terangnya.

Sebagai informasi, Kota Banjarbaru pernah diterpa lonjakan kasus positif signifikan.

Tepatnya saat momen libur natal dan tahun baru (Nataru) di 2020 lalu.

Kala itu, lonjakan kasus mencapai beberapa kali lipat dari yang sebelumnya cenderung melandai.

Memang saat itu berbarengan dengan musibah banjir sehingga mobilitas masyarakat tinggi dan diduga menjadi salah satu pemicu lonjakan kala itu.

Karenanya, ledakan kasus itu sangat diantisipasi di momen lebaran kemarin.

Sehingga, Pemkot bersama unsur Forkopimda Banjarbaru mengeluarkan kebijakan penutupan mal, tempat wisata dan hiburan. Selain untuk menopang larangan mudik.

“Kita di Banjarbaru ada kebijakan penutupan tempat-tempat yang berpotensi ramai. Jadi sekali lagi, harapan kita tidak ada itu (lonjakan), kita tentu tak ingin terulang seperti momen nataru lalu,” ujarnya.

“Makanya kita selalu dan selalu tekankan agar disiplin menerapkan protokol kesehatan, tujuannya apa? agar tidak ada lonjakan, karena peran kedisiplinan masyarakat itu sangat penting, mulai dari jangan berkerumun, pakai masker dan rajin mencuci tangan,” tuntasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarbaru

Syarat Perjalanan Dalam Negeri Diperbarui, Bandara Syamsudin Noor Siap Adakan GeNose Akhir April
Sampah

Banjarbaru

KLHK Terbitkan Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, DLH Kalsel: Sangat Mendukung

Banjarbaru

Kecelakaan di Bundaran Liang Anggang, 1 Pengendara Tewas
Lapas Banjarbaru

Banjarbaru

Lapas Banjarbaru Panen Perdana Sayur Hidroponik bersama Warga Binaan

Banjarbaru

Tidak Boleh Dicicil, THR 2021 Wajib Dibayarkan Paling Lambat H-7 Lebaran
Kecelakaan

Banjarbaru

Kecelakaan di Landasan Ulin, Mobil Plat Merah Tabrak Median Jalan
Maling Bersaudara

Banjarbaru

Maling Bersaudara di Banjarbaru, Sang Kakak Berhasil Dibekuk
Lapas Banjarbaru

Banjarbaru

Dengan Prokes Ketat, Tarawih dan Tadarus Tetap dilaksanakan di Lapas Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com