Biang Prostitusi Anak di Banjarmasin, Takut Diantar ke Panti karena Utang Kreditan Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan

KKB Dicap Teroris, Polri Belum Turunkan Densus 88

- Apahabar.com Rabu, 5 Mei 2021 - 21:58 WIB

KKB Dicap Teroris, Polri Belum Turunkan Densus 88

Ilustrasi Densus 88. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Polri memastikan bahwa Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror belum diturunkan ke Papua untuk melakukan penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Diketahui, pemerintah telah menetapkan KKB di Papua sebagai kelompok teroris.

“Belum ada,” kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono kepada wartawan di Jakarta, dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (5/5).

Argo mengatakan bahwa hingga saat ini, personel TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi masih menjadi pihak utama yang menangani KKB tersebut.

“(Masih) Satgas Nemangkawi TNI dan Polri yang kerja,” ujar Argo.

Menurut Argo, Satgas Nemangkawi masih melakukan penegakan hukum di Papua. Saat ini berada di bawah komando dari Asops Kapolri.

Argo memastikan Polri bakal melakukan penegakan hukum yang tegas kepada pihak-pihak yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Untuk hard power, kalau melanggar pidana ya akan kami proses,” tutup Argo.

KKB atau OPM yang memperjuangkan kemerdekaan Papua telah ditetapkan sebagai organisasi teroris. Hal itu dilakukan pemerintah usai sejumlah serangan terjadi hingga menewaskan warga sipil.

Berdasarkan catatan, setidaknya ada empat peristiwa penembakan yang dilakukan oleh KKB terhadap masyarakat sipil di wilayah Beoga sejak awal April 2021.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Gusti Nyoman Suriastawa menyebut pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Polri berkaitan dengan pengamanan di Papua setelah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) dikelompokkan sebagai organisasi teroris.

Berbagai strategi tengah digodok TNI-Polri. Hal ini, kata dia, demi mempersempit gerak para OPM dan memastikan keamanan masyarakat di Papua bisa terjamin.

“Strategi dalam rangka mempersempit gerak teroris OPM sehingga keamanan rakyat bisa dijaga,” kata dia.

Terkait penambahan jumlah personel TNI di Papua, Suriastawa mengaku belum ada keputusan bulat. Sebab semuanya akan bisa diperhitungkan saat koordinasi dengan Polri selesai.

“Ini baru dikoordinasikan kita tunggu hasilnya dulu,” kata dia.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ibu Kota Pindah, Pengamat: Masyarakat di Kalimantan Bisa Lebih Heterogen
apahabar.com

Nasional

Apkasi Sambut Baik Kenaikan Gaji Perangkat Desa
apahabar.com

Nasional

Pergub DKI Tidak Atur Operasi Yustisi Masker di PSBB Transisi Jakarta
apahabar.com

Nasional

Nadiem Tegaskan Pembukaan Sekolah di Zona Hijau Kedepankan Protokol Kesehatan
Cegah Perkawinan Anak, Kemen PPPA Gandeng 20 Provinsi Termasuk Kalsel

Nasional

Cegah Perkawinan Anak, Kemen PPPA Gandeng 20 Provinsi Termasuk Kalsel
apahabar.com

Nasional

Kejagung Tetapkan Politikus Partai Nasdem Andi Irfan Tersangka dalam Kasus Jaksa Pinangki
apahabar.com

Nasional

Penjagalan Kepala Bocah SD di Limpasu Hantui Tiga Rekan Korban
apahabar.com

Nasional

Menristekdikti akan Resmikan Gedung Proyek IDB di ULM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com