Eks Sekretaris Baramarta Buka-bukaan: Nama Ajudan Eks Bupati hingga Oknum DPRD Terseret Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan Duh, Nelayan Dirgahayu Kotabaru Lenyap di Perairan Samber Gelap Rujuk Ditolak! Pemuda di Kelua Tabalong Jambret Ibu Muda

Larangan Mudik Lebaran, Trafik Data XL Axiata di Kalselteng Naik 35 Persen

- Apahabar.com Selasa, 18 Mei 2021 - 19:26 WIB

Larangan Mudik Lebaran, Trafik Data XL Axiata di Kalselteng Naik 35 Persen

Suasana kunjungan ke pusat monitoring Customer Experience & Service Operation Center XL Axiata di Jakarta untuk memastikan kesiapan kondisi jaringan XL Axiata malam Idulfitri 2021. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Trafik penggunaan layanan XL Axiata di Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) tercatat meningkat selama masyarakat memasuki periode Ramadan hingga Idulfitri 1442 Hijriah.

Dilaporkan trafik pemakaian layanan data meningkat sekitar 11 persen. Trafik tertinggi terjadi di Kabupaten Banjar 14 persen, Tanah Bumbu 14 persen, Barito Kuala 26 persen dan Kapuas 22 persen.

Pastinya, trafik layanan data sebesar 35 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya, dan 15 persen dibandingkan hari-hari biasa (normal) sebelum Ramadan.

Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, mengatakan bahwa pola konsumsi masyarakat atas layanan telekomunikasi dan data ini dipengaruhi oleh adanya larangan mudik dan berbagai pembatasan mobilitas di tingkat lokal.

Eforia masyarakat dalam merayakan Lebaran dan mengisi liburan dengan melakukan perjalanan wisata juga tidak terlalu besar.

Hal ini sangat berpengaruh pada tingkat kenaikan trafik yang masih tidak setinggi saat masa sebelum pandemi dan mudik lebaran masih belum dilarang.

“Kami bersyukur bisa melayani kebutuhan masyarakat untuk merayakan Lebaran tahun ini dengan lancar, hampir tanpa ada gangguan yang berarti,” ujarnya.

Gede menambahkan, pola penggunaan berbagai jenis layanan data oleh pelanggan XL Axiata selama libur Lebaran ini bisa menggambarkan semakin maksimalnya masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan sarana digital untuk berbagai keperluan sehari-hari.

Selama periode Ramadan dan Lebaran, trafik layanan didominasi oleh streaming yang mencapai 85 persen, disusul oleh social network sebesar 8 persen.

Pada layanan streaming ini, sejumlah aplikasi mengalami kenaikan trafik pemakaian yang signifikan, seperti layanan berbasis gim mengalami kenaikan trafik rata-rata hingga 142 persen, Netflix naik 50 persen, Youtube 13 persen, dan Spotify naik 9 persen.

Untuk layanan Instant Messenger, trafik pemakaian layanan WhatsApp meningkat 21 persen.

Sementara itu, pada layanan social network, trafik Twitter naik 16 persen. Layanan lainnya juga mengalami kenaikan trafik, antara lain belanja online melalui e-commerce meningkat hingga 65 persen, sedangkan web browsing naik 15 persen.

Untuk layanan video conference Zoom, meskipun sepertinya juga mulai dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bersilaturahmi, namun karena ada libur sekolah dan cuti karyawan maka trafik pemakaiannya relatif stagnan cenderung menurun.

“Untuk layanan peta atau penunjuk rute jalan seperti Google Maps dan Waze juga tidak terlalu banyak diakses karena adanya kebijakan larangan mudik,” ucapnya.

Dilihat dari wilayah kenaikan trafik layanan secara nasional selama Ramadan dan Lebaran dibandingkan trafik hari biasa sebelumnya, berturut-turut terjadi di Jawa Tengah dengan kenaikan sebesar 12 persen, Jawa Timur 10%, dan Jawa Barat 7 persen.

Di luar Jawa, trafik pemakaian layanan di wilayah Sumatera Bagian Utara secara rata-rata naik sebesar 5%, Sumatera Bagian Selatan 8 persen, Kalimantan 3 persen, Sulawesi 10 persen, Bali-Lombok-Sumbawa 2 persen.

Sementara itu dilihat dari area kota/kabupaten, secara nasional, tiga kota/kabupaten dengan kenaikan trafik tertinggi adalah Sampang 44 persen, Bangkalan 40 persen, dan Brebes 28 persen.

“Seperti tahun lalu di mana larangan mudik dan pembatasan pergerakan masyarakat sudah diberlakukan, kenaikan trafik kembali terjadi di area pemukiman. Kenaikan trafik rata-rata secara nasional di area pemukiman/perumahan tersebut mencapai sekitar 6 persen. Kenaikan trafik tertinggi terjadi di perumahan-perumahan di wilayah Jakarta Barat yang mencapai 25 persen, Jakarta Utara sebesar 22 persen serta Bogor sebesar 16 persen,” sambung Gede.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Hingga Februari 2020, Realisasi Pendapatan Negara Capai 9,7 Persen

Ekbis

Jasa Perkapalan Sumbang Defisit Terbesar
Pengangguran Diprediksi Naik, Apa Kabar RUU Cipta Kerja?

Ekbis

Pengangguran Diprediksi Naik, Apa Kabar RUU Cipta Kerja?
Ilustrasi UMKM. Foto-Ist

Ekbis

Sri Mulyani Ungkap Biang Keladi UMKM Indonesia Susah Ekspor
apahabar.com

Ekbis

2020, Pemerintah Alokasikan Rp11 Triliun untuk Rumah Subsidi
apahabar.com

Ekbis

Ini Alasan Indosat Ooredoo Harus Kurangi 677 Karyawan
Bank Bjb

Ekbis

Masuk 10 Terbaik Nasional, Pertumbuhan Mobile Banking bank bjb Tercatat Paling Pesat
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Segera Rilis Daftar Positif Investasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com